KHITTAH.CO, Makassar – Di tengah ancaman deforestasi, degradasi lahan, perubahan iklim, dan tekanan terhadap kawasan hutan, Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat kontribusinya melalui pendidikan, penelitian, rehabilitasi lahan, agroforestri kopi, dan pengembangan Hutan Pendidikan sebagai laboratorium alam.
Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan. Bagi Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar, momentum 5 Juni menjadi pengingat bahwa kelestarian lingkungan membutuhkan kerja panjang, kolaborasi, dan keberpihakan pada masa depan.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, kekayaan itu berjalan berdampingan dengan tantangan ekologis yang tidak ringan. Deforestasi, degradasi lahan, perubahan tata guna lahan, pencemaran lingkungan, serta dampak perubahan iklim menjadi isu yang terus menuntut perhatian bersama.
Ketua Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Ir. Jauhar Mukti, S.Hut., M.Hut., IPM., menilai Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif.
“Keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat harus berkolaborasi dalam menjaga bumi demi generasi mendatang,” ujarnya.
Bagi Sulawesi Selatan, persoalan lingkungan tampak dalam berbagai bentuk. Berkurangnya tutupan hutan di daerah hulu, meningkatnya risiko banjir dan longsor, kebakaran lahan pada musim kemarau, serta tekanan terhadap kawasan hutan akibat aktivitas pembangunan menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serius.
Di tengah tantangan tersebut, Prodi Kehutanan Unismuh Makassar berusaha mengambil peran melalui tiga jalur utama perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hutan Pendidikan sebagai Laboratorium Alam
Salah satu kontribusi penting Prodi Kehutanan Unismuh Makassar adalah pengembangan Hutan Pendidikan Unismuh Makassar. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pendidikan, penelitian, konservasi, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Lokasi hutan pendidikan Unismuh berada di pinggir jalan, tepatnya Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru dengan luas sekitar 229 hektar.
Bagi Unismuh, Hutan Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai tempat praktik mahasiswa. Lebih jauh, kawasan ini dikembangkan sebagai laboratorium alam yang memungkinkan mahasiswa dan dosen mempelajari langsung dinamika ekosistem hutan, rehabilitasi lahan, agroforestri, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Jauhar menjelaskan, pengembangan Hutan Pendidikan Unismuh Makassar saat ini diarahkan berbasis agroforestri kopi. Model ini mengintegrasikan kepentingan ekologis, sosial, dan ekonomi. Di satu sisi, hutan tetap dijaga melalui praktik pengelolaan berkelanjutan. Di sisi lain, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi dari komoditas yang dikembangkan.
“Melalui pengembangan tersebut, kami berharap Hutan Pendidikan Unismuh Makassar mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga terwujud cita-cita ‘Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera’,” kata Jauhar.
Konsep itu menjadi penting karena pelestarian hutan tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat. Hutan yang lestari membutuhkan dukungan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat yang sejahtera lebih memiliki ruang untuk menjaga hutan secara berkelanjutan.
Agroforestri Kopi dan Pemberdayaan
Agroforestri kopi menjadi salah satu titik tekan pengembangan Prodi Kehutanan Unismuh. Melalui pendekatan ini, tanaman kehutanan dan tanaman bernilai ekonomi dapat dikembangkan dalam satu sistem pengelolaan yang saling mendukung.
Bagi Prodi Kehutanan, agroforestri bukan sekadar pola tanam. Ia menjadi ruang belajar tentang bagaimana konservasi, produksi, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan bersama. Mahasiswa dapat mempelajari inventarisasi hutan, silvikultur, rehabilitasi hutan dan lahan, pemetaan, serta interaksi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan.
Pengalaman Jauhar Mukti dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, perencanaan agroforestri, perhutanan sosial, serta pendampingan kelompok usaha kehutanan memperkuat arah pengembangan tersebut. Sebagai akademisi dan praktisi kehutanan, ia melihat pentingnya pendekatan yang tidak hanya ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Dalam konteks Sulawesi Selatan, pendekatan seperti ini relevan. Banyak kawasan hulu membutuhkan pemulihan tutupan lahan, tetapi pada saat yang sama masyarakat juga membutuhkan sumber penghidupan. Agroforestri memberi kemungkinan untuk menjembatani keduanya.
Konservasi, Rehabilitasi, dan Perubahan Iklim
Perubahan iklim memberi dampak signifikan terhadap sektor kehutanan. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, serta cuaca ekstrem dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman hutan, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, serta mengganggu keseimbangan ekosistem.
Namun, hutan juga menjadi bagian penting dari solusi. Hutan berperan sebagai penyerap karbon, pengatur tata air, pelindung tanah dari erosi, penyedia oksigen, habitat keanekaragaman hayati, dan sumber ekonomi masyarakat.
Karena itu, Prodi Kehutanan Unismuh Makassar mendorong berbagai program yang berkaitan dengan konservasi dan rehabilitasi lingkungan. Program tersebut mencakup rehabilitasi lahan, penanaman pohon, edukasi lingkungan, serta pendampingan kelompok tani hutan dalam pengelolaan usaha berbasis kehutanan yang berkelanjutan.
