Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Bimtek SatuMu di Wajo Dorong Pendataan Anggota dan Penguatan Organisasi Muhammadiyah

×

Bimtek SatuMu di Wajo Dorong Pendataan Anggota dan Penguatan Organisasi Muhammadiyah

Share this article

KHITTAH.CO, Wajo — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo mempercepat pendataan dan verifikasi anggota Muhammadiyah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen dan Verifikator Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Wajo, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan data anggota Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting terverifikasi sekaligus menjadi basis penguatan gerakan, pelayanan anggota, dan pengambilan kebijakan organisasi.

Hadir, Wakil Ketua DPRD Wajo, unsur PDM Wajo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta peserta yang mendapat tugas sebagai agen dan verifikator SatuMu.

Ketua PDM Kabupaten Wajo, Andi Pallawarukka, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pendataan anggota bukan sekadar urusan administrasi. Menurutnya, Muhammadiyah perlu mengetahui secara jelas siapa saja warganya agar program persyarikatan dapat diberikan secara lebih terarah.

“Masih banyak anggota Muhammadiyah yang tersebar di mana-mana yang sebetulnya masih perlu mendapatkan sentuhan program dan kebijakan,” ujar Andi Pallawarukka dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, keberadaan data yang akurat penting bagi pimpinan Muhammadiyah dalam membaca kekuatan organisasi sekaligus memastikan anggota tidak berjalan sendiri tanpa mendapatkan perhatian dari persyarikatan.

Menurutnya, selama ini pimpinan organisasi sering kali lebih mudah mengetahui kondisi anggota yang berada di lingkungan terdekat. Sementara anggota Muhammadiyah yang tersebar di berbagai wilayah belum seluruhnya teridentifikasi dengan baik.

Karena itu, ia berharap SatuMu tidak berhenti sebagai aplikasi pendataan, tetapi menjadi instrumen untuk mengetahui kondisi warga Muhammadiyah secara lebih menyeluruh.

“Intinya kita mesti tahu siapa-siapa yang menjadi anggota Muhammadiyah, yang menjadi warga Muhammadiyah, supaya ini sesuai kekuatan berapa orang yang bisa kita terima sebagai SDM untuk menjalankan dakwah,” katanya.

Bagi Ketua PDM Wajo tersebut, semangat saling membantu merupakan bagian penting dari kehidupan persyarikatan. Muhammadiyah tidak hanya membutuhkan data untuk mengetahui jumlah anggota, tetapi juga membutuhkan data tersebut untuk memahami kondisi warganya dan menentukan bentuk pelayanan yang tepat.

SatuMu sebagai Basis Data Persyarikatan

Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Zulfikar Hafid, S.Pd., menjelaskan bahwa proses verifikasi SatuMu merupakan bagian dari agenda penataan data persyarikatan secara lebih luas.

Ia menyampaikan, tim SatuMu bersama tim Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah ditargetkan menyelesaikan proses pendataan secara bertahap hingga mencapai target 100 persen.

“Ini kita ditarget oleh PP Muhammadiyah untuk menyelesaikan SatuMu. Untuk cabang ditargetkan selesai, kemudian ranting juga harus diselesaikan,” jelasnya.

Menurut Zulfikar, agen dan verifikator memiliki posisi penting karena mereka tidak hanya memasukkan data, tetapi juga memastikan data yang tercatat sesuai dengan kondisi organisasi di lapangan.

Karena itu, pimpinan cabang dan ranting diharapkan aktif mendukung proses tersebut. Verifikasi data harus menjadi kerja bersama agar SatuMu benar-benar menggambarkan kondisi persyarikatan Muhammadiyah secara aktual.

Zulfikar menekankan bahwa penggunaan teknologi dalam penataan organisasi sejalan dengan karakter Muhammadiyah sebagai gerakan yang sejak awal memiliki tradisi administrasi dan organisasi yang terstruktur.

Menurutnya, Muhammadiyah sejak masa awal berdirinya telah memilih jalan modern dalam membangun organisasi. Tradisi tersebut, kata dia, perlu diteruskan dengan memanfaatkan teknologi informasi sesuai perkembangan zaman.

“Identitas kita, teknologi kita, dan DNA kita adalah warisan yang selalu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menilai, SatuMu merupakan bagian dari proses modernisasi administrasi Muhammadiyah. Data anggota yang terverifikasi akan menjadi salah satu fondasi penting dalam pengelolaan organisasi, termasuk untuk kebutuhan berbagai agenda persyarikatan.

Verifikasi data tersebut juga berkaitan dengan kepesertaan dalam berbagai permusyawaratan Muhammadiyah. Karena itu, akurasi data di tingkat cabang dan ranting menjadi bagian penting dari tata kelola organisasi.

Namun, Zulfikar mengingatkan agar SatuMu tidak hanya dipahami sebagai instrumen administratif untuk memenuhi kebutuhan permusyawaratan. Lebih dari itu, pendataan harus dimanfaatkan untuk membangun kembali kekuatan organisasi dari tingkat bawah.

Ia mengutip percakapannya dengan Prof. Arifuddin Ahmad mengenai tantangan pengembangan Muhammadiyah. Menurutnya, ada kecenderungan organisasi berbicara tentang agenda besar ke depan, tetapi pada saat yang sama perlu memastikan fondasi organisasi di tingkat bawah tetap kuat.

“Jangan sampai kita terlalu sering mendorong ke atas, tetapi lupa bahwa kaki-kaki kita di bawah ini sudah patah-patah,” katanya.

Karena itu, SatuMu diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat kembali fondasi persyarikatan mulai dari pimpinan wilayah, daerah, cabang hingga ranting.

DPRD Wajo Dukung Penguatan Data Muhammadiyah

Wakil Ketua DPRD Wajo, Andi Merly Iswita, S.Sos., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik pelaksanaan Bimtek Agen dan Verifikator SatuMu.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknis pendataan, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi penguatan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Muhammadiyah memiliki peran penting sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Wajo. Karena itu, penguatan organisasi melalui sistem pendataan yang lebih baik perlu didukung secara berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PDM Wajo dan panitia yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.

“Harapan kita semua kegiatan ini bisa terus berkelanjutan dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Andi Merly juga menempatkan Muhammadiyah bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang untuk belajar, berdakwah, membangun pengetahuan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PDM Wajo memperkuat basis data organisasi dari tingkat daerah hingga cabang dan ranting. Dengan data yang lebih tertib dan terverifikasi, Muhammadiyah diharapkan memiliki dasar yang lebih kuat untuk menyusun program, mengidentifikasi kebutuhan anggota, memperkuat kaderisasi, serta mengembangkan gerakan di tengah masyarakat.

Bagi PDM Wajo, pendataan SatuMu pada akhirnya bukan hanya tentang berapa jumlah anggota Muhammadiyah, tetapi tentang bagaimana persyarikatan mengenali, melayani, dan menguatkan warganya secara lebih sistematis.

Pelaksanaan Bimtek SatuMu di Wajo, PWM Sulsel menugaskan Tim Pendamping Bimtek SatuMu yang terdiri atas Zulfikar Hafid, Muh Sabar, Muhammad Aris dan Andi Asywid Nur.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply