Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

PWA Sulsel dan PDA Gowa Perkuat Organisasi, Program Menjangkau 133 Ranting

×

PWA Sulsel dan PDA Gowa Perkuat Organisasi, Program Menjangkau 133 Ranting

Share this article

KHITTAH.CO, GOWA — Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan melakukan monitoring dan silaturahim dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gowa di Pusat Dakwah Muhammadiyah Gowa, Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mencocokkan pelaksanaan program, memetakan kendala di lapangan, serta memperkuat pembinaan organisasi Aisyiyah hingga tingkat cabang dan ranting.

Monitoring diikuti pengurus harian serta unsur majelis dan lembaga PDA Gowa. Dari PWA Sulsel hadir Wakil Ketua PWA Sulsel Dr. Hj. Nurlinda Azis, S.S., M.Si., Sekretaris PWA Sulsel Titin Nursyams, S.T., S.Pd., M.Pd., Bendahara PWA Sulsel Dra. Sitti Hamdana Dachlan, Apt., M.Kes., Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Sulawesi Selatan, serta perwakilan sejumlah majelis dan lembaga PWA Sulsel.

Ketua PDA Gowa, Hj. Hasrah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kunjungan PWA Sulsel menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program.

Menurut Hasrah, monitoring tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan administrasi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan refleksi agar program Aisyiyah di Gowa dapat berjalan lebih efektif.

“Tentunya ini menjadi kehormatan kita, kebahagiaan kita, menjadi kebanggaan kita, dan sekaligus menjadi penyemangat buat kita semua tentunya dalam menjalankan roda persyarikatan,” kata Hasrah.

Ia berharap masukan dari PWA Sulsel dapat membantu PDA Gowa memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

“Yang saya pahami kegiatan monitoring dan silaturahim ini bukan kegiatan evaluasi administratif semata, tapi pada dasarnya ini menjadi refleksi bagaimana kita bisa melakukan pembinaan,” ujarnya.

Hadapi Tantangan Geografis

PDA Gowa saat ini membawahi 21 Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan 133 ranting yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Gowa.

Sebaran wilayah tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjalankan program organisasi. Hasrah mengatakan, tiga cabang berada di wilayah dataran tinggi yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar tiga hingga empat jam untuk dijangkau.

Kondisi geografis itu membuat PDA Gowa menerapkan pola kegiatan secara bergilir hingga tingkat cabang. Langkah tersebut dilakukan agar pembinaan dan komunikasi organisasi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

Salah satu program yang dijalankan ialah Gerakan Perempuan Mengaji. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergantian di sejumlah cabang untuk memperkuat silaturahim sekaligus mendekatkan pimpinan daerah dengan anggota.

Pada Agustus 2026, PDA Gowa kembali menggelar Gerakan Perempuan Mengaji di salah satu cabang. Sejumlah kegiatan Milad Aisyiyah juga ditempatkan di cabang yang berada jauh dari pusat Kabupaten Gowa sebagai bagian dari upaya pemerataan kegiatan organisasi.

Hasrah mengatakan struktur organisasi PDA Gowa juga terus berkembang. Jumlah ranting bertambah setelah terbentuknya satu cabang baru yang turut menambah tiga ranting dalam struktur organisasi.

Ia meminta seluruh pengurus PDA Gowa serta pimpinan majelis dan lembaga mengikuti proses monitoring secara terbuka.

Setiap catatan dari PWA Sulsel, kata Hasrah, perlu dijadikan bahan perbaikan untuk meningkatkan kualitas program organisasi.

“Mari kita menjadikan setiap catatan, catatan evaluasi dari tim ini, kita jadikan sebagai amunisi untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan kita ke depan,” kata Hasrah.

PWA Sulsel Cek Program dan Kendala

Koordinator Rayon 1 Monitoring dan Evaluasi PWA Sulsel sekaligus Wakil Ketua PWA Sulsel, Nurlinda Azis, mengatakan monitoring dilakukan dengan pendekatan silaturahim dan pembinaan.

Menurut Nurlinda, tim PWA Sulsel ingin mencocokkan program yang telah berjalan, program yang belum terlaksana, serta kendala yang dihadapi PDA Gowa dan masing-masing majelis maupun lembaga.

“Kami datang mau mencocokkan apa yang ibu-ibu sekalian sudah lakukan, ada yang sudah dilakukan, ada yang belum dilakukan, kenapa, apa kendalanya,” kata Nurlinda.

Ia menegaskan program yang belum terlaksana tidak otomatis menjadi dasar untuk menyalahkan pengurus. Sebaliknya, kondisi tersebut perlu dibahas untuk mengetahui hambatan dan mencari solusi yang dapat dilakukan bersama.

Monitoring juga melibatkan unsur majelis dan lembaga PWA Sulsel. Masing-masing unsur kemudian berdiskusi dengan mitranya di PDA Gowa untuk membahas pelaksanaan program dan persoalan yang dihadapi di lapangan.

Nurlinda mengatakan keterlibatan Nasyiatul Aisyiyah dalam rangkaian kegiatan tersebut juga berkaitan dengan kaderisasi. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memastikan kesinambungan gerakan dan kepemimpinan Aisyiyah pada masa mendatang.

Setelah pengarahan umum, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara majelis dan lembaga PWA Sulsel bersama unsur terkait di PDA Gowa. Hasil pembahasan tersebut selanjutnya diagendakan untuk disampaikan dalam pertemuan bersama sebagai bahan tindak lanjut.

Melalui monitoring tersebut, PWA Sulsel dan PDA Gowa mendorong penguatan koordinasi serta pemerataan pelaksanaan program hingga tingkat cabang dan ranting.

Catatan dari proses monitoring diharapkan menjadi dasar perbaikan tata kelola organisasi sekaligus memperkuat kontribusi Aisyiyah dalam pemberdayaan perempuan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kontributor: Muh. Risandi R
Editor: Andi Asywid Nur

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply