KHITTAH.CO, MAKASSAR – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX meraih penghargaan Terbaik Pertama atas capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Semester I Tahun 2026 dari Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Makassar I.
LLDIKTI Wilayah IX memperoleh predikat Sangat Baik dengan nilai 99,99 untuk kategori satuan kerja dengan pagu besar di atas Rp 46 miliar.
Penghargaan diserahkan di KPPN Makassar I, Rabu, 16 September 2026. Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja LLDIKTI Wilayah IX dalam mengelola anggaran negara secara tertib, akuntabel, dan optimal.
Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX Prof dr Budu, PhD, SpM(K) mengatakan, penghargaan IKPA tidak semata-mata menunjukkan kemampuan satuan kerja dalam menyerap anggaran. Penilaian itu juga mencerminkan kualitas pengelolaan anggaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil yang dicapai.
“Bagi kami, anggaran negara bukan sekadar harus terserap. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran direncanakan dengan baik, dilaksanakan secara tertib, kemudian menghasilkan keluaran yang benar-benar mendukung pelayanan pendidikan tinggi,” kata Budu.
Menurut dia, keberhasilan meraih posisi terbaik pertama dengan nilai 99,99 sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran LLDIKTI Wilayah IX untuk terus menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai kualitas pengelolaan anggaran memiliki kaitan langsung dengan mutu pelayanan yang diberikan kepada perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi lainnya.
“Ujung dari pengelolaan anggaran yang baik haruslah pelayanan yang semakin baik. Jadi, ukuran keberhasilannya bukan hanya administrasi keuangannya tertib, tetapi juga apakah anggaran tersebut memberi manfaat dan memperkuat layanan kepada perguruan tinggi,” ujarnya.
Tiga Aspek Penilaian
IKPA merupakan instrumen pemerintah untuk mengukur kualitas kinerja pelaksanaan anggaran kementerian dan lembaga.
Penilaian IKPA mencakup tiga aspek utama, yakni kualitas perencanaan anggaran, kualitas pelaksanaan anggaran, dan kualitas hasil pelaksanaan anggaran.
Pada aspek perencanaan, satuan kerja dituntut memastikan dokumen serta rencana penggunaan anggaran disusun secara tepat agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan.
Sementara itu, kualitas pelaksanaan anggaran berkaitan dengan ketertiban penggunaan anggaran, penyerapan dana, serta pengelolaan kegiatan dan kontrak.
Adapun kualitas hasil pelaksanaan anggaran menempatkan capaian keluaran atau output sebagai bagian penting dalam pengukuran. Dengan demikian, keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak semata-mata dilihat dari besarnya dana yang telah digunakan, tetapi juga dari hasil dan manfaat yang dihasilkan.
Budu mengatakan, ketiga aspek tersebut perlu dijaga secara berkelanjutan karena pengelolaan anggaran merupakan bagian penting dari tata kelola organisasi.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai hasil kerja bersama. Namun, capaian hari ini tidak boleh membuat kita berhenti melakukan perbaikan. Justru standar pengelolaan anggaran, akuntabilitas, dan kualitas layanan harus terus ditingkatkan,” tutur Budu.
Dorong Budaya Kerja Akuntabel
Menurut Budu, capaian sebagai terbaik pertama IKPA Semester I 2026 diharapkan semakin memperkuat budaya kerja akuntabel di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Setiap program, kata dia, harus memiliki perencanaan yang jelas, dilaksanakan tepat waktu, serta menghasilkan keluaran yang terukur dan bermanfaat.
Hal tersebut penting mengingat LLDIKTI Wilayah IX menjalankan fungsi fasilitasi dan pelayanan pendidikan tinggi. Karena itu, penggunaan anggaran pemerintah harus selalu berorientasi pada peningkatan mutu layanan kepada perguruan tinggi dan masyarakat.
“Setiap rupiah yang dikelola harus dapat dipertanggungjawabkan dan, yang terpenting, harus memberi manfaat. Prinsip itulah yang perlu terus kami jaga,” kata Budu.
Penghargaan yang ditandatangani Kepala KPPN Makassar I, Budiyono, tersebut menetapkan LLDIKTI Wilayah IX sebagai Terbaik Pertama Satker dengan Capaian IKPA Semester I Tahun 2026, berpredikat Sangat Baik dengan nilai 99,99, pada kategori pagu besar di atas Rp 46 miliar.






















