KHITTAH.CO, SELAYAR — Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) Selayar menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Tahun 2026 pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 1 Gedung Rektorat ITSBM Selayar tersebut menjadi persiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke masyarakat, dengan penekanan agar program KKN menghasilkan manfaat nyata dan dapat dilanjutkan setelah masa pengabdian berakhir.
Pembekalan KKN mengusung tema “Bersama Desa, Berkarya untuk Masyarakat Berkemajuan”. Kegiatan berlangsung selama satu hari dan diarahkan tidak hanya untuk memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesiapan mahasiswa menghadapi persoalan dan dinamika masyarakat di lokasi penempatan.
Ketua Panitia Pembekalan KKN ITSBM Selayar, Abdul Ma’arief Al Imran, S.Pd., M.Pd., mengatakan program kerja mahasiswa perlu dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan memiliki luaran yang jelas.
Menurut dia, KKN tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial selama mahasiswa berada di desa. Program yang dijalankan harus meninggalkan manfaat yang dapat digunakan masyarakat dalam jangka lebih panjang.
“Program kerja KKN tahun ini diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi menghasilkan luaran nyata yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan memiliki peluang untuk berkelanjutan setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor ITSBM Selayar, Dr. Muhammad Ihsan Maro, S.Ag., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut meminta mahasiswa mengikuti seluruh materi pembekalan dengan serius. Menurutnya, pembekalan merupakan modal awal bagi mahasiswa sebelum menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan.
Ia mengatakan mahasiswa perlu memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai persoalan yang mungkin ditemukan di lokasi KKN. Karena itu, mahasiswa diminta memahami materi pembekalan dan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kewajiban akademik.
Selain kemampuan akademik, Ihsan mengingatkan mahasiswa untuk menjaga sikap ketika berada di tengah masyarakat. Mahasiswa ITSBM Selayar, kata dia, tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga identitas sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Karena itu, adab dan akhlak menjadi bagian penting selama mahasiswa menjalankan pengabdian. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dalam berkomunikasi, bersikap, menjaga kedisiplinan, serta menjalankan kehidupan keagamaan selama berada di lokasi KKN.
Ia juga mengingatkan mahasiswa tetap memperhatikan pelaksanaan salat dan ibadah lainnya selama menjalankan program pengabdian. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari perilaku mahasiswa ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa juga didorong untuk melihat potensi desa secara lebih luas. Bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat menjadi sejumlah ruang yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan gerakan persyarikatan Muhammadiyah di wilayah penempatan. Salah satu bentuk kontribusi yang didorong ialah membantu proses pembentukan ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah melalui komunikasi dan sinergi dengan tokoh masyarakat serta pimpinan persyarikatan setempat.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjalankan program yang telah disusun, tetapi terlebih dahulu mengidentifikasi persoalan dan potensi lokal. Dari pemetaan tersebut, mahasiswa dapat merancang program yang relevan sekaligus meninggalkan pengetahuan, keterampilan, atau sistem yang tetap dapat dimanfaatkan masyarakat setelah KKN selesai.
Melalui KKN 2026, ITSBM Selayar berharap mahasiswa mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dan kepedulian sosial. Tema “Bersama Desa, Berkarya untuk Masyarakat Berkemajuan” menjadi arah agar kehadiran mahasiswa di desa tidak sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.






















