Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

FAI Unismuh Makassar Yudisium 158 Mahasiswa, Dekan Tekankan Peran Alumni

×

FAI Unismuh Makassar Yudisium 158 Mahasiswa, Dekan Tekankan Peran Alumni

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar (FAI Unismuh Makassar) menyudisium 158 mahasiswa program strata satu (S-1) tahun akademik 2025/2026 di Aula I-Gift, Senin, 31 Agustus 2026. Prosesi tersebut menandai berakhirnya status mereka sebagai mahasiswa sekaligus awal tanggung jawab baru sebagai alumni untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Dekan FAI Unismuh Makassar, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga awal tanggung jawab baru yang harus dijalankan para alumni. Ia meminta lulusan menjaga nama baik almamater, menjalankan nilai keislaman, serta melanjutkan kontribusi setelah kembali ke masyarakat.

Sebanyak 158 mahasiswa yang mengikuti yudisium berasal dari lima program studi. Rinciannya, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 57 orang, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 27 orang, Hukum Ekonomi Syariah (HES) 5 orang, Ahwal Syakhshiyah (Hukum Keluarga) 32 orang, serta Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam 9 orang.

Prosesi tersebut menjadi tahap akhir perjalanan akademik para mahasiswa sebelum memasuki fase sebagai alumni. Dalam sambutannya, Amirah mengingatkan bahwa proses pendidikan yang telah mereka jalani harus menghasilkan lebih dari sekadar gelar akademik.

“Dengan segala perjuangan, suka dan luka, ananda akhirnya finis dan selesai juga,” kata Amirah dalam sambutannya.

Amirah mengatakan perjalanan menuju kelulusan tidak selalu berlangsung dalam waktu yang sama bagi setiap mahasiswa. Berdasarkan pengalamannya mendampingi mahasiswa, ada lulusan yang menyelesaikan pendidikan dalam tujuh semester, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu hingga 14 semester.

Menurut Amirah, keberagaman perjalanan akademik tersebut menunjukkan bahwa setiap mahasiswa menghadapi tantangan yang berbeda. Karena itu, kelulusan perlu dipandang sebagai hasil dari proses panjang yang sekaligus membawa tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu setelah meninggalkan kampus.

Pesan tersebut juga tercermin dalam ikrar yang diucapkan para lulusan sebelum prosesi yudisium. Mereka berjanji menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, meninggalkan larangan-Nya, serta menjaga nama baik almamater dan FAI Unismuh Makassar di mana pun berada.

Amirah kemudian memberikan perhatian khusus pada hubungan alumni dengan almamater. Ia meminta lulusan tidak memutus hubungan setelah menyelesaikan studi, tetapi tetap memberikan kontribusi bagi perkembangan fakultas, termasuk dengan membantu memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa.

“Minimal dua mahasiswa baru, satu orang,” ujar Amirah kepada para lulusan sebagai bentuk kontribusi kepada almamater. Ia meminta alumni memprioritaskan program studi asal ketika mengajak calon mahasiswa melanjutkan pendidikan di FAI Unismuh Makassar.

Jika setiap lulusan mampu mengajak calon mahasiswa, menurut Amirah, kontribusi tersebut dapat menjadi bentuk nyata apresiasi kepada almamater. Ia menekankan bahwa alumni tetap memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan lembaga meskipun telah menyelesaikan pendidikan.

Amirah juga menyoroti keterlibatan sejumlah lulusan dalam aktivitas organisasi dan kegiatan di tingkat nasional maupun internasional. Ia menyebut terdapat lulusan yang aktif sebagai pengurus organisasi mahasiswa serta mendapat rekomendasi mengikuti berbagai kegiatan selama masa studi.

“Setiap disebut namanya, tadi Ibu berusaha lihat. Saya terharu, terus terang, saya mau melihat langsung, oh, anak saya ini sudah selesai akhirnya,” ujar Amirah.

Menurut Amirah, pengalaman akademik dan organisasi tersebut dapat menjadi bekal bagi lulusan ketika memasuki kehidupan profesional dan sosial. Ia berharap pengalaman selama kuliah tidak berhenti sebagai catatan perjalanan mahasiswa, tetapi diterjemahkan menjadi kemampuan untuk memberi manfaat kepada masyarakat.

Sementara itu, Wakil Dekan I FAI Unismuh Makassar, Dr. Muh. Ilham Muchtar, Lc., MA, mengingatkan lulusan agar tidak memaknai yudisium sebagai akhir dari proses pendidikan. Ia menyebut kelulusan justru menjadi awal memasuki ruang belajar yang lebih luas melalui kehidupan bermasyarakat.

“Prosesi yudisium yang diikuti hari ini bukan akhir pembelajaran atau akhir proses belajar,” kata Ilham. “Justru sebenarnya ini adalah awal ananda memasuki kampus baru yang bernama Universitas Masyarakat.”

Ilham merangkum pesannya dalam tiga prinsip yang perlu dijaga para lulusan, yakni integritas akademik, semangat belajar, dan nama baik persyarikatan Muhammadiyah. Menurut dia, gelar akademik membawa tanggung jawab moral sehingga lulusan perlu mengimbanginya dengan akhlak yang baik.

“Di balik gelar itu ada tanggung jawab besar, ada tanggung jawab moral yang harus dijaga baik-baik,” ujarnya.

Ia juga meminta lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Tantangan setelah kuliah, kata Ilham, justru lebih luas sehingga alumni perlu terus mengembangkan kemampuan dan mempertimbangkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain menjaga integritas dan semangat belajar, Ilham meminta lulusan menjaga nama baik Muhammadiyah sebagai bagian dari identitas almamater. Ia berharap alumni FAI dapat hadir sebagai agen perubahan dan memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Jadilah orang-orang yang membawa solusi,” kata Ilham.

Amirah menutup rangkaian pesan dengan mengingatkan lulusan untuk menunjukkan rasa syukur dan menyampaikan kabar kelulusan kepada orang tua atau wali. Ia juga meminta lulusan mengikuti agenda lanjutan yang telah disiapkan fakultas, termasuk kegiatan Ramadan dan wisuda yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026.

Dengan 158 lulusan dari lima program studi, yudisium FAI Unismuh Makassar menjadi penanda berakhirnya satu tahap pendidikan sekaligus dimulainya tanggung jawab baru. Para lulusan diharapkan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga integritas, semangat belajar, serta komitmen untuk menjaga nama baik almamater dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kontributor: Arinal
Editor: Hadisaputra

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply