KHITTAH.CO, ENREKANG — Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menggelar pelatihan dan sertifikasi Supervisor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Konstruksi Jenjang 6 bagi 50 peserta di Aula Kampus I UNIMEN, Kabupaten Enrekang, pada 28–30 Oktober 2026. Program yang bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI, ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah sehingga peserta tidak dipungut biaya.
Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi alumni Program Studi Teknik Sipil UNIMEN dan alumni Teknik Sipil dari perguruan tinggi lain. Dari total 50 peserta, sebanyak 38 orang merupakan alumni UNIMEN, sedangkan 12 lainnya berasal dari Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Program Studi Teknik Sipil UNIMEN, Inarmiwati, mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing alumni agar memiliki pengetahuan serta keterampilan di bidang keselamatan kerja konstruksi.
“Peserta pelatihan ini berjumlah 50 orang, masing-masing 38 dari UNIMEN dan 12 orang dari alumni Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Makassar,” ujar Inarmiwati.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk mendukung ketersediaan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan profesional, sekaligus memiliki sertifikat kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Menurut Inarmiwati, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penerapan standar K3 dalam pekerjaan konstruksi, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti proses uji sertifikasi berdasarkan skema dan ketentuan yang berlaku.
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Tenaga Konstruksi
Kepala Seksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad Nithasi Damopoli, mengatakan pelatihan dan sertifikasi tersebut penting untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta pemahaman tenaga kerja konstruksi mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.
Ia berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam lingkungan kerja.
“Melalui pelatihan ini, kita berharap tenaga kerja konstruksi semakin kompeten dan mampu menerapkan standar keselamatan kerja dengan baik. Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya gratis, dengan pembiayaan 100 persen dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar,” kata Damopoli.
Ia juga meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualifikasi profesional dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja di sektor konstruksi.
“Manfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya, ikuti seluruh rangkaian kegiatan secara sungguh-sungguh, dan raihlah kompetensi yang dapat mendukung profesionalisme di dunia kerja,” ujarnya.
Dorong Budaya Keselamatan Kerja di Sektor Konstruksi
Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan UNIMEN, Dr. Ismaya, mengapresiasi kolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar. Menurut dia, program tersebut memberikan kesempatan bagi alumni, khususnya di Kabupaten Enrekang, untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh pengakuan profesional melalui sertifikasi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar yang telah memfasilitasi kegiatan ini secara gratis dengan pembiayaan 100 persen. Ini merupakan kesempatan berharga bagi tenaga kerja konstruksi, khususnya di Kabupaten Enrekang, untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh sertifikasi sesuai bidangnya,” kata Ismaya.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan konstruksi.
Menurut Ismaya, penerapan standar K3 merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
“Semoga kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor konstruksi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui program ini, UNIMEN berharap kerja sama dengan pemerintah dapat terus diperluas untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kerja konstruksi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.






















