Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar Ajak 100 Peserta Jaga Nalar Kritis di Era AI

×

PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar Ajak 100 Peserta Jaga Nalar Kritis di Era AI

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Panrita Mandiri Global (PMG) bersama Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Makassar (DPP IKA Unismuh Makassar) mengajak generasi muda menjaga nalar kritis, karakter, dan identitas budaya di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pesan tersebut mengemuka dalam Sarasehan Budaya bertajuk “Sumpah Pemuda 5.0: Selamatkan Pemuda dari Brainrot di Era Tsunami AI” yang diikuti sekitar 100 peserta di I-GIFT Unismuh Makassar, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi akademisi, budayawan, pemuda, dan masyarakat untuk membahas dampak perkembangan AI serta derasnya arus informasi digital terhadap cara berpikir dan perilaku generasi muda. Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kemampuan berpikir mandiri dan kepekaan terhadap kebudayaan.

Sarasehan dibuka secara resmi oleh Muhammad Thahir, S.Pd., M.Pd., yang mewakili DPP IKA Unismuh Makassar dari Bidang Kearifan Lokal, Seni, Budaya, dan Pariwisata.

Mengusung slogan “Berakar pada Nilai, Bertumbuh Bersama Teknologi, Berdaya untuk Peradaban”, kegiatan ini menempatkan literasi kritis dan pelestarian budaya sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman.

Bahas Brainrot dan Tantangan Nalar Kritis di Era AI

Sarasehan menghadirkan empat narasumber, yakni Iswadi, S.S., M.A., dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan; Dr. Meisar Ashari, S.Pd., M.Sn., dari Program Studi Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar; Dr. Siti Suwadah Rimang, M.Hum.; serta budayawan Dr. Andi Faisal, M.Hum. Diskusi dipandu Akbar Aba, S.Pd., M.Ed., sebagai moderator.

Pembahasan berfokus pada fenomena brainrot, literasi kritis, etika penggunaan AI, kreativitas, serta pentingnya kearifan lokal dalam membentuk karakter generasi muda.

Di tengah kemudahan memperoleh informasi dan menghasilkan konten melalui AI, kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, membaca secara mendalam, dan mengevaluasi informasi menjadi semakin penting. Teknologi perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas, bukan menggantikan proses berpikir dan penilaian kritis manusia.

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan tantangan mempertahankan identitas budaya di tengah perubahan pola komunikasi dan konsumsi informasi digital. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas dengan tetap berpijak pada nilai sosial dan kebudayaan.

Kolaborasi Pendidikan dan Kebudayaan untuk Generasi Muda

Kolaborasi PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar menjadi upaya mempertemukan perspektif pendidikan, kebudayaan, dan perkembangan teknologi dalam satu forum diskusi. Kegiatan ini juga didukung Ketua DPP IKA Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, A.Md., S.Pd., M.Hum., sebagai bagian dari penguatan sinergi alumni dan gerakan kebudayaan.

Ketua Bidang Kearifan Lokal, Seni, Budaya, dan Pariwisata DPP IKA Unismuh Makassar, Dr. Siti Suwadah Rimang, S.Pd., M.Hum., turut hadir sebagai narasumber. Kehadirannya memperkuat perspektif mengenai pentingnya mengenali, merawat, dan mengembangkan kekayaan budaya lokal agar tetap relevan bagi generasi muda.

Ketua PMG, Herli, S.Sos., M.AP., juga menjadi bagian dari kolaborasi yang mendorong penguatan ruang dialog tentang pemanfaatan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PMG sekaligus Ketua Komite Seni dan Budaya DPP IKA Unismuh Makassar, Dr. Maria Ulviani, S.Pd., M.Pd., turut berperan dalam sinergi pendidikan, literasi kritis, dan kebudayaan yang menjadi landasan kegiatan tersebut.

Melalui sarasehan ini, PMG dan DPP IKA Unismuh Makassar mendorong agar perkembangan teknologi berjalan seiring dengan penguatan kualitas manusia dan keberlanjutan kebudayaan. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan historis, tetapi menjadi dorongan bagi generasi muda untuk merawat persatuan, mengembangkan kreativitas, dan menghadapi perubahan zaman secara kritis.

Teknologi boleh semakin canggih, tetapi kemampuan berpikir mandiri, karakter, dan kepedulian terhadap kebudayaan tetap menjadi fondasi penting bagi masa depan generasi muda.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply