KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Daurah Tahfidz Al-Qur’an Angkatan V yang diikuti oleh 172 santriwati dengan target hafalan 7 juz dalam waktu 17 hari.
Kegiatan ini berlangsung pada 3–19 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 20 Februari hingga 8 Maret 2026.
Kegiatan daurah ini resmi dibuka berlangsung di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin, Jl. Kh. Abd. Jabbar Asyiri Sudiang kota Makassar, Jum’at, 20 Februari 2026.
Direktur Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Masriwary Malik, menyampailan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari program intensif pembinaan hafalan Al-Qur’an di Ummul Mukminin.
Ia menyebut bahwa pogram daurah ini merupakan agenda tahunan yang telah memasuki pelaksanaan ke-5 dan menjadi salah satu program unggulan pesantren dalam meningkatkan kualitas hafalan santriwati.
“Kegiatan dirancang secara sistematis untuk mendorong capaian hafalan dalam waktu yang relatif singkat namun tetap terukur,” tuturnya.
Masriwaty Malik menambahkan bahwa daurah ini juga memanfaatkan momentum bulan Ramadhan sebagai waktu yang dinilai efektif untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an. Suasana spiritual yang kondusif menjadi faktor pendukung dalam proses menghafal.
Baca juga: Gerakan Ketahanan Pangan, Lazismu Makassar Bantu Warga Dhuafa di Pinggiran Kota
Senada disampaikan, Ketua Badan Pembina Pondok Pesantren Ummul Mukminin Siti. Aisyah Kara, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada tim tahfidz terus fokus membina dan mencetak penghafal al-qur’an melalui program daurah ini.
“Ini bagian dari ikhtiar dan juga sejalan dengan salah satu visi misi pondok yakni mencetak kader ulama perempuan,” katanya.
“Seiring dengan pelaksanaan Angkatan V, program daurah tahfidz ini terus mengalami kemajuan dan pengembangan dari segi metode dan sistem pembinaan,” ungkapnya.
Peningkatan tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi kualitas hasil hafalan peserta.
Selain fokus pada hafalan, kegiatan ini turut menekankan pembinaan kedisiplinan dan manajemen waktu.
“Kegiatan daurah tahfidz ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pesantren dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter dan spiritualitas santriwati,” harapnya.
Dengan pelaksanaan yang konsisten setiap tahun, kegiatan ini diharapkan terus memberikan dampak positif dan menjadi model pembinaan tahfidz yang efektif di lingkungan pesantren.
Pelaporan Hafalan Berbasis Digital
Terpisah disampaikan, Ketua Panitia Daurah Tahfidz Ramadan ke-5 Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Irmayani, menyampaikan bahwa jumlah peserta sebanyak 172 santriwati menunjukkan tingginya antusiasme dalam mengikuti program ini.
“Alhamdulilah ada peningkatan jumlah santri yang ikut dan santri ini dari semua jenjang satuan pendidikan SMP, MTs, SMA dan Madrasah Aliyah,” tambahnya.
Alumnus Pascasarjana UIN Alauddin ini menambahkan bahwa pola pembinaan selama mengikuti daurah tahfidz ini sudah terjadwal.
“Pelaksanaan daurah dilakukan dengan jadwal harian yang padat dan terstruktur. Setiap peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi murojaah, setoran hafalan, serta evaluasi rutin untuk memastikan pencapaian target hafalan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, santriwati dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan proses pembinaan dan pengawasan. Pendampingan dilakukan secara intensif guna menjaga kualitas hafalan sekaligus membantu peserta mencapai target yang telah ditentukan.
“Target hafalan 7 juz dalam waktu 17 hari menjadi fokus utama kegiatan ini, bahkan ada yang melebihi hafalannya, Target tersebut disesuaikan dengan kemampuan rata-rata peserta serta metode pembinaan yang telah diterapkan pada pelaksanaan sebelumnya,” katanya.
Ia pula menjelaskan untuk pola pelaporannya ada perbedaaan dengan daurah sebelumnya.
“Rekapan hafalan Daurah Tahfidz Angkatan V tahun ini sangat berbeda dengan daurah Tahfidz Angkatan sebelumnya karena sudah menggunakan (Sistem Pelaporan Hafalan – Daurah Tahfidz Al-Qur’an) rekapan hafalan berbasis digital agar bisa memudahkan orang tua santriwati untuk melihat progres hafalan santriwati masing-masing, namun tetap menggunakan rekapan manual melalui buku mutaba’ah Daurah Tahfidz Al-Qur’an untuk membantu perekapan,” tuturnya.
Pada pembukaan daurah tahfidz ini diawali dengan pengajian oleh Jalaluddin Sanusi.
Jalaludin Sanusi menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan kompas hakiki yang menjaga dan mengarahkan langkah manusia agar tetap berada di jalan yang lurus.
beliau menyampaikan bahwa setiap ayat yang dibaca berfungsi sebagai perisai batin yang membimbing seorang hamba menuju rida Allah SWT.
“Al-Qur’an adalah penjaga setia; ia mengarahkan perilaku kita di dunia dan memastikan langkah kita tetap tegak menuju pintu surga,” ujar Jalaludin di hadapan para santriwati.
Lebih lanjut, beliau menyoroti kemuliaan luar biasa bagi keluarga ahli Qur’an, khususnya para orang tua yang memfasilitasi anaknya menghafal kitab suci.
Menurutnya, setiap huruf yang dihafal oleh sang anak akan memancarkan cahaya “mutiara” kebaikan yang dampaknya dirasakan langsung oleh orang tua sejak di dunia hingga di akhirat kelak. Beliau menekankan bahwa jerih payah orang tua dalam mendidik anak mencintai Al-Qur’an tidak akan pernah sia-sia di mata sang Pencipta.
Sebagai puncak kemuliaan, Jalaludin Sanusi mengingatkan tentang janji Allah bagi orang tua dari seorang hafiz di hari kiamat.
“Kelak, seorang anak yang menghafal Al-Qur’an akan menjadi wasilah bagi orang tuanya untuk mengenakan mahkota kemuliaan yang cahayanya lebih indah dari sinar matahari. Mahkota itu diletakkan langsung di kepala mereka sebagai bentuk penghormatan tertinggi karena telah melahirkan generasi penjaga wahyu,” pungkas beliau dengan khidmat.
Turut hadir dalam pembukaan para Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua BP Siti Aisyah Kara, Muliati Amin, Musdalifah Mannan, Direktur Masriwaty Malik, Para Wakil Direktur, Guru, Karyawan hingga Orangtua santriwati.





















