Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Dosen UM Bulukumba Bekali Siswa SMAN 1 Bantaeng Teknik Menulis Berita

×

Dosen UM Bulukumba Bekali Siswa SMAN 1 Bantaeng Teknik Menulis Berita

Share this article

KHITTAH.CO, BANTAENG — Dosen Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) Dr. Jihad Talib, M.Hum., bersama Pembina Jurnalistik SMA Negeri 1 Bantaeng, Ansar, S.Pd., membekali siswa dengan keterampilan menulis berita faktual, memahami unsur 5W+1H, menyusun lead, hingga melakukan cek fakta dalam Pelatihan Jurnalistik PENA SMANSA Bantaeng, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Pelatihan yang berlangsung di Aula Perpustakaan SMA Negeri 1 Bantaeng itu menghadirkan Jihad dan Ansar sebagai narasumber. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah peristiwa di lingkungan sekolah menjadi karya jurnalistik yang akurat, jelas, menarik, dan bertanggung jawab.

Dalam materinya, Jihad membahas prinsip dasar penulisan berita, unsur what, who, when, where, why, dan how (5W+1H), struktur piramida terbalik, teknik menyusun lead, serta etika jurnalistik.

Jihad menekankan bahwa berita harus berangkat dari fakta yang dapat diverifikasi dan memiliki nilai bagi pembaca.

“Berita adalah informasi faktual tentang peristiwa yang penting atau menarik bagi pembaca,” kata Jihad dalam pelatihan tersebut.

Menurut dia, kelengkapan unsur 5W+1H penting agar berita tidak kehilangan konteks. Penulis juga harus memastikan setiap informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga menjelaskan struktur piramida terbalik. Informasi paling penting ditempatkan pada bagian awal berita, kemudian diikuti rincian, data, kutipan, kronologi, dan informasi pendukung.

“Informasi paling penting diletakkan di awal agar pembaca segera memahami inti berita,” ujarnya.

Selain teknik penulisan, Jihad mengingatkan siswa untuk teliti dalam memeriksa setiap informasi sebelum dipublikasikan. Nama, angka, waktu, lokasi, hingga kutipan narasumber harus dipastikan kebenarannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberimbangan informasi, menghindari penghakiman terhadap pihak tertentu, serta menghormati privasi narasumber.

Sementara itu, Ansar mengarahkan siswa untuk menjadikan jurnalistik sekolah sebagai ruang belajar yang tidak berhenti pada teori. Siswa didorong aktif mengamati lingkungan, melakukan wawancara, mengolah informasi, hingga menghasilkan berita yang layak dipublikasikan.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Siswa mengikuti pemaparan materi, menyimak presentasi, serta terlibat dalam pembelajaran yang menggabungkan pemahaman dasar jurnalistik dengan praktik.

Materi juga menekankan pentingnya etika dalam produksi berita. Siswa diarahkan melakukan cek fakta, menjaga keberimbangan, menghindari judul menyesatkan, serta mempertimbangkan aspek privasi sebelum sebuah karya dipublikasikan.

Kolaborasi dosen perguruan tinggi dan pembina jurnalistik sekolah tersebut mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman pengelolaan jurnalistik di lingkungan sekolah.

Melalui pelatihan dan praktik berkelanjutan, PENA SMANSA Bantaeng diharapkan tidak sekadar menjadi wadah menulis, tetapi juga ruang bagi siswa membangun budaya literasi informasi dan menghasilkan karya jurnalistik yang akurat serta bertanggung jawab.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply