Scroll untuk baca artikel
Berita

Kembali Pimpin Perhumas Makassar, Devo Khadafi Siapkan Program Kolaboratif

×

Kembali Pimpin Perhumas Makassar, Devo Khadafi Siapkan Program Kolaboratif

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Ketua terpilih Perhumas BPC Makassar periode 2026–2029, Devo Khaddafi, SE., M.I.Kom, menyampaikan pidato perdananya usai kembali dipercaya memimpin organisasi profesi kehumasan tersebut.

Devo Khadafi terpilih dalam Musyawarah Cabang Perhumas BPC Makassar 2026 yang berlangsung di Ballroom Makassar Government Centre, Sabtu, 6 Juni 2026. Dalam forum tersebut, peserta Muscab menyepakati Devo Khadafi untuk kembali menakhodai Perhumas BPC Makassar untuk masa bakti 2026–2029.

Mengawali pidatonya, Devo menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh peserta Muscab yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menegaskan bahwa jabatan ketua bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kenapa saya tegaskan ini amanah? Karena ini bukan hadiah. Yang menjadi ketua itu pasti kalau di bawahnya bekerja kecepatannya 100, maka ketuanya harus 200,” ujar Devo.

Menurut Devo, masa kepengurusan baru Perhumas BPC Makassar harus menjadi momentum untuk menjadikan organisasi tersebut sebagai rumah bersama bagi para insan humas. Ia berharap Perhumas tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi bagi daerah.

“Apakah Perhumas Makassar ini akan menjadi sebuah rumah tempat kita berkumpul, bertumbuh, berkembang, dan mampu menjadi sebuah rumah besar bagi kemajuan satu daerah, satu provinsi, satu Indonesia, itu sangat tergantung pada kita,” katanya.

Devo juga menyampaikan apresiasi atas banyaknya gagasan, harapan, dan usulan yang muncul dalam sesi sharing peserta Muscab. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan adanya semangat bersama untuk membangun Perhumas BPC Makassar menjadi lebih aktif dan berdampak.

Ia menyebut, sejumlah masukan peserta akan dirumuskan lebih lanjut dalam agenda organisasi, baik dalam program jangka pendek maupun jangka panjang. Program jangka pendek, kata Devo, dapat berupa kegiatan bulanan, kunjungan ke kampus, diskusi kehumasan, hingga berbagi pengalaman antarsektor.

Salah satu program yang akan dilanjutkan adalah kegiatan Perhumas Goes to Campus. Melalui program tersebut, para praktisi humas dari berbagai latar belakang dapat berbagi pengalaman kepada mahasiswa dan generasi muda.

“Kita masuk ke kampus-kampus. Teman-teman Perhumas membagi pengalaman-pengalamannya bagi adik-adik mahasiswa,” jelasnya.

Selain itu, Devo juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia kehumasan. Ia membuka peluang kerja sama antara Perhumas dan perguruan tinggi untuk mendorong sertifikasi kompetensi bagi insan humas.

Ia menyebut, kerja sama tersebut penting karena profesi kehumasan kini semakin dipahami sebagai kerja strategis, bukan sekadar dokumentasi, pengelolaan media sosial, atau respons terhadap isu yang sudah berkembang.

Devo juga menegaskan posisi Perhumas BPC Makassar sebagai salah satu lokomotif kehumasan di kawasan Indonesia Timur. Menurutnya, sebagai BPC pertama di kawasan timur, Perhumas Makassar memiliki tantangan sekaligus peluang untuk membangun jejaring yang lebih luas.

“Kita selalu menjadi lokomotif dari setiap apa yang dibutuhkan oleh kawasan Timur Indonesia. Ini tantangan, tapi sekaligus juga menjadi peluang buat kita,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Devo juga merespons gagasan peserta terkait perlunya kegiatan berskala besar, seperti forum kehumasan kawasan Indonesia Timur, conference, expo, serta agenda berbagi praktik baik antarinstansi. Ia menilai gagasan tersebut dapat menjadi program strategis Perhumas BPC Makassar ke depan.

“Kalau ada Eastern Indonesia Outlook, itu luar biasa. Itu keren banget. Kita butuh yang seperti begitu,” ungkapnya.

Ia juga menyebut kemungkinan penyelenggaraan Perhumas Conference and Expo yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota, media, perguruan tinggi, perusahaan swasta, dan pelaku komunikasi dari berbagai sektor.

Menurut Devo, tantangan komunikasi publik saat ini semakin kompleks. Derasnya arus informasi, banyaknya suara di ruang publik, serta munculnya komunikasi yang tidak berbasis kompetensi membuat peran humas semakin penting.

Karena itu, ia menekankan bahwa kolaborasi dan sinergi harus menjadi kunci gerak Perhumas BPC Makassar ke depan. Tidak ada institusi yang dapat berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan komunikasi saat ini.

“Kolaborasi dan sinergi ini menjadi kunci. Tidak ada satu institusi yang bisa berjalan sendiri. Yang kita butuhkan ke depan adalah penguatan sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Di akhir pidatonya, Devo berharap kepengurusan baru Perhumas BPC Makassar dapat segera bergerak dan menyusun agenda lanjutan, termasuk persiapan pelantikan. Ia ingin pelantikan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan yang memberi nilai tambah bagi dunia kehumasan.

Devo menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh anggota untuk bersama-sama membesarkan Perhumas BPC Makassar sebagai rumah besar insan humas yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply