KHITTAH.CO, MAKASSAR — Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypim) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar periode 2022–2027 berlangsung khidmat di Almadera Hotel, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan tahunan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas perwakilan majelis dan lembaga, organisasi otonom (Ortom) tingkat daerah, serta pimpinan cabang Muhammadiyah se-Kota Makassar.
Ketua PDM Kota Makassar, KH Said Abd Shamad, Lc, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan aktif memberikan masukan atas jalannya program persyarikatan.
Menurut dia, Musypim merupakan forum strategis untuk mengonsolidasikan agenda dakwah Muhammadiyah melalui evaluasi dan perumusan arah gerakan ke depan.
“Musypim ini menjadi ruang evaluasi dan refleksi program persyarikatan selama satu tahun terakhir, sekaligus merumuskan arah dan strategi dakwah untuk satu tahun mendatang,” ujarnya.
Selain sebagai forum pengambilan keputusan, Musypim juga menjadi ajang silaturahmi antarstruktur Muhammadiyah agar semangat kolektif tetap terjaga.
“Mari terus menjaga semangat ber-Muhammadiyah, semangat iman dan takwa, karena ini adalah kebaikan fisabilillah,” tuturnya.
Wakil Ketua PDM Kota Makassar, KH Sudirman, menegaskan bahwa tugas utama Muhammadiyah adalah dakwah amar makruf nahi mungkar yang dapat dilakukan melalui berbagai sektor kehidupan.
“Berdakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga lewat ekonomi, sosial politik, lingkungan, media sosial, dan bidang lainnya. Karena itu, tidak ada kata lelah di Muhammadiyah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, mengapresiasi kiprah Muhammadiyah Makassar yang dinilainya terus aktif dan massif dalam menyebarkan dakwah di tengah masyarakat.
“Musypim ini menjadi wadah untuk merumuskan kekuatan persyarikatan melalui musyawarah yang terbuka,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kaderisasi dari tingkat daerah hingga ranting.
“Cabang, ranting, dan masjid harus terus diaktifkan sebagai basis kaderisasi dan penguatan persyarikatan ke depan,” kata Prof Ambo Asse.
Tetapkan Sejumlah Keputusan Strategis
Sekretaris PDM Kota Makassar, Dr Ir Ahmad AC, SE, MM, IPM, menyampaikan bahwa secara umum capaian program kerja persyarikatan selama satu tahun terakhir menunjukkan progres yang positif.
“Secara akumulatif, capaian program sudah berada di kisaran 70 persen, baik di tingkat majelis, lembaga, maupun pimpinan cabang. Insyaallah akan dituntaskan pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa budaya kerja Muhammadiyah menekankan pada aksi nyata, bukan sekadar wacana.
“Muhammadiyah itu bergerak. Prinsipnya sedikit bicara, banyak bekerja,” katanya.
Dalam Musypim tersebut, PDM Kota Makassar juga menetapkan sejumlah keputusan organisatoris, di antaranya:
- Menetapkan Abd Haris Azis sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) almarhum Dr H Muzakkir, M.Pd.I.
- Menetapkan Ketua PD Aisyiyah Kota Makassar, Hj Suryana Yusuf, sebagai Anggota PDM Kota Makassar secara ex officio sesuai amanat Muktamar.
- Menetapkan Drs H Subandi Martonadi, MM sebagai Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Makassar.
- Menetapkan susunan Panitia Pemberangkatan Muktamar ke-49 Muhammadiyah di Sumatera, dengan Drs Muh Arif H Uddin sebagai ketua dan Fahmi Jalaluddin sebagai sekretaris.
Musypim diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi organisasi sekaligus penggerak utama dakwah Muhammadiyah di Kota Makassar.





















