KHITTAH.CO, MAKASSAR — Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai Universitas Muhammadiyah Makassar atau Unismuh Makassar telah berada pada jalur yang tepat dalam mengembangkan pendidikan tinggi Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof Mahfud Sholihin PhD Ak CA CPA (Aust), dalam amanatnya pada Wisuda Ke-88 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Mahfud merupakan Guru Besar bidang Etika dalam Akuntansi Manajemen pada Departemen Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam amanatnya, ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor Unismuh Makassar, Badan Pembina Harian, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan seluruh sivitas akademika yang dinilai telah mengelola Unismuh dengan baik.
Menurut dia, berbagai pengakuan yang disampaikan pihak eksternal dalam wisuda tersebut menjadi tanda bahwa Unismuh terus menunjukkan kemajuan.
“Kami di Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melihat bahwa Unismuh ini sudah on the right track,” ujar Mahfud.
Ia mengatakan, arah Unismuh sudah sejalan dengan cita-cita pendidikan Muhammadiyah, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya di Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Unismuh Makassar. Ia menyebut para wisudawan termasuk orang-orang yang beruntung karena pernah menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Menurut Mahfud, Unismuh tidak hanya menunjukkan capaian dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pengelolaan kelembagaan. Ia secara khusus menyinggung capaian tata kelola keuangan Unismuh yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP.
Dengan latar belakang keilmuan akuntansi, Mahfud menilai capaian tersebut menunjukkan adanya kepercayaan terhadap tata kelola universitas. Ia menyebut kinerja Unismuh, baik dalam aspek finansial maupun nonfinansial, pendidikan maupun nonpendidikan, telah menunjukkan perkembangan yang baik.
“Kalau dari perspektif akuntansi, baik kinerja finansial maupun nonfinansial, pendidikan maupun nonpendidikan, ini sudah luar biasa,” katanya.
Mahfud juga mengapresiasi semangat transformasi Unismuh melalui tagline I-GIFt. Menurut dia, arah pengembangan tersebut memperlihatkan keseriusan Unismuh membangun kampus yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Kepada para wisudawan, Mahfud berpesan agar mereka memanfaatkan keunggulan sebagai lulusan perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia mengingatkan, kampus Muhammadiyah tidak hanya menjalankan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga Catur Dharma.
Catur Dharma itu mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam Kemuhammadiyahan. Menurut Mahfud, tambahan dharma Al-Islam Kemuhammadiyahan menjadi pembeda sekaligus keunggulan kompetitif lulusan Unismuh.
“Kampus Muhammadiyah ini Catur Dharma. Kalau dari sini saja adik-adik sudah punya competitive advantage,” ujarnya.
Ia berharap para lulusan dapat membawa nilai lebih tersebut dalam kehidupan masyarakat dan dunia kerja. Keunggulan itu, kata Mahfud, tidak hanya penting untuk kehidupan profesional, tetapi juga menjadi bekal kebahagiaan dunia dan akhirat.
Pada Wisuda Ke-88 ini, Unismuh Makassar mengukuhkan 1.411 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Momentum wisuda tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd, serta unsur pemerintah, Kopertais, LLDIKTI, Persyarikatan Muhammadiyah, dan keluarga wisudawan.
Bagi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, capaian Unismuh menunjukkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia tersebut terus memperkuat peran sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing, berkarakter, dan berakar pada nilai Islam Berkemajuan.




















