KHITTAH.CO, Rappang — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah sekam padi menjadi produk inovatif berupa sabun colek cuci piring “Sekam Clean”. Kegiatan yang merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG UMS Rappang tersebut dilaksanakan di Rektorat Lantai 3 UMS Rappang, Sabtu (22/8/2026), dengan sasaran kegiatan masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Kegiatan ini mengusung semangat pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. Melalui inovasi “Sekam Clean”, mahasiswa berupaya mengolah limbah sekam padi menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Projek, Mutiara, S.Pd. Dalam laporannya, Mutiara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dari proses pembelajaran kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa pembelajaran kepemimpinan tidak hanya berhenti di ruang kelas. Kami berusaha menghadirkan sebuah inovasi yang dapat memberikan manfaat, khususnya dalam memanfaatkan limbah sekam padi agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Mutiara juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Kami menyadari bahwa kegiatan ini tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan berbagai pihak. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, pemerintah daerah, dosen, tim, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah membersamai dan memberikan dukungan sejak proses persiapan hingga kegiatan ini dapat terlaksana,” lanjutnya.
Selanjutnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidenreng Rappang, Muhammad Fajri Salman, SKM., M.Kes., memberikan sambutan dan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam melihat sekam padi bukan sekadar limbah, tetapi sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk inovatif.
“Apa yang dilakukan mahasiswa hari ini merupakan langkah yang sangat baik. Limbah sekam padi yang selama ini sering dianggap tidak memiliki nilai dapat dilihat dari perspektif yang berbeda, yaitu sebagai potensi yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ungkapnya
.
Menurutnya, inovasi seperti “Sekam Clean” memiliki peluang untuk terus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas produk, kemasan, pemasaran, dan keberlanjutan usaha.
“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Produk yang sudah dibuat dapat terus dikembangkan, ditingkatkan kualitasnya, dan jika memungkinkan menjadi salah satu produk yang mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S. Sos., M. Si., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Rektor mengapresiasi inisiatif mahasiswa PPG yang mampu menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di tengah masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi kepada mahasiswa PPG yang telah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga memiliki nilai pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Inilah salah satu bentuk bagaimana ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara nyata,” tutur Rektor.
Rektor juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam membangun jiwa kepemimpinan, kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu melihat persoalan di lingkungan sekitar dan menghadirkan solusi melalui kreativitas dan inovasi,” harapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan “Sekam Clean” bersama masyarakat penerima Program Keluarga Harapan(PKH) . Dalam sesi tersebut, masyarakat terlibat secara langsung dalam proses pembuatan sabun colek berbasis pemanfaatan sekam padi, sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai inovasi produk, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri.
Melalui kegiatan yang berlangsung di Rektorat Lantai 3 UMS Rappang ini, mahasiswa menunjukkan bahwa Projek Kepemimpinan dapat menjadi ruang untuk belajar, berkolaborasi, berinovasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat






















