Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Wakil Rektor I Unismuh Titip Empat Amanah kepada 36 Mahasiswa Peserta KKN MAs

×

Wakil Rektor I Unismuh Titip Empat Amanah kepada 36 Mahasiswa Peserta KKN MAs

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Sebanyak 36 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar akan mengemban tugas sebagai duta kampus dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–‘Aisyiyah (KKN-MAs) 2026 di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Para mahasiswa dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, yang akrab disapa Prof Andis, di Ruang Rapat Senat, Gedung Iqra Lantai 17, Kamis, 23 Juli 2026.

Peserta dijadwalkan berangkat menuju Malang pada 26 Juli 2026. Mereka akan mengikuti rangkaian KKN-Mas pada 29 Juli hingga 31 Agustus 2026 dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai perguruan tinggi tuan rumah.

Di hadapan mahasiswa, pimpinan fakultas, program studi, dosen pembimbing, dan jajaran Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Prof Andis menegaskan bahwa keberangkatan tersebut bukan sekadar perjalanan akademik ataupun kesempatan mengunjungi daerah lain.

Menurutnya, setiap peserta membawa nama Unismuh Makassar sekaligus identitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di tengah masyarakat Kabupaten Malang.

“Ananda ke sana bukan hanya jalan-jalan. Ananda adalah duta Unismuh, duta Muhammadiyah, dan duta ‘Aisyiyah di Kabupaten Malang,” pesan Prof Andis.

Ia menyebut KKN-Mas sebagai amanah strategis Persyarikatan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memperlihatkan potensi, keterampilan, dan kompetensi akademiknya, tetapi juga menghadirkan karakter serta nilai-nilai yang menjadi identitas mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

“Ini merupakan amanah strategis bagi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kalian harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa seperti inilah mahasiswa Muhammadiyah,” ujarnya.

*Membawa Empat Amanah*

Prof Andis mengingatkan bahwa terdapat empat amanah yang melekat pada setiap peserta KKN-Mas. Keempatnya adalah amanah pribadi sebagai mahasiswa, amanah orang tua, amanah Persyarikatan, serta amanah kepada bangsa dan negara.

Karena itu, seluruh aktivitas mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian harus mencerminkan tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kematangan moral.

Mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater dalam setiap interaksi dengan masyarakat, mahasiswa dari perguruan tinggi lain, serta pemerintah dan unsur lokal di tempat pengabdian.

Prof Andis secara khusus meminta mahasiswa menjaga identitasnya sebagai bagian dari Unismuh Makassar. Salah satu simbol identitas tersebut adalah jas almamater yang dikenakan selama menjalankan kegiatan resmi KKN-Mas.

Menurutnya, jas almamater bukan semata-mata pakaian formal, melainkan pengingat bahwa perilaku setiap mahasiswa akan dilihat sebagai gambaran institusi yang diwakilinya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memakmurkan masjid, menjaga ibadah berjemaah, dan menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan keteladanan moral dan spiritual.

Kesempatan Langka bagi Mahasiswa

Prof Andis menyebut keikutsertaan dalam KKN-Mas sebagai kesempatan istimewa. Dari ribuan mahasiswa dalam satu angkatan, hanya 36 mahasiswa Unismuh yang mengikuti program tersebut pada 2026.

Ia meminta mahasiswa mensyukuri kesempatan itu dan memanfaatkannya sebagai pengalaman akademik, sosial, serta pengembangan diri.

“Tidak semua orang bisa melalui pengalaman ini. Dari ribuan mahasiswa, hanya 36 orang yang memperoleh kesempatan mengikuti KKN-Mas,” katanya.

Pengalaman mengikuti KKN-Mas, lanjutnya, tidak hanya dapat dicantumkan dalam riwayat hidup mahasiswa. Hal yang lebih penting adalah pengalaman bertemu masyarakat dan mahasiswa dengan latar budaya, daerah, dan disiplin ilmu yang berbeda.

Baca juga: PEKERTI Batch 11 Unismuh Jadi Penutup Skema Daring Penuh

KKN-Mas 2026 akan mempertemukan sekitar 1.600 mahasiswa dari 58 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Keragaman tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk membangun kemampuan komunikasi, kerja sama lintas budaya, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah secara kolaboratif.

Prof Andis meminta mahasiswa Unismuh terbuka untuk belajar dari praktik-praktik baik yang ditemukan di Universitas Muhammadiyah Malang maupun di tengah masyarakat.

“Yang baik di sana silakan dicontoh. Namun, keahlian dan keterampilan yang Ananda miliki juga harus diperlihatkan dan diberikan kepada masyarakat,” pesannya.

Diikuti Mahasiswa dari Lima Fakultas

Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr Muh Arief Muhsin, melaporkan bahwa 36 peserta berasal dari lima fakultas.

Fakultas Agama Islam mengirimkan peserta terbanyak, yakni 23 mahasiswa. Selanjutnya, Fakultas Pertanian sebanyak enam mahasiswa, Fakultas Hukum empat mahasiswa, Fakultas Teknik dua mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik satu mahasiswa.

Para mahasiswa berasal dari sejumlah program studi, antara lain Pengairan, Teknik Elektro, Agroteknologi, Agribisnis, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Hukum Bisnis, dan Ilmu Pemerintahan.

Arief menekankan bahwa KKN tidak boleh berhenti sebagai kegiatan rutin untuk memenuhi persyaratan akademik. Program pengabdian harus membawa ilmu pengetahuan dari kampus untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

“KKN diharapkan betul-betul memberi dampak kepada masyarakat melalui keilmuan yang kita bawa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan,” ujarnya.

KKN-Mas 2026 mengusung semangat mewujudkan desa berkemajuan berbasis ketahanan pangan dan penguatan potensi lokal. Tema tersebut memberi ruang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk menyusun kegiatan yang sesuai dengan masalah, kebutuhan, serta aset yang dimiliki desa.

Mahasiswa bidang pertanian, misalnya, dapat berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan pengembangan komoditas lokal. Mahasiswa teknik dapat mendukung pemanfaatan teknologi tepat guna, sedangkan mahasiswa ilmu sosial, hukum, dan keagamaan dapat mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat, literasi hukum, tata kelola kelembagaan, pendidikan, serta penguatan kehidupan keagamaan.

KKN sebagai Kurikulum Berdampak

Sebelum pelepasan, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam Unismuh, Dr Abd Fattah, menyampaikan tausiah dan pembekalan spiritual kepada para peserta. Ia menekankan bahwa KKN-Mas bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk kolaborasi dan jalan untuk berbagi manfaat kepada masyarakat.

Ia mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan bekal fisik, mental, akademik, dan spiritual. Menurutnya, perjalanan pengabdian akan menghadirkan berbagai tantangan yang memerlukan kesiapan serta keteguhan niat.

Mahasiswa diminta menjadikan ketakwaan sebagai bekal utama dan meluruskan niat bahwa seluruh aktivitas pengabdian dilaksanakan untuk kebaikan serta memperoleh rida Allah SWT.

Abd Fattah juga menghubungkan pelaksanaan KKN-Mas dengan gagasan kurikulum berdampak. Ilmu yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah harus hadir dalam bentuk kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Mahasiswa telah dibekali dengan berbagai keilmuan. KKN menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa ilmu tersebut benar-benar dapat memberikan sumbangsih dan dampak positif,” jelasnya.

Prof Andis berharap para peserta dapat menjaga kekompakan selama hampir satu bulan berada di Malang. Perbedaan disiplin ilmu dan karakter harus menjadi kekuatan untuk melahirkan program yang kolaboratif, bukan menjadi sumber perpecahan.

Ia juga meminta dosen pembimbing, fakultas, program studi, dan LP3M terus berkoordinasi dalam mendampingi peserta. Setiap persoalan yang muncul selama pelaksanaan diminta diselesaikan melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.

Pelepasan ditandai dengan pembacaan basmalah bersama. Dengan membawa empat amanah serta identitas sebagai duta kampus dan Persyarikatan, 36 mahasiswa Unismuh Makassar akan berangkat ke Malang untuk belajar, mengabdi, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply