Scroll untuk baca artikel
Berita

Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat, Muhammadiyah Maros Utus Tiga Amil Ikuti Sertifikasi Nasional

×

Perkuat Profesionalisme Pengelolaan Zakat, Muhammadiyah Maros Utus Tiga Amil Ikuti Sertifikasi Nasional

Share this article

KHITTAH.CO, JAKARTA – Muhammadiyah Kabupaten Maros melalui Lazismu Maros mengutus tiga amil untuk mengikuti Uji Kompetensi dan Sertifikasi Amil yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Keuangan Syariah, Kamis, 2 Juli 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah Maros dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat di daerah.

Baca juga: Tingkatkan Layanan dan Tata Kelola Organisasi, Lazismu Maros Kunjungi PCM Setiabudi Pamulang

Tiga amil yang mengikuti sertifikasi tersebut adalah Muh Alwi Alamsyah, Nur Shalshabilah Hakim, dan Musfirah. Mereka menjalani proses asesmen kompetensi yang mencakup berbagai aspek pengelolaan zakat, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, pelayanan muzaki, tata kelola kelembagaan, hingga penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan dana ZISKA.

Manager Lazismu Maros, Muh Alwi Alamsyah, mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan strategis bagi lembaga zakat di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi, akuntabilitas, dan kualitas layanan.

«“Amil zakat hari ini dituntut tidak hanya memiliki semangat melayani umat, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional. Melalui sertifikasi ini, kami ingin memastikan bahwa pengelolaan zakat di Lazismu Maros dilakukan oleh SDM yang profesional, kompeten, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan filantropi Islam yang semakin kompleks,” ujar Alwi.»

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus penguatan kelembagaan Lazismu Maros dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat dapat dikelola secara amanah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi penerima manfaat.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Maros, Muhammad Nurdin, menyampaikan apresiasi atas kesediaan para amil mengikuti proses sertifikasi kompetensi yang menjadi standar profesional bagi pengelola zakat di Indonesia.

Ia berharap keikutsertaan amil Lazismu Maros dalam sertifikasi nasional tersebut menjadi awal lahirnya budaya kerja yang semakin profesional dan berorientasi pada kualitas pelayanan umat.

«“Kami berharap sertifikasi ini tidak hanya menjadi pengakuan kompetensi secara individu, tetapi juga menjadi energi baru bagi penguatan kelembagaan Lazismu Maros. Ke depan, kami ingin seluruh amil memiliki standar kompetensi yang baik sehingga mampu menghadirkan layanan zakat yang semakin terpercaya, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Muhammad Nurdin.»

Lebih lanjut, Nurdin menegaskan bahwa peningkatan kapasitas amil merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan gerakan zakat Muhammadiyah. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap lembaga zakat harus dijaga melalui tata kelola yang profesional serta didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten.

«“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama lembaga zakat. Karena itu, penguatan kompetensi amil harus menjadi agenda bersama. Kami ingin Lazismu Maros tumbuh sebagai lembaga yang tidak hanya kuat dalam penghimpunan, tetapi juga unggul dalam tata kelola, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.»

Baca juga: Jelang Musywil XXV, Rektor Unismuh Makassar Ingatkan IPM Sulsel Perkuat Ideologi Muhammadiyah

Keikutsertaan tiga amil Lazismu Maros dalam sertifikasi nasional ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Maros dalam mendukung penguatan ekosistem zakat nasional. Dengan hadirnya amil-amil yang tersertifikasi, diharapkan kualitas pengelolaan zakat semakin meningkat sehingga mampu mendorong lahirnya program-program pemberdayaan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi umat.

Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat Muhammadiyah untuk terus menghadirkan tata kelola amal usaha dan lembaga filantropi yang modern, profesional, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply