KHITTAH.CO, SINJAI — Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) melepas peserta Orientasi ke-V Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kafilah Penuntun Dr. Asriadi Ar UMSi, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 ini diarahkan untuk membentuk kader HW yang tangguh, berani menghadapi tantangan, loyal dalam pengabdian, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air yang berlandaskan Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
Pelepasan peserta berlangsung di Pelataran Kampus UMSi dan dilakukan langsung oleh Wakil Rektor III UMSi, Dr. Mochamad Nurdin, S.IP., M.A. Orientasi mengusung tema “Kader HW Tangguh: Berani dalam Tantangan, Loyal dalam Pengabdian” dan dilaksanakan di Kampus UMSi serta Desa Salohe, Kecamatan Sinjai Timur.
Tekankan Karakter dan Semangat Perjuangan
Dr. Mochamad Nurdin mengatakan, kegiatan kepanduan tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, keberanian, loyalitas, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, kader Hizbul Wathan perlu memiliki pemahaman tentang nilai perjuangan yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut Jenderal Soedirman sebagai salah satu sosok yang dapat menjadi inspirasi bagi kader dalam memahami arti perjuangan, cinta tanah air, dan pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai agama.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan generasi kepanduan, mengembangkan pengalaman terhadap perjuangan yang terinspirasi dari Jenderal Soedirman selaku kader utama di awal kemerdekaan yang meletakkan konsepsi cinta tanah air dan agama Islam,” ujar Dr. Mochamad Nurdin.
Ia menekankan pentingnya memperkuat semangat cinta tanah air di kalangan generasi muda, khususnya kader Hizbul Wathan, dengan tetap berpijak pada nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Diharapkan kegiatan ini menguatkan cinta tanah air yang berlandaskan Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” katanya.
Kader Didorong Responsif Hadapi Perubahan
Lebih lanjut, Dr. Mochamad Nurdin berharap seluruh proses dalam Orientasi ke-V dapat menjadi pengalaman yang membentuk kesiapan peserta menghadapi perkembangan zaman.
Menurutnya, kader Hizbul Wathan tidak cukup hanya memiliki kemampuan kepanduan, tetapi juga harus memiliki keberanian mengambil sikap, loyal dalam menjalankan amanah, serta mampu merespons berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kita berharap menghadirkan kader yang siap berjuang dan responsif terhadap tantangan di masa yang akan datang,” tuturnya.
Nilai keberanian dan loyalitas tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan orientasi berlangsung. Peserta juga diharapkan menerapkannya dalam kehidupan akademik, organisasi, persyarikatan, dan masyarakat.
Melalui Orientasi ke-V ini, UMSi menargetkan lahirnya kader Hizbul Wathan yang memiliki kemampuan kepanduan sekaligus karakter kepemimpinan, solidaritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Rangkaian kegiatan selama empat hari tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat kebersamaan, memperluas pengalaman, serta menumbuhkan semangat pengabdian sebagai bagian dari generasi muda Muhammadiyah.






















