KHITTAH.CO, PALOPO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palopo menggelar Pengajian Akbar bertema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan” di halaman TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Kota Palopo, Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan yang dihadiri unsur pimpinan persyarikatan, organisasi otonom, dan amal usaha Muhammadiyah ini menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan inovasi sosial yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Pengajian menghadirkan akademisi dan ulama, Dr. KH. Haris Kulle, Lc., M.Ag., sebagai pembicara utama. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa inovasi sosial dalam Muhammadiyah tidak berhenti pada lahirnya gagasan baru, tetapi diwujudkan melalui gerakan yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan umat.
“Iman tidak hanya diam dalam hati atau terucap melalui lisan. Iman harus melahirkan karya. Inovasi sosial Muhammadiyah adalah bukti dakwah yang bergerak, menyatukan seluruh potensi persyarikatan agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas dan berkelanjutan,” ujar Haris Kulle.
Baca juga: Satu Tenda Besar Muhammadiyah, Unismuh Makassar dan Unimen Perkuat Budaya Saling Belajar
Ketua PDM Kota Palopo, Prof. Dr. Hadi Pajarianto, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan tema pengajian dipilih sebagai respons terhadap tantangan sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, Muhammadiyah perlu terus memperkuat sinergi antarelemen persyarikatan agar program-program yang dijalankan memiliki dampak yang lebih luas.
“Kita ingin seluruh kekuatan Muhammadiyah, baik organisasi otonom maupun amal usaha, bergerak dalam satu visi. Dengan kolaborasi yang terintegrasi, setiap program akan lebih efektif, memberikan manfaat yang nyata, serta berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Hadi.
Pengajian akbar diikuti jajaran PDM Kota Palopo, Direktur LAZISMU Kota Palopo Ustaz Muh. Akbar, pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah, di antaranya Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Hadir pula perwakilan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dari sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Selain menjadi ruang penguatan nilai-nilai keislaman, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum silaturahmi dan konsolidasi antarunsur persyarikatan. Dialog yang berlangsung selama pengajian menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi lintas organisasi dalam menjalankan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui pengajian akbar ini, Muhammadiyah Kota Palopo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan gerakan dakwah yang adaptif terhadap perubahan zaman, memperkuat inovasi sosial yang terintegrasi, serta menghadirkan pelayanan yang berdampak luas dan berkelanjutan bagi kemajuan umat dan bangsa.




















