Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Muhammadiyah Maros Perkuat Kader Lintas Majelis, Ortom, dan AUM lewat Baitul Arqam

×

Muhammadiyah Maros Perkuat Kader Lintas Majelis, Ortom, dan AUM lewat Baitul Arqam

Share this article

KHITTAH.CO, MAROS — Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Maros menggelar Baitul Arqam Terpadu bagi unsur Majelis, Lembaga, Organisasi Otonom (Ortom), Cabang Muhammadiyah, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Sabtu–Ahad, 22–23 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Area Kolam Renang Bantimurung, Kabupaten Maros, itu diikuti 45 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur persyarikatan, yakni PDM, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), Majelis/Lembaga, Ortom, Cabang Muhammadiyah, serta perwakilan AUM.

Baitul Arqam tersebut menjadi bagian dari agenda pembinaan kader yang dirancang untuk memperkuat pemahaman ideologi, nilai-nilai persyarikatan, sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan amanah organisasi.

Dalam sambutannya, Ketua MPKSDI PDM Maros Fahruddin Achmad menegaskan bahwa kegiatan Baitul Arqam telah menjadi bagian dari proses kaderisasi yang secara bertahap dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Maros.

Menurutnya, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak empat kali di tingkat kecamatan, masing-masing di Kecamatan Turikale, Camba, Bontoa, dan Marusu. Tahun ini, MPKSDI kembali membawa agenda tersebut ke Kecamatan Bantimurung.

“Baitul Arqam ini sudah empat kali kita laksanakan di lingkup PDM Maros, yakni di Turikale, Camba, Bontoa, dan Marusu. Kali ini kita melaksanakannya di Bantimurung,” ujarnya.

Ia mengatakan, pola pelaksanaan yang menyentuh berbagai wilayah diharapkan membuat proses kaderisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses pembinaan yang berkelanjutan di tubuh persyarikatan.

Ketua PDM Maros, Amin Duddin, dalam amanahnya menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan Muhammadiyah.

“Ini kegiatan yang penting karena pembinaan kaderisasi itu hal yang utama,” kata Amin.

Ia mengibaratkan proses pembinaan kader seperti perangkat yang perlu diperbarui secara berkala agar tetap mampu bekerja secara optimal.

“Kita harus selalu di-charge,” ujarnya.

Menurut Amin, kader Muhammadiyah tidak cukup hanya memiliki aktivitas organisasi. Mereka juga perlu terus membuka ruang belajar, memperbarui wawasan, dan melakukan refleksi terhadap amanah yang dijalankan.

“Hati dan pikirannya selalu dibuka agar ilmu bisa masuk dengan baik,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika organisasi yang semakin kompleks. Kader dituntut tidak hanya memahami nilai dan identitas persyarikatan, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.

Baitul Arqam Terpadu di Bantimurung mempertemukan kader dari lintas unsur organisasi dalam satu ruang pembelajaran. Komposisi peserta yang beragam diharapkan dapat memperkuat jejaring internal sekaligus membangun kesamaan perspektif dalam menjalankan agenda Muhammadiyah di Kabupaten Maros.

Bagi MPKSDI PDM Maros, kaderisasi bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan investasi organisasi. Dari proses tersebut, Muhammadiyah diharapkan memiliki sumber daya manusia yang memiliki pemahaman ideologis, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan meneruskan kerja-kerja persyarikatan.

Pelaksanaan Baitul Arqam di Bantimurung sekaligus menegaskan bahwa penguatan kaderisasi perlu dilakukan secara konsisten, lintas struktur, dan mendekat kepada basis-basis persyarikatan. (Kontributor/Editor: Muh Alwi Alamsyah/Asywid)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply