KHITTAH.CO, PINRANG — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag., menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah mualaf dan daerah-daerah yang masih membutuhkan pembinaan keagamaan. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah Tingkat Wilayah Sulawesi Selatan yang mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian” di Aula Masjid Agung Al-Munawir, Kabupaten Pinrang, Ahad, 31 Mei 2026.
Kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan itu menjadi momentum konsolidasi gerakan dakwah dan kemanusiaan yang selama ini dijalankan ‘Aisyiyah bersama Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ambo Asse menyampaikan apresiasi atas kiprah ‘Aisyiyah yang telah memasuki usia 109 tahun dan terus menunjukkan berbagai capaian di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, serta dakwah sosial kemasyarakatan.
“Gerakan yang dilakukan ‘Aisyiyah sangat luar biasa. Semua majelis dan lembaganya bergerak. Kader-kader ‘Aisyiyah juga melahirkan alumni sekolah wirausaha yang diharapkan mampu mengembangkan UMKM hingga ke tingkat ranting dan cabang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan dakwah di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan pembinaan keislaman, khususnya kawasan mualaf yang berada di daerah terpencil. Menurutnya, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan dakwah Islam dapat menjangkau seluruh masyarakat.
“Kita memiliki tanggung jawab dakwah. Jangan sampai ada wilayah yang belum tersentuh pembinaan keagamaan. Karena itu, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus terus hadir melalui gerakan dakwah yang berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ambo Asse turut mengapresiasi perkembangan Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan yang dinilainya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi universitas. Ia berharap seluruh elemen persyarikatan dapat mendukung penguatan institusi pendidikan tersebut agar semakin berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah Sulawesi Selatan tahun ini memasuki usia satu abad sejak berdirinya Cabang Makassar pada tahun 1926. Momentum 100 tahun Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, kata dia, akan menjadi refleksi penting bagi penguatan gerakan dakwah dan pelayanan umat pada masa mendatang.
Menurut Ambo Asse, tema Milad ke-109 ‘Aisyiyah sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini. Dakwah kemanusiaan, kata dia, tidak hanya berbicara tentang pembinaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai perdamaian, kerukunan, keadilan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Tidak ada yang dilakukan Muhammadiyah kecuali kebaikan-kebaikan. Gerakan Muhammadiyah bersama seluruh organisasi otonomnya adalah mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah Tingkat Wilayah Sulawesi Selatan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Barat, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid, unsur Forkopimda Kabupaten Pinrang, Ketua DPRD Kabupaten Pinrang atau yang mewakili, Wakil Bupati Sidrap, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pinrang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pinrang, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Hadir pula Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar, Rektor Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan beserta jajaran, pimpinan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah, organisasi perempuan Islam, serta para Pimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan.
Kontributor/Editor: Umar Sadik, Asywid




















