KHITTAH.CO, BULUKUMBA — Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) menggelar kegiatan pelatihan bertajuk “Artificial Intelligence in Education” bagi guru SMAN 14 Bulukumba, Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin oleh Dr. Maya Masita, S.Pd., M.Pd. selaku ketua pelaksana, dengan anggota tim yang terdiri atas Dr. H. Fahmi Room, M.Hum., Dr. Andi Nurhikmah, S.Pd., M.Pd., Andi Eritme Yustika Abrar, S.Pd., M.Pd., Andi Anugrah M., S.Pd., M.Pd., dan Syayyidina Ali, S.Pd., M.Hum.
Pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai AI, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada para guru. Materi kegiatan mencakup pengenalan Artificial Intelligence dalam konteks pendidikan, praktik menyusun prompt yang efektif, pemanfaatan AI untuk merancang materi dan aktivitas pembelajaran, hingga proses evaluasi dan penyempurnaan keluaran (output) yang dihasilkan AI.
Melalui sesi praktik, para guru diarahkan untuk menggunakan AI sebagai alat bantu dalam mengembangkan perangkat dan bahan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik. Guru tidak hanya belajar menghasilkan konten dengan bantuan AI, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menilai, memverifikasi, dan menyesuaikan hasil yang diperoleh agar tetap relevan dan berkualitas.
Aspek etika juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan AI di lingkungan pendidikan, antara lain privasi dan keamanan data, hak cipta, plagiarisme, potensi bias dalam keluaran AI, serta akuntabilitas guru dalam menggunakan teknologi tersebut.
Dengan demikian, pemanfaatan AI tidak diarahkan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai teknologi pendukung yang dapat membantu meningkatkan efektivitas dan kreativitas dalam proses pembelajaran.
Salah satu capaian utama kegiatan ini adalah setiap guru peserta menghasilkan satu produk pembelajaran berbantuan AI. Produk tersebut kemudian diperiksa, dievaluasi, dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa sehingga tidak semata-mata bergantung pada hasil yang dihasilkan oleh teknologi.
Ketua Pelaksana, Dr. Maya Masita, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru dalam mengintegrasikan AI secara tepat dalam pembelajaran.
“Sebagai Ketua Pelaksana, saya berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para guru SMAN 14 Bulukumba dalam memanfaatkan AI secara kreatif, efektif, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran AI dalam dunia pendidikan perlu ditempatkan secara proporsional. AI dapat membantu guru dalam berbagai tahapan pembelajaran, tetapi kreativitas, pertimbangan profesional, dan peran pedagogis guru tetap menjadi bagian yang tidak tergantikan.
“AI diharapkan menjadi alat bantu yang mendukung guru dalam merancang pembelajaran, bukan menggantikan peran dan kreativitas guru. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tambah Dr. Maya.
Sementara itu, Kepala UPT SMAN 14 Bulukumba, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian yang memberikan kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
Ia menilai pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan guru saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan AI yang semakin cepat dan mulai memberikan pengaruh terhadap proses pembelajaran.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini karena memberikan wawasan dan pengalaman baru kepada guru-guru SMAN 14 Bulukumba. AI merupakan perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari, sehingga guru perlu memahami bagaimana memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab,” ujar Arifuddin.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya penting dari sisi penguasaan teknologi, tetapi juga karena memberikan pemahaman kepada guru mengenai batasan dan etika dalam menggunakan AI.
“Yang paling penting adalah bagaimana AI digunakan untuk mendukung proses pembelajaran tanpa menghilangkan peran guru. Guru tetap harus melakukan verifikasi dan menyesuaikan setiap hasil yang diperoleh AI dengan kebutuhan serta karakteristik siswa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan melalui kerjasama yang berkelanjutan antara SMAN 14 Bulukumba dan UM Bulukumba,” lanjutnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat kolaborasi antara UM Bulukumba dan satuan pendidikan di Kabupaten Bulukumba.
Melalui pelatihan Artificial Intelligence in Education, para guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pendidik yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mengintegrasikan AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan bagi peserta didik di era digital.
(Syayyidina Ali)






















