KHITTAH.CO, PINRANG — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pinrang berkolaborasi dengan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), Komunitas Literasi Kosakata, dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pinrang menggelar kegiatan PUSRENG (Perpustakaan Bareng), Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Audio Visual Perpustakaan Daerah Kabupaten Pinrang tersebut menjadi upaya bersama untuk memperkuat budaya baca serta menghadirkan ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat.
Kegiatan ini diikuti pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pinrang.
Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PC IMM Pinrang sekaligus Relawan Literasi, Andi Nur Inayatul Aini, mengatakan PUSRENG dihadirkan sebagai ruang kolektif yang mendorong masyarakat menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
“PUSRENG saya inisiasi untuk menciptakan atmosfer membaca yang lebih menyenangkan, inklusif, dan interaktif. Kami ingin menghadirkan ruang di mana masyarakat dapat membaca bersama, berdiskusi, serta saling berbagi inspirasi dari buku yang mereka baca,” ujar Aini.
Menurutnya, penguatan budaya literasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
“Literasi akan tumbuh lebih kuat ketika dikerjakan bersama. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan lebih banyak ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan menginspirasi perubahan,” katanya.
PUSRENG dikemas melalui sejumlah kegiatan edukatif, mulai dari silent reading atau membaca mandiri, sesi bedah buku, berbagi rekomendasi bacaan, hingga permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan kreativitas peserta. Panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize untuk menambah antusiasme peserta.
Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Pinrang, Rahmatullah, S.IP., M.Si., menyambut baik kolaborasi yang dibangun antara organisasi kepemudaan, komunitas literasi, dan pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
“Tidak ada masyarakat yang tertinggal jika kita mau merangkul lewat kata dan pengetahuan. Inklusi bukan tentang mengundang orang ke meja yang sudah ada, tetapi tentang membangun meja baru bersama-sama,” ungkap Rahmatullah.
Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap sinergi antara IMM, komunitas literasi, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna melahirkan berbagai program literasi yang lebih masif, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Pinrang.
Kontribitor: Ilham Shiddiq




















