Scroll untuk baca artikel
Berita

Di Forum QS Singapura, Unismuh Makassar Dalami Tata Kelola Berbasis Data untuk Reputasi Global

×

Di Forum QS Singapura, Unismuh Makassar Dalami Tata Kelola Berbasis Data untuk Reputasi Global

Share this article

KHITTAH.CO, SINGAPURA — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi bereputasi global. Upaya tersebut ditunjukkan melalui partisipasi kampus dalam QS EduData Summit 2026 yang berlangsung di Marina Bay Sands, Singapura, pada 3-4 Juni 2026.

Forum internasional yang mengusung tema Build Your Playbook for Data-Driven Success itu mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, pakar data, inovator teknologi, serta pengambil kebijakan pendidikan tinggi dari berbagai negara. Ajang tahunan yang diselenggarakan QS Quacquarelli Symonds tersebut menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan data, transformasi digital, kecerdasan buatan, dan strategi peningkatan daya saing perguruan tinggi.

Berdasarkan data penyelenggara, sebanyak 287 delegasi dari 142 institusi dan organisasi internasional mengikuti pertemuan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 11 perguruan tinggi yang hadir, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Lampung.

Unismuh Makassar diwakili Ketua Unismuh Global Excellence Center (UGEC) Prof Hartono Bancong serta Ketua Divisi Pemeringkatan dan Daya Saing Ardiana. Kehadiran keduanya merupakan bagian dari strategi kampus dalam memperkuat mutu akademik, memperluas jejaring internasional, dan meningkatkan kapasitas tata kelola kelembagaan yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi global.

Bagi Unismuh, partisipasi dalam forum ini memiliki arti penting. Melalui UGEC, kampus tengah mengakselerasi penguatan sistem data institusi, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, perluasan kerja sama internasional, serta penyusunan strategi pemeringkatan yang lebih terukur. Langkah tersebut sejalan dengan visi Unismuh untuk menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global.

Di sela kegiatan, Prof Hartono Bancong juga melakukan pertemuan dengan Regional Partnership Director ASEAN QS Quacquarelli Symonds, E Way Chong. Pertemuan itu membuka peluang komunikasi yang lebih intensif terkait pengelolaan data institusi, pemeringkatan internasional, serta pengembangan kolaborasi akademik lintas negara.

Menurut Hartono, reputasi universitas tidak dapat dibangun secara instan. Capaian tersebut harus ditopang oleh tata kelola yang kuat, data yang akurat, publikasi ilmiah berkualitas, jejaring internasional yang produktif, serta komitmen seluruh sivitas akademika.

“Partisipasi Unismuh Makassar dalam QS EduData Summit 2026 merupakan bagian dari ikhtiar kelembagaan untuk terus belajar dari praktik terbaik dunia. Reputasi global harus dibangun melalui data yang kuat, strategi yang terukur, kolaborasi yang luas, serta komitmen berkelanjutan terhadap mutu akademik,” ujar Hartono.

Ia menambahkan, penguatan reputasi perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari posisi dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga dari kualitas tridarma perguruan tinggi, dampak riset yang dihasilkan, keberlanjutan institusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui keikutsertaan dalam forum tersebut, Unismuh Makassar berharap dapat mempertajam peta jalan internasionalisasi kampus, termasuk pengembangan sistem informasi akademik, penguatan institutional research, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, perluasan mobilitas akademik global, serta perbaikan kinerja pada berbagai indikator reputasi internasional.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply