KHITTAH.CO, BULUKUMBA — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bulukumba melantik secara serentak sembilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) sekaligus meluncurkan Korps Da’i Penggerak Desa (KAMPAS) di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba, Sabtu, 25 Juli 2026.
Pada kesempatan yang sama, PDPM Bulukumba juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulukumba sebagai langkah memperkuat kaderisasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan desa.
Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba beserta organisasi otonom, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Kepala BPVP Bantaeng, Ketua dan anggota Bawaslu Bulukumba, anggota DPRD, Dandim, Kapolres, pimpinan cabang Muhammadiyah, serta tamu undangan lainnya.
Sebanyak sembilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah resmi dilantik, yakni PCPM Gantarang, Ujung Bulu, Kindang, Ujung Loe, Bontotiro, Bontobahari, Herlang, Bulukumpa, dan Rilau Ale.
Ketua PDPM Bulukumba, Amran, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepengurusan yang baru dilantik memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan gerakan dakwah sekaligus menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat.
“Kepada pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah, amanah ini sangat berat, bukan hanya sekadar jabatan, tetapi pertanggungjawaban dunia dan akhirat,” ujarnya.
Amran menegaskan, penguatan organisasi akan terus dilakukan melalui pembentukan cabang baru dan perluasan jejaring gerakan hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan daerah.
“Ke depannya pemuda harus bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder untuk membangun Bulukumba,” katanya.
Momentum pelantikan juga ditandai dengan peluncuran Korps Da’i Penggerak Desa (KAMPAS). Program ini diharapkan menjadi wadah kader muda Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia hingga ke tingkat desa.
Prosesi peluncuran KAMPAS ditandai dengan penyematan pin oleh Wakil Bupati Bulukumba kepada perwakilan pengurus sebagai simbol dimulainya kiprah organisasi tersebut.
Ketua KAMPAS Bulukumba, Abd. Halim Amsur, menjelaskan bahwa KAMPAS dibentuk sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan desa.
“Dengan terbentuknya KAMPAS tentunya menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya dalam pembangunan SDM dan dirasakan dampaknya hingga di desa,” katanya.
Ia menjelaskan, selain menjalankan fungsi dakwah, KAMPAS juga akan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan kerja sama Pemuda Muhammadiyah dan Kementerian Desa.
Menurut Abd. Halim, salah satu fokus utama program tersebut adalah penguatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan kewirausahaan, literasi digital, serta pengembangan potensi lokal.
“Pada poin keenam terdapat program Pemuda dan Pemudi Pelopor Desa melalui pelatihan kewirausahaan, teknologi digital, dan pengembangan potensi lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerja sama antara Pemuda Muhammadiyah dan Kementerian Desa yang telah terjalin sejak 2025 menjadi fondasi lahirnya KAMPAS sebagai gerakan pemberdayaan desa yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain meluncurkan KAMPAS, PDPM Bulukumba juga menandatangani nota kesepahaman dengan BPVP Bantaeng dan Bawaslu Kabupaten Bulukumba. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kompetensi kader melalui pelatihan vokasi, peningkatan produktivitas, serta pendidikan demokrasi dan kepemiluan.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Heriawan, menilai kader muda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.
“Pemuda adalah ujung tombak gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah membangun kolaborasi dengan pemerintah desa maupun pemerintah daerah agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pemuda Muhammadiyah harus konsisten untuk eksis dalam menjawab tantangan teknologi yang berkembang pesat,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulukumba, Andi Muh. Yakin, turut mengapresiasi pelantikan tersebut. Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah merupakan pilar penting dalam proses kaderisasi yang akan menentukan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di masa depan.
“Pemuda Muhammadiyah Bulukumba menjadi keberlanjutan Muhammadiyah ke depannya,” ujarnya.
Melalui pelantikan serentak sembilan PCPM, peluncuran KAMPAS, dan penandatanganan kerja sama lintas lembaga, PDPM Bulukumba berharap lahir semakin banyak kader muda yang mampu menjadi pelopor dakwah, penggerak pembangunan desa, serta mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bulukumba.






