Di bidang riset, dosen dan mahasiswa Prodi Kehutanan Unismuh telah mengembangkan kajian terkait pengelolaan agroforestri kopi berkelanjutan, rehabilitasi hutan dan lahan, tutupan tajuk dan penyimpanan karbon, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada sistem agroforestri, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta model bisnis berkelanjutan berbasis agroforestri di kawasan hutan pendidikan.
Riset-riset tersebut memperlihatkan bahwa isu kehutanan tidak lagi dapat dipandang semata sebagai urusan pohon dan kawasan hutan. Kehutanan berkaitan langsung dengan perubahan iklim, bencana ekologis, ekonomi masyarakat, tata ruang, hingga masa depan pembangunan daerah.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Dalam gerakan pelestarian lingkungan, mahasiswa kehutanan memiliki peran strategis. Mereka bukan hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun ke lapangan melalui kegiatan konservasi, rehabilitasi lahan, penelitian, kampanye lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Jauhar, mahasiswa kehutanan merupakan agen perubahan. Melalui praktik lapangan, mereka memperoleh pengalaman akademik sekaligus berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan.
Model pendidikan seperti ini menjadi salah satu keunggulan Prodi Kehutanan Unismuh Makassar. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada praktik langsung di lapangan. Mahasiswa dilatih memahami hutan sebagai ekosistem, sumber kehidupan, sekaligus ruang sosial tempat masyarakat menggantungkan penghidupan.
Dengan dukungan Hutan Pendidikan sebagai laboratorium alam, mahasiswa dapat mengalami langsung proses pembelajaran kehutanan. Mereka belajar membaca kondisi lahan, memahami vegetasi, mengukur potensi kawasan, memetakan ruang, dan melihat hubungan antara manusia dan hutan.
Dari Hasil Hutan Bukan Kayu hingga Forest Bathing
Ke depan, pengembangan Hutan Pendidikan Unismuh Makassar tidak hanya diarahkan pada agroforestri kopi. Prodi Kehutanan juga membuka ruang pengembangan hasil hutan bukan kayu, ekowisata, dan konsep Shinrin-yoku atau forest bathing.
Konsep forest bathing memanfaatkan hutan sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan kesehatan berbasis alam. Dalam perkembangan global, hutan tidak hanya dilihat sebagai penyedia kayu atau kawasan konservasi, tetapi juga sebagai ruang pemulihan fisik dan mental manusia.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa jasa lingkungan hutan semakin luas. Hutan dapat memberi manfaat ekologis, ekonomi, sosial, pendidikan, bahkan kesehatan. Dengan demikian, pelestarian hutan tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga bagi kualitas hidup manusia.
Bagi Unismuh Makassar, pengembangan ini sejalan dengan semangat kampus berkelanjutan. Prodi Kehutanan berupaya menghadirkan inovasi yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Pendidikan Kehutanan Berbasis Nilai
Program Studi Kehutanan Unismuh Makassar berada di bawah Fakultas Pertanian dan berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami di bidang kehutanan.
Visi prodi adalah menjadi program studi unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kehutanan serta menghasilkan sumber daya manusia berdaya saing tinggi dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat dan berkarakter Islami.
Visi tersebut diterjemahkan melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan. Dengan demikian, pendidikan kehutanan di Unismuh tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu dan keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan.
Dalam konteks krisis ekologis, pendidikan berbasis nilai menjadi penting. Masalah lingkungan tidak hanya lahir dari kekurangan teknologi, tetapi juga dari cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, calon sarjana kehutanan perlu dibekali etika, kepedulian, dan keberanian untuk berpihak pada keberlanjutan.
Pesan untuk Generasi Muda
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi Prodi Kehutanan Unismuh untuk mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar. Masa depan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi juga oleh kesadaran generasi yang akan memimpin masa depan.
Jauhar berpesan agar generasi muda menjadi pelopor perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, lalu diperluas melalui ilmu pengetahuan, teknologi, dan aksi nyata.
Langkah sederhana tetap penting. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam dan merawat pohon, menghemat energi dan air, memilah sampah, mendukung produk ramah lingkungan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar adalah tindakan kecil yang dapat memberi dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Di tengah perubahan iklim dan meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, kontribusi Prodi Kehutanan Unismuh Makassar menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting. Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan, tetapi juga ruang untuk merawat bumi, memulihkan lahan, memperkuat masyarakat, dan membangun masa depan yang lebih lestari.
Dari Hutan Pendidikan, agroforestri kopi, riset karbon, rehabilitasi lahan, hingga pemberdayaan masyarakat, Prodi Kehutanan Unismuh Makassar menegaskan satu pesan: menjaga hutan berarti menjaga kehidupan.
Pada akhirnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan hanya tentang seremoni. Ia adalah panggilan untuk bergerak. Bagi Prodi Kehutanan Unismuh Makassar, panggilan itu dijawab dengan kerja pendidikan, riset, dan pengabdian yang berpijak pada cita-cita sederhana tetapi mendasar, hutan lestari, masyarakat sejahtera.




















