
KHITTAH.CO, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai memaangkan arah program kerja akademik tahun 2026–2027 menjelang Rapat Kerja atau Raker yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Persiapan itu dibahas dalam pertemuan pra-Raker yang digelar di Aula Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar, Sabtu, 18 Juli 2026.
Pertemuan dihadiri jajaran rektorat, pimpinan fakultas dan manisan, ketua program studi, serta pimpinan badan, lembaga, direktorat, dan pusat di lingkungan Unismuh Makassar.
Rapat dipandu Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., yang akrab disapa Prof. Andis.
Sebelum memasuki pembahasan utama, pertemuan diawali pengajian yang disampaikan Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. Mawardi Pewangi.
Dalam pengajiannya, Mawardi mengingatkan bahwa bekerja bukan semata-mata menyelesaikan tugas, melainkan juga bagian dari amal yang harus dijalankan dengan kesungguhan, kesabaran, dan keikhlasan.
“Bekerja dan beramal harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kesabaran. Kesungguhan dan kesabaran itu hanya bisa dilakukan dengan keikhlasan,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengantar bagi seluruh peserta untuk menyusun program kerja bukan sekadar sebagai kewajiban tahunan, tetapi sebagai ikhtiar bersama memajukan universitas.
Menyatukan Arah Pengembangan Unismuh
Rektor Unismuh Makassar, Dr.Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., menyampaikan bahwa tim pra-Raker telah menyiapkan rancangan format program kerja tahun akademik 2026–2027.
Rancangan itu akan menjadi acuan awal bagi fakultas, program studi, lembaga, badan, dan unit kerja lainnya sebelum dibahas lebih mendalam dalam Raker pada awal Agustus mendatang.
Menurut Rakhim, penyusunan program kerja harus dilakukan dengan melihat kebutuhan universitas secara utuh. Setiap unit memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan sesuai bidangnya, tetapi tetap bergerak dalam satu arah besar pengembangan Unismuh Makassar.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh pimpinan dapat menyusun program yang tidak berhenti sebagai daftar kegiatan. Program tersebut harus benar-benar menjadi panduan dalam menjalankan agenda universitas selama satu tahun.
Rakhim juga mendorong agar strategi program-program tetap mendapat tempat, terutama yang berkaitan dengan peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, kemajuan mahasiswa, akreditasi, dan penguatan reputasi institusi.
Program yang baik, selanjutnya dapat dijalankan melalui kolaborasi antarfakultas, lintas program studi, maupun kerja sama dengan berbagai mitra.
Melalui perencanaan bersama, keputusan yang dihasilkan diharapkan mencerminkan kebutuhan institusi dan menjadi milik seluruh warga kampus.
Mutu Menjadi Budaya Keseharian
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, M.Si., memaparkan rencana format program kerja yang akan digunakan oleh seluruh unit.
Ia menjelaskan bahwa program kerja harus memiliki arah dan tujuan yang jelas. Setiap kegiatan perlu memberi sumbangsih terhadap penguatan tata kelola, mutu pendidikan, akreditasi, maupun daya saing universitas. “Supaya betul-betul linier antara akreditasi dengan program kerja,” ujar Burhanuddin.
Namun, arah itu tidak dimaknai sebatas memenuhi dokumen atau kebutuhan penilaian. Mutu harus hadir dalam pelayanan akademik, pembelajaran, pendampingan mahasiswa, pengelolaan program studi, serta kebiasaan melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, setiap kegiatan yang dijalankan memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat.
Memperluas Pengalaman Mahasiswa
Salah satu perhatian dalam penyusunan program kerja adalah memperluas pengalaman akademik dan profesional mahasiswa.
Program studi didorong membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi profesi, pertukaran mahasiswa, magang, kegiatan di luar kampus, serta program berskala nasional dan internasional.
Mahasiswa juga diharapkan semakin aktif terlibat dalam penelitian bersama dosen, penulisan artikel ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, serta pengajuan kekayaan intelektual.
Burhanuddin menilai kolaborasi antara dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kunci untuk membangun budaya akademik yang kuat.
Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang memperkaya kemampuan, jaringan, dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Program pertukaran pelajar, magang internasional, penelitian kolaboratif, pendampingan publikasi, dan pengembangan paten disebut sebagai beberapa kegiatan yang dapat diperkuat pada tingkat program studi.
Pertemuan pra-Raker tersebut akan dilanjutkan dengan forum pembahasan yang lebih mendalam. Format program kerja yang telah diperkenalkan akan disempurnakan dan dibagikan ke seluruh unit.
Hasil penyusunan dari masing-masing unit selanjutnya akan menjadi bahan utama dalam Raker Unismuh Makassar pada awal Agustus 2026.




















