KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara, Prof Dr dr Budu, PhD, SpM(K), MMedEd, mengapresiasi keberadaan Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar sebagai perguruan tinggi vokasi kesehatan yang dinilai mampu mengikuti dinamika perkembangan pendidikan tinggi dan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Apresiasi tersebut disampaikan Budu saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda Ke-8 PoltekMu Makassar di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (22/10/2026).
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi swasta, Budu menilai kemampuan beradaptasi, menjaga tata kelola kelembagaan, serta mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat menjadi faktor penting bagi keberlanjutan institusi pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, ia memberikan perhatian terhadap posisi PoltekMu Makassar dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Menurut Budu, keberadaan institusi berbentuk politeknik memiliki peran tersendiri dalam pengembangan pendidikan tinggi, terutama karena pendidikan vokasi menitikberatkan penguasaan keterampilan dan penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia kerja.
Ia menilai PoltekMu Makassar memperlihatkan kemampuan mengikuti perkembangan pendidikan tinggi, khususnya pada bidang kesehatan yang terus mengalami perubahan seiring kemajuan teknologi.
Budu juga menyinggung perkembangan teknologi diagnostik dan pelayanan kesehatan yang menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan kompetensi yang diajarkan kepada mahasiswa.
Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PoltekMu Makassar untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang menghasilkan tenaga kesehatan dengan keterampilan sesuai kebutuhan masyarakat.
Soroti Tantangan Perguruan Tinggi Swasta
Dalam kesempatan itu, Budu turut menyoroti dinamika yang dihadapi perguruan tinggi swasta di wilayah kerja LLDIKTI IX.
Ia mengungkapkan bahwa tidak semua perguruan tinggi swasta mampu mempertahankan perkembangan kelembagaannya. Sebagian menghadapi persoalan yang memengaruhi keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan, mulai dari masalah tata kelola hingga kemampuan merespons perubahan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah ketidakharmonisan hubungan antara badan penyelenggara atau yayasan dan pengelola perguruan tinggi.
Menurut Budu, hubungan kelembagaan yang tidak berjalan baik dapat menghambat pengambilan keputusan, pengembangan institusi, serta pelaksanaan program pendidikan.
Ia menekankan pentingnya keselarasan antara pengelola yayasan dan pimpinan perguruan tinggi dalam merumuskan arah pengembangan institusi.
Selain tata kelola, perguruan tinggi juga harus mampu membaca perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Program pendidikan yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan dunia kerja berisiko menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya tarik dan keberlanjutannya.
Dalam konteks tersebut, Budu menempatkan kemampuan adaptasi sebagai salah satu unsur penting yang harus dimiliki perguruan tinggi, termasuk institusi pendidikan vokasi kesehatan seperti PoltekMu Makassar.
Lulusan Harus Membuktikan Kompetensi
Meski memberikan apresiasi terhadap perkembangan PoltekMu Makassar, Budu mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi pada akhirnya harus dibuktikan melalui kemampuan lulusannya memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Menurut dia, pencapaian akademik dan keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan modal awal. Setelah memasuki dunia kerja, lulusan harus mampu menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan benar-benar dapat diterapkan.
Ia menekankan pentingnya lulusan PoltekMu Makassar menjaga kompetensi dan membangun kepercayaan masyarakat melalui pekerjaan yang dilakukan secara profesional.
Pesan tersebut menjadi perhatian penting bagi lulusan bidang kesehatan, mengingat profesi yang akan mereka jalani berkaitan langsung dengan pelayanan dan keselamatan manusia.
Lulusan radiologi, teknologi laboratorium medis, teknologi elektromedis, dan sanitasi memiliki bidang keahlian berbeda, tetapi saling berkaitan dalam mendukung kualitas pelayanan kesehatan.
Bagi Budu, kemampuan lulusan menjalankan pekerjaan sesuai kompetensi menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa nama baik almamater tidak hanya dibangun melalui prestasi institusi, melainkan turut ditentukan oleh kualitas pekerjaan dan perilaku para alumninya.
Karena itu, lulusan diharapkan tidak berhenti meningkatkan kemampuan setelah memperoleh ijazah. Mereka perlu terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta membangun profesionalisme sesuai perkembangan bidang pekerjaannya.
PoltekMu Luluskan 250 Mahasiswa
Apresiasi Budu terhadap PoltekMu Makassar disampaikan dalam momentum wisuda yang mencatat sejumlah capaian akademik institusi tersebut.
Direktur PoltekMu Makassar, Prof Dr KH Mustari Bosra, MA, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun akademik 2025/2026, perguruan tinggi tersebut meluluskan sebanyak 250 mahasiswa dari empat program studi diploma tiga bidang kesehatan.
Sebanyak 139 lulusan berasal dari Program Studi D3 Radiologi, 58 lulusan dari D3 Teknologi Elektromedis, 40 lulusan dari D3 Teknologi Laboratorium Medis, dan 13 lulusan dari D3 Sanitasi.
Dari sisi capaian akademik, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,64, dengan IPK tertinggi sebesar 3,97.
Sementara itu, tingkat penyelesaian studi tepat waktu mencapai 80 persen, dengan rata-rata masa studi sekitar tiga tahun.
Mustari mengatakan, capaian akademik tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur perguruan tinggi, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak dapat diukur hanya berdasarkan jumlah lulusan dan capaian akademik.
“Dalam pendidikan vokasi, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan ilmu dan keterampilan dalam dunia kerja,” ujar Mustari.
Menurut dia, alumni PoltekMu Makassar telah berkiprah di berbagai rumah sakit, baik di Sulawesi Selatan maupun di luar provinsi tersebut.
Keberadaan alumni dalam fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu gambaran keterkaitan pendidikan yang diselenggarakan PoltekMu dengan dunia kerja.
Penguatan Mutu Dosen
Selain capaian akademik mahasiswa, PoltekMu Makassar juga melakukan penguatan kualitas tenaga pendidik.
Mustari menyampaikan bahwa dua dosen telah menyelesaikan pendidikan doktor atau strata tiga (S-3), sedangkan tujuh dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktoral.
Di sisi lain, empat dosen tambahan telah memperoleh sertifikasi pendidik sehingga sekitar 70 persen dosen PoltekMu Makassar kini telah tersertifikasi.
Peningkatan kualifikasi dosen tersebut diharapkan memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta kemampuan institusi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Penguatan sumber daya manusia menjadi semakin penting karena pendidikan vokasi dituntut menghadirkan proses pembelajaran yang berkaitan erat dengan praktik profesional dan perubahan kebutuhan dunia kerja.
Mustari menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui evaluasi dan perbaikan yang terencana.
“Kami menyadari bahwa peningkatan mutu merupakan proses keberlanjutan yang membutuhkan komitmen seluruh civitas akademika,” katanya.
Menjaga Relevansi Pendidikan Vokasi
Pesan Prof Budu dalam wisuda tersebut mempertegas tantangan yang dihadapi perguruan tinggi vokasi kesehatan, yakni menjaga keseimbangan antara kualitas akademik, kompetensi profesional, tata kelola kelembagaan, dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi.
Bagi PoltekMu Makassar, apresiasi dari pimpinan LLDIKTI Wilayah IX sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan membuktikan relevansi lulusannya di dunia kerja.
Dengan 250 lulusan pada tahun serta penguatan kualitas tenaga pendidik, PoltekMu Makassar memiliki modal untuk melanjutkan pengembangan institusi di tengah perubahan kebutuhan tenaga kesehatan.
Namun, sebagaimana ditekankan Budu, ukuran keberhasilan pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian selama berada di kampus. Kemampuan lulusan menerapkan ilmu, menjaga profesionalisme, dan memperoleh kepercayaan masyarakat menjadi pembuktian yang tidak kalah penting.
Tantangan itulah yang perlu terus dijawab PoltekMu Makassar dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.






















