KHITTAH.CO, MAKASSAR — Sebanyak 298 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti Ta’aruf Tahun Akademik 2026/2027, Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring tersebut dipusatkan di Lantai 2 Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar.
Ta’aruf dibuka Dekan FISIP Unismuh, Dr Andi Luhur Prianto, S.IP., M.Si., dan dihadiri para wakil dekan, pimpinan program studi, dosen, serta tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya, Andi Luhur mengingatkan mahasiswa baru bahwa tantangan dunia pendidikan dan kerja terus berubah seiring perkembangan teknologi.
Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak lagi hanya bersaing dengan sesama manusia. Perkembangan robot dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga ikut mengubah lanskap persaingan generasi muda.
“Jadi mahasiswa dalam kondisi hari ini dibutuhkan daya saing. Yang menjadi pesaing bukan lagi makhluk hidup, tetapi saingan dari robot atau kecerdasan buatan,” ujar Andi Luhur.
Meski demikian, ia menegaskan kemajuan teknologi tidak boleh membuat mahasiswa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
“Tetapi walau demikian, para mahasiswa harus tetap memperhatikan etika dan nilai-nilai moral dalam kehidupan,” katanya.
Kuliah Tidak Cukup di Ruang Kelas
Andi Luhur mengatakan keputusan mahasiswa baru memilih FISIP Unismuh perlu dijadikan momentum untuk membangun kapasitas diri secara utuh.
Mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya mengikuti perkuliahan di kelas. Mereka juga perlu aktif dalam organisasi kemahasiswaan sebagai ruang mengasah kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan pengalaman sosial.
Ia juga meminta mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik dan berupaya menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Menurutnya, perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi mahasiswa justru menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam satu lingkungan akademik.
298 Maba dari Empat Program Studi
Ketua Panitia Ta’aruf sekaligus Wakil Dekan III FISIP Unismuh, Dr Nurwahid, S.Sos., M.Si., mengatakan 298 mahasiswa baru berasal dari empat program studi.
Rinciannya, 93 mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, 22 mahasiswa Ilmu Pemerintahan, 62 mahasiswa Ilmu Komunikasi, serta 121 mahasiswa Psikologi.
Panitia menyiapkan kegiatan agar dapat diikuti mahasiswa secara langsung maupun daring.
Selepas pembukaan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan pimpinan program studi serta dosen yang akan mendampingi proses akademik mereka selama menempuh pendidikan.
Kenalkan Organisasi dan Sistem Akademik
Ta’aruf berlangsung sehari penuh dengan agenda pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, organisasi mahasiswa pada masing-masing program studi, serta Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Pikom IMM) FISIP.
Pengenalan organisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai ruang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, dan pengalaman berorganisasi selama kuliah.
Mahasiswa juga memperoleh materi mengenai akademik, keuangan, kemahasiswaan, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Materi akademik disampaikan Wakil Dekan I Nasrul Haq, S.Sos., MPA., Ph.D., sedangkan materi keuangan dibawakan Wakil Dekan II Nur Khaerah, S.IP., M.IP.
Wakil Dekan III, Nurwahid, menyampaikan materi kemahasiswaan. Sementara materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dibawakan Wakil Dekan IV Abdul Gafur, S.Sos., M.AP.
Kenalkan Empat Program Studi
Mahasiswa baru juga memperoleh pengenalan empat program studi di lingkungan FISIP Unismuh.
Pengenalan Ilmu Administrasi Negara disampaikan Nurbiah Tahir, S.Sos., M.AP., Ilmu Pemerintahan oleh Nursaleh Hartaman, S.IP., M.IP., Ilmu Komunikasi oleh Dr Syukri, S.Sos., M.I.Kom., dan Psikologi oleh Fadhil Maliky Islah, S.Psi., MA.
Adapun pengenalan Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Kemahasiswaan (SIMAK) disampaikan Jusri Adi, S.IP., M.Si.
Melalui Ta’aruf tersebut, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan sistem akademik dan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga diingatkan sejak awal bahwa kemampuan beradaptasi dengan teknologi harus berjalan seiring dengan etika, moral, dan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.






















