KHITTAH.CO, MAKASSAR – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ambo Asse, M.Ag, mengajak umat Islam menjadikan momentum 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai awal untuk memperkuat ketertiban dan kedisiplinan dalam beribadah melalui penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal. Seruan tersebut disampaikan saat ditemui, Selasa, 16 Juni 2026, bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam.
Menurut Prof Ambo Asse, Muharram merupakan bulan pertama dari dua belas bulan yang telah ditetapkan Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, pergantian tahun Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu, tetapi juga momentum memperkuat ketakwaan dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Hari 1 Muharram 1448 Hijriah, selamat memulai Tahun Baru Islam. Muharram adalah bulan pertama dari dua belas bulan yang telah ditetapkan Allah SWT dalam Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum memasuki Muharram, umat Islam telah melalui bulan Zulhijjah yang di dalamnya terdapat berbagai amalan yang disyariatkan Allah SWT dan Rasulullah SAW, seperti puasa Arafah, pelaksanaan ibadah haji bagi yang mampu, shalat Iduladha, serta penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah.
Selain itu, daging kurban dibagikan kepada masyarakat selama hari-hari tasyrik sebagai wujud kepedulian sosial dan penguatan ukhuwah di tengah umat.
Prof Ambo Asse menuturkan bahwa Allah SWT telah menetapkan dua belas bulan dalam satu tahun, yakni Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syakban, Ramadhan, Syawal, Zulqaidah, dan Zulhijjah. Penanggalan tersebut, kata dia, bukan sekadar perkiraan, melainkan hasil perhitungan yang cermat melalui ilmu astronomi atau ilmu falak.
“Penanggalan Islam bukan hanya ditulis dan dihitung, tetapi harus digunakan dengan baik sebagai pedoman pelaksanaan ibadah,” katanya.
Karena itu, ia mengimbau seluruh umat Islam untuk memperhatikan ayat-ayat Allah dan hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan penanggalan Hijriah serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Prof Ambo Asse juga mengajak umat Islam untuk menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal agar pelaksanaan berbagai ibadah yang terkait dengan waktu dapat berlangsung secara tertib, disiplin, dan tanpa keraguan.
“Dengan Kalender Hijriah Global Tunggal, ibadah-ibadah yang berkaitan dengan penanggalan dapat dilaksanakan secara tertib, disiplin, dan tanpa keraguan,” pungkasnya.




















