Scroll untuk baca artikel
Berita

Mahsyar Idris Terpilih Aklamasi Pimpin Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Parepare hingga 2031

×

Mahsyar Idris Terpilih Aklamasi Pimpin Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Parepare hingga 2031

Share this article

KHITTAH.CO, PAREPARE — Prof. Mahsyar Idris, M.Ag. kembali terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Daerah (Orda) Parepare periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musyda) yang digelar di Auditorium BJ Habibie, Parepare, Ahad, 3 Mei 2026. Seluruh peserta forum menyepakati Mahsyar Idris untuk melanjutkan kepemimpinan karena dinilai mampu memperkuat sinergi gerakan intelektual dan sosial-keagamaan di daerah tersebut.

Pemilihan secara aklamasi berlangsung setelah seluruh peserta Musyda menyatakan dukungan penuh kepada Mahsyar Idris. Forum dihadiri pengurus, anggota, dan sejumlah tokoh cendekiawan Muslim di Parepare.

Ketua panitia Musyda, Dr. Ibrahim Fattah, MH., mengatakan proses aklamasi mencerminkan tingginya kepercayaan peserta terhadap kepemimpinan Mahsyar Idris.

“Pemilihan ini berjalan secara musyawarah mufakat dan seluruh peserta sepakat memberikan amanah kembali kepada Prof. Mahsyar Idris,” ujarnya.

Ia menyebut rekam jejak kepemimpinan sebelumnya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan forum.

Dalam sambutannya, Mahsyar Idris menyampaikan bahwa amanah tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkuat peran cendekiawan Muslim di Parepare.

“Amanah ini bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi tanggung jawab kolektif untuk memajukan peran cendekiawan Muslim di Parepare,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program organisasi ke depan.

Selain agenda pemilihan ketua, Musyda juga dirangkaikan dengan silaturahim delapan organisasi kemasyarakatan Islam, yakni Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Darud Da’wah wal Irsyad (DDI), ’Aisyiyah, Muslimat NU, Ummahat DDI, dan Wanita Islam.

Forum silaturahim tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi antarorganisasi keagamaan di tengah dinamika sosial masyarakat.

Pada kesempatan itu, Prof. Ahmad M. Sewang, M.Ag. menyampaikan hikmah silaturahim. Ia menilai silaturahim harus menjadi kekuatan sosial yang mampu mendorong lahirnya kerja kolaboratif di tengah masyarakat.

“Silaturahim harus menjadi kekuatan sosial yang mendorong lahirnya kerja-kerja kolaboratif di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Sewang.

Menurut dia, penguatan etos keilmuan dan keumatan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar organisasi keislaman mampu menjawab tantangan zaman dan membangun masyarakat yang berdaya.

Secara terpisah, pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare menyatakan dukungan terhadap hasil Musyda. Mereka menilai kepemimpinan Mahsyar Idris dapat memperkuat integrasi antara gerakan intelektual dan sosial-keagamaan di Parepare.

Mahsyar Idris saat ini juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Parepare periode 2022–2027. Sejumlah pihak menilai posisi tersebut menjadi modal penting dalam membangun kolaborasi program antarorganisasi Islam di daerah.

Ke depan, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Parepare diharapkan meningkatkan kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan literasi keislaman melalui program-program yang adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

(PDM Parepare/Raya Mangsi, Usman, dan Alfian Shaddam Syafei)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply