Scroll untuk baca artikel
Berita

LPCR-PM Muhammadiyah Sulsel Matangkan Persiapan Akademi Marbot Masjid, Targetkan Jadi Percontohan Indonesia Timur

×

LPCR-PM Muhammadiyah Sulsel Matangkan Persiapan Akademi Marbot Masjid, Targetkan Jadi Percontohan Indonesia Timur

Share this article

KHITTAH.CO, SOLO – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat ilmu pengetahuan, pembinaan akhlak, dan pemberdayaan umat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PWM Sulawesi Selatan dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) tingkat nasional yang digelar di Solo.

Keikutsertaan delegasi Sulawesi Selatan dalam ToT AM3 merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan pelaksanaan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Dalam rancangan pengembangan program nasional tersebut, Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai pilot project atau wilayah percontohan dalam mencetak marbot masjid yang profesional, berkemajuan, serta memiliki kapasitas keilmuan dan manajerial yang kuat.

Delegasi LPCR-PM Sulawesi Selatan yang mengikuti ToT AM3 di Solo terdiri atas para akademisi dan kader persyarikatan, yakni Dr. Muktashim Billah, Lc., M.H., Dr. Zainal Abidin, S.H., M.H., Mursalin, S.Pd., M.Pd., Rudini, S.Pd., M.Pd., serta Syukur Saleh, S.Pd.

Baca juga: Milad ke-40 Ummul Mukminin, Sekretaris PP Muhammadiyah Tekankan Empat Kunci Keberlanjutan Pesantren

Sebelum keberangkatan tim, dukungan penuh disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan, Dr. KH. Mawardi Pewangi, M.Pd. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara optimal dan membawa manfaat bagi pengembangan dakwah kemasjidan di Sulawesi Selatan.

“Kami sangat berharap tim yang diutus dapat sukses menjalani seluruh rangkaian program ToT di Solo ini dengan baik. Semoga ilmu yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk kemajuan dakwah kemasjidan di Sulawesi Selatan,” ujar Mawardi, saat dikonfirmasi, Senin, 29 Juni 2026.

Partisipasi Sulawesi Selatan dalam program ini juga mendapat apresiasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah, Drs. H. Jamaluddin Ahmad, S.Psi., menyampaikan optimismenya terhadap kesiapan Sulawesi Selatan menjadi pelopor pengembangan Akademi Marbot Masjid di Indonesia Timur.

“Kami sangat menantikan hadirnya Akademi Marbot Masjid di Sulawesi Selatan. Program ini tidak hanya akan memakmurkan masjid-masjid Muhammadiyah di Sulsel, tetapi juga menjadi ujung tombak peradaban dan model pengembangan bagi wilayah lain di Indonesia Timur,” kata Jamaluddin.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Bidang Pengembangan Masjid LPCR-PM PP Muhammadiyah, Ir. Kusnadi Ikhwani. Menurutnya, sinergi antara PWM Sulawesi Selatan dan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam mendukung program ini menunjukkan keseriusan Muhammadiyah Sulsel dalam membangun ekosistem kemasjidan yang berdaya saing.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi luar biasa antara PWM Sulsel dan Universitas Muhammadiyah Makassar yang mengirimkan dua tim sekaligus dalam ToT ini. Hal tersebut menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah Sulsel untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang unggul dan berkemajuan,” ujarnya.

Menanggapi penunjukan Sulawesi Selatan sebagai wilayah percontohan, Ketua LPCR-PM Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengawal implementasi program tersebut setelah pelatihan berakhir.

“Kami di LPCR-PM Sulawesi Selatan siap memaksimalkan program AM3 ini. Keikutsertaan dalam ToT di Solo merupakan langkah awal yang sangat strategis. Setelah pelatihan, kami akan segera melakukan konsolidasi dan menyusun langkah implementasi agar target melahirkan marbot yang profesional dan berkemajuan dapat segera terwujud,” tegas Andi Sukri.

Dalam kegiatan ToT AM3 ini, para peserta mendapatkan berbagai materi strategis, mulai dari manajemen kemasjidan, fikih ibadah, kepemimpinan marbot, hingga tata kelola program yang mampu memakmurkan jamaah dari aspek spiritual, sosial, dan ekonomi. Dengan bekal tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan mampu menjadi pelopor lahirnya ekosistem masjid Muhammadiyah yang modern, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan peradaban Islam di Indonesia Timur.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply