Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

UM Bulukumba Gelar BAMA Angkatan III, Mahasiswa Diperkuat Jadi Lulusan Berkarakter

×

UM Bulukumba Gelar BAMA Angkatan III, Mahasiswa Diperkuat Jadi Lulusan Berkarakter

Share this article

KHITTAH.CO, BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) kembali menyelenggarakan Baitul Arqam Mahasiswa Akhir (BAMA) Angkatan III Tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan karakter, keislaman, dan ideologi Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan yang berlangsung di auditorium kampus 2 UM Bulukumba tersebut mengangkat tema “Kader Berkemajuan: Menjadi Lulusan Muhammadiyah yang Beriman, Berilmu, Berakhlak & Beramal.” Sebanyak 198 mahasiswa mengikuti kegiatan ini yang pelaksanaannya dibagi ke dalam dua gelombang. 22–24 Agustus 2026.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan mahasiswa UM Bulukumba agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman, akhlak, dan komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah.

Ketua Panitia Baitul Arqam Mahasiswa Akhir Angkatan III, Andi Marwan, S.Ag., M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki tujuan strategis dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai lulusan yang memiliki integritas keislaman dan kepedulian sosial.

Menurutnya, Baitul Arqam diarahkan untuk membentuk sarjana muslim yang taat, mampu melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya, serta memiliki pemahaman yang benar dalam beribadah berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis.

“Tujuan kegiatan ini adalah membentuk sarjana muslim yang taat, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, benar dalam beribadah yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis, serta mampu bermuamalah dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BAMA juga diharapkan menjadi ruang pembinaan yang dapat memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki kehidupan masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Sementara itu, Master of Training (MoT) Dr. Ya’kub, S.Pd.I., M.Pd.I., yang juga sebagai Wakil Sekretaris Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM Sulawesi Selatan, dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam bukan sekadar agenda pembinaan yang bersifat seremonial. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari sistem pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA).

Menurutnya, pelaksanaan Baitul Arqam memiliki posisi strategis karena tertuang dalam standar mutu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan PTMA. Karena itu, kegiatan ini harus dipahami sebagai bagian dari proses pembentukan kader dan penguatan identitas mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.

Baitul Arqam, lanjutnya, menjadi momentum untuk melakukan penguatan ideologi kelembagaan sekaligus penguatan social identity mahasiswa Muhammadiyah.

“Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan yang harus dilaksanakan karena tuntutan program, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan karakter dan identitas mahasiswa sebagai kader Muhammadiyah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UM Bulukumba, Dr. Suhartini Azis, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya pelaksanaan Baitul Arqam bagi mahasiswa akhir. Ia menyampaikan bahwa Baitul Arqam merupakan amanah dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah, untuk memastikan proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan ideologi.

“Pelaksanaan Baitul Arqam Mahasiswa Akhir bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan amanah Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar AUM melaksanakan pembinaan kader melalui Baitul Arqam,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa yang nantinya menyandang gelar sarjana dari UM Bulukumba tidak hanya membawa nama pribadi dan almamater, tetapi juga membawa identitas dan nilai-nilai Muhammadiyah di tengah masyarakat. Karena itu, BAMA menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, karakter, serta tanggung jawab sosial sebelum menyelesaikan studinya.

“Mahasiswa tidak hanya membawa nama almamater ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat, tetapi juga membawa nama Muhammadiyah. Karena itu, kesempatan mengikuti Baitul Arqam ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan nama-nama peserta Baitul Arqam Mahasiswa Akhir Angkatan III dari Ketua Panitia kepada Master of Training. Penyerahan tersebut menjadi simbol dimulainya proses pembinaan peserta selama pelaksanaan Baitul Arqam. Sebanyak 198 mahasiswa akan mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman keislaman, Kemuhammadiyahan, ideologi, karakter, kepemimpinan, serta kesiapan mahasiswa menjadi lulusan yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.

Melalui Baitul Arqam ini, UM Bulukumba menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya beriman dan berilmu, tetapi juga berakhlak dan beramal, sebagaimana tema yang diusung dalam BAMA Mahasiswa Akhir Angkatan III Tahun 2026. (Kontributor/Editor: Syayyidina Ali/Asywid)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply