Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Pimpinan Unismuh Temui Gubernur Sulsel, Matangkan Peresmian Markaz Huffadz

×

Pimpinan Unismuh Temui Gubernur Sulsel, Matangkan Peresmian Markaz Huffadz

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menerima audiensi jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Makassar, Selasa, 8 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas persiapan peresmian Gedung Markaz Huffadz Unismuh Makassar yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 29 September 2026.

Dalam pertemuan itu, Andi Sudirman menyatakan kesiapannya menghadiri agenda peresmian tersebut.

Peresmian Markaz Huffadz juga direncanakan dihadiri Pendiri Asian Muslim Charity Foundation (AMCF) Dubai, Uni Emirat Arab, Dr (HC) Syekh Mohammad MT Al Khoory.

Delegasi Unismuh dipimpin Rektor Dr Ir Abd Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., bersama Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Prof Gagaring Pagalung. Turut hadiri Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor II Dr Ihyani Malik, M.Si., dan Wakil Rektor IV Dr Burhanuddin, M.Si.

Gubernur Sulsel dalam audiensi tersebut didampingi Andi Iqbal Najamuddin.

Markaz Huffadz Bukan Sekadar Gedung

Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda mengatakan keberadaan Markaz Huffadz tidak semata-mata dimaknai sebagai penambahan fasilitas fisik kampus.

Menurutnya, Markaz Huffadz menjadi bagian dari komitmen Unismuh dalam menyiapkan generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki karakter kuat sekaligus kapasitas akademik.

“Kami berharap kehadiran Bapak Gubernur dalam peresmian Markaz Huffadz dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika Unismuh Makassar serta para santri penghafal Al-Qur’an,” ujar Rakhim Nanda.

Ia menjelaskan, pembinaan di Markaz Huffadz akan diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memiliki kekuatan hafalan, tetapi juga wawasan keilmuan dan kemampuan akademik yang memadai.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga kualitas keilmuan dan karakter. Para huffadz harus memiliki kapasitas untuk hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” kata Rakhim Nanda.

Karena itu, menurutnya, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi penting agar pembinaan mahasiswa dapat terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Gubernur Tekankan Tata Kelola dan Standar Mutu

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik rencana pengembangan Markaz Huffadz Unismuh Makassar.

Ia menekankan pentingnya tata kelola lembaga yang ditopang standar operasional yang jelas agar pembinaan dapat berlangsung secara profesional dan berkelanjutan.

“Kalau ada aturan atau standar tata cara operasional yang baku seperti SOP, lembaga ini akan berjalan dengan sistem yang kuat, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, keberadaan sistem dan standar yang jelas juga penting untuk menjaga konsistensi mutu lembaga dalam jangka panjang.

Gubernur juga mendorong agar pengelolaan Markaz Huffadz memiliki rujukan regulasi, standar kompetensi, dan sistem pengakuan yang memadai.

Hal itu dinilai penting agar alumnus tidak hanya memiliki kemampuan hafalan, tetapi juga kompetensi yang dapat dikenali dan memiliki daya saing lebih luas.

Dorong Markaz Huffadz Jadi Pusat Keunggulan

Audiensi tersebut juga membahas arah pembinaan akademik Markaz Huffadz agar tidak berhenti pada penguatan hafalan secara tekstual.

Pembinaan dirancang untuk memperluas wawasan keislaman mahasiswa, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan jejaring dengan ulama dan lembaga Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Penerapan standar operasional, sistem penjaminan mutu, serta pengelolaan pembelajaran yang terukur diharapkan menjadi fondasi pengembangan Markaz Huffadz ke depan.

Unismuh menargetkan Markaz Huffadz dapat berkembang menjadi salah satu pusat keunggulan pembinaan penghafal Al-Qur’an di kawasan Indonesia Timur.

Audiensi ditutup dengan pembahasan teknis dan koordinasi keprotokolan untuk mematangkan rangkaian peresmian yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.

Kehadiran Markaz Huffadz juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan akses terhadap pendidikan keagamaan dan akademik yang bermutu serta pengembangan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan.

Sinergi antara Unismuh Makassar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan mitra internasional juga beririsan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga filantropi dalam membangun sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply