KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pengurus Masjid Ta’mirul Masajid Muhammadiyah Cabang Makassar periode 2025–2029 resmi dilantik dalam rangkaian Pengajian Muhammadiyah Cabang Makassar. Pelantikan yang berlangsung di Makassar tersebut menegaskan kembali komitmen pengurus untuk menjaga kultur Muhammadiyah sekaligus memakmurkan salah satu masjid bersejarah dalam perjalanan Persyarikatan di Sulawesi Selatan.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan cabang, organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, perwakilan guru, serta santri Tahfidzul Qur’an binaan Muhammadiyah Cabang Makassar.
Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Makassar, H. Darwis Muhdina, memimpin langsung prosesi pelantikan sekaligus memberikan amanat kepada pengurus yang baru.
Darwis mengatakan Masjid Ta’mirul Masajid memiliki posisi strategis dalam sejarah perkembangan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
“Masjid Ta’mirul Masajid merupakan tonggak bersejarah lahirnya Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Dari tempat inilah lahir tokoh-tokoh besar persyarikatan, dan hingga kini syiarnya tetap hidup melalui pengajian yang selalu dipadati jamaah,” ungkap Darwis, Ahad, 6 September 2026.
Ia berpesan agar pengurus periode baru tidak hanya menjalankan fungsi kepengurusan secara administratif, tetapi juga mempertahankan kultur bermuhammadiyah yang telah tumbuh di masjid tersebut.
Menurutnya, keberadaan masjid perlu terus diarahkan sebagai pusat pembinaan keagamaan, pemberdayaan umat, dan penguatan gerakan Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Harmono Kembali Dipercaya
Ketua Pengurus Masjid Ta’mirul Masajid, Harmono, kembali dipercaya memimpin kepengurusan untuk periode 2025–2029.
Harmono menyampaikan terima kasih atas amanah yang kembali diberikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Makassar. Menurut dia, kepercayaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap program yang telah dijalankan pada periode sebelumnya.
Salah satu program yang terus dipertahankan ialah pengajian rutin setiap Senin malam yang diisi KH. Sudirman, S.Ag. Pengajian tersebut membahas fikih ibadah dan berbagai persoalan keumatan.
Harmono mengatakan keberlanjutan program pengajian menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga fungsi Masjid Ta’mirul Masajid sebagai ruang pembinaan jamaah.
Empat Pilar Memakmurkan Masjid
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang menghadirkan KH. Sudirman, S.Ag. sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, Sudirman menyampaikan sejumlah prinsip yang perlu menjadi landasan dalam memakmurkan masjid. Di antaranya keteguhan akidah, orientasi kehidupan akhirat, menegakkan shalat, serta memperkuat zakat dan sedekah.
Menurutnya, memakmurkan masjid tidak cukup hanya dengan meningkatkan aktivitas fisik dan kegiatan keagamaan. Pengelolaan masjid juga perlu dibangun di atas keteguhan iman dan kepedulian terhadap kehidupan umat.
Wakil Ketua Pengurus Masjid Ta’mirul Masajid sekaligus Dosen STIKS Tamalanrea Makassar, Ilham Supiana, mengatakan pengurus berkomitmen menerjemahkan pesan tersebut dalam kerja nyata.
“Setiap langkah perjuangan dalam mengelola dan memakmurkan masjid ini kami niatkan sebagai jalan ibadah untuk meraih ridha Allah SWT,” kata Ilham.
Dengan kepengurusan baru tersebut, Masjid Ta’mirul Masajid diharapkan terus menjadi ruang pembinaan keislaman, penguatan kader, dan pengembangan kegiatan kemasyarakatan, sekaligus menjaga warisan sejarah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.






















