
Oleh: Dr. Mahmudah, M. Hum (Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan)
KHITTAH.CO – Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan hijriah. Muharram adalah ruang hening untuk bermuhasabah, menata niat, memperbarui arah hidup, dan meneguhkan kembali hubungan taqarrub ilallah. Peristiwa hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah mengajarkan bahwa perubahan besar lahir dari iman yang kokoh, pengorbanan yang tulus, serta keberanian membangun peradaban yang berkeadaban.
Dalam konteks kebangsaan, Muharram menjadi momentum memperkuat nilai spiritual, solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan perdamaian. Sejalan dengan semangat tersebut, ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan hadir sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang tidak hanya berdakwah dengan kata-kata, tetapi juga dengan karya nyata melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pelayanan sosial, dan penguatan keluarga.
Muharram 1448 H tahun ini memiliki makna yang semakin mendalam karena masih berada dalam nuansa Milad ke-109 ‘Aisyiyah dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.” Tema ini bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan moral dan spiritual agar dakwah Islam hadir sebagai rahmat bagi semesta.
Hijrah yang Sesungguhnya
Hijrah yang sesungguhnya bukan hanya berpindah tempat, melainkan berpindah dari ego menuju pengabdian, dari kegelapan menuju pencerahan, dari konflik menuju perdamaian, serta dari keputusasaan menuju harapan.
Rasulullah saw. bersabda:
Maros, Gowa, Pangkep 200 (sentra Kementerian sosial)
“المهاجر من هجر ما نهى الله عنه”
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.”
Pada era modern, hijrah berarti membangun masyarakat yang lebih berakhlak, berilmu, sehat, mandiri, dan saling menguatkan. Di sinilah dakwah kemanusiaan menemukan relevansinya.
Kontribusi ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan: Dakwah yang Membumi
‘Aisyiyah Sulawesi Selatan telah membuktikan bahwa dakwah tidak berhenti di mimbar, tetapi menjelma menjadi gerakan peradaban. Melalui ratusan amal usaha dan program kerja yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, ‘Aisyiyah menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
1.Pendidikan: Menanam Benih Perdamaian
Perdamaian dibangun sejak usia dini. Karena itu, ‘Aisyiyah mengelola ratusan TK ABA, kelompok bermain, sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi. Setiap ruang kelas menjadi tempat menanamkan akhlak mulia, toleransi, cinta tanah air, disiplin, dan semangat hidup berdampingan secara damai.
Anak-anak yang dididik hari ini adalah investasi peradaban masa depan. Pendidikan yang berlandaskan iman dan ilmu akan melahirkan generasi yang tidak mudah terpecah oleh kebencian, radikalisme, maupun krisis moral.
2.Kesehatan: Merawat Kehidupan dan Martabat Manusia
Dakwah kemanusiaan juga diwujudkan melalui pelayanan kesehatan. Rumah sakit, klinik, dan pos kesehatan yang dikelola ‘Aisyiyah menjadi bentuk nyata kasih sayang Islam kepada sesama tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.
Merawat kesehatan ibu dan anak berarti menjaga masa depan bangsa. Menolong orang sakit berarti memuliakan kehidupan manusia. Dalam perspektif Islam, menjaga jiwa merupakan salah satu tujuan utama syariat (maqashid syariah).
3.Pemberdayaan Ekonomi: Menguatkan Keluarga dan Masyarakat
Kemiskinan sering menjadi akar berbagai persoalan sosial. Karena itu, ‘Aisyiyah membangun kemandirian ekonomi perempuan melalui BUEKA, koperasi, unit usaha produktif, dan Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah.
Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan lebih mampu menjaga martabat dirinya, mendukung pendidikan anak-anaknya, serta membangun keluarga yang harmonis. Keluarga yang kuat adalah fondasi masyarakat yang damai.
4.Pelayanan Sosial: Menebar Kasih Sayang dan Harapan
Melalui panti asuhan, program keluarga sakinah, gerakan perempuan mengaji, bantuan hukum, dan berbagai layanan sosial lainnya, ‘Aisyiyah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Anak yatim, dhuafa, perempuan rentan, dan keluarga yang menghadapi masalah mendapatkan pendampingan yang memuliakan kemanusiaan.
Inilah wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin: Islam yang mengangkat derajat manusia, bukan yang menakutkan; Islam yang menghadirkan harapan, bukan permusuhan.
Muharram sebagai Momentum Muhasabah
Memasuki 1 Muharram 1448 H, ada beberapa pertanyaan penting yang perlu kita renungkan, yaitu Sudahkah hijrah kita mendekatkan diri kepada Allah Swt.?, Sudahkah ilmu dan harta kita bermanfaat bagi sesama?, Sudahkah keluarga kita menjadi rumah yang penuh kasih sayang dan kedamaian? dan Sudahkah organisasi dan amal usaha kita benar-benar menjadi pusat pelayanan kemanusiaan?
Muharram mengajarkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi juga dari kedekatan kepada Allah dan manfaat bagi manusia.
Allah Swt. berfirman:
“إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ”
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)
Menuju Sukses Dunia dan Akhirat
Sukses dalam Islam bukan hanya keberhasilan material, melainkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Dunia adalah ladang amal, sedangkan akhirat adalah tempat menuai hasilnya.
Karena itu, dakwah kemanusiaan harus selalu berakar pada tauhid dan ketakwaan. Amal usaha yang besar tanpa keikhlasan tidak akan bernilai di sisi Allah. Sebaliknya, amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi jalan keselamatan.
Muharram mengingatkan kita untuk, memperbanyak istighfar dan taubat, meningkatkan ibadah dan sedekah, memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial, menjaga amanah dalam organisasi dan pekerjaan, serta terus berkontribusi membangun masyarakat yang damai dan berkemajuan.
Muharram 1448 H hendaknya menjadi awal hijrah kolektif menuju peradaban yang lebih mulia. ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan telah menunjukkan bahwa dakwah kemanusiaan bukan utopia, melainkan gerakan nyata yang membangun pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial demi terwujudnya perdamaian.
Semoga tahun baru ini menjadikan kita pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih kuat dalam iman, lebih luas dalam kasih sayang, serta lebih istiqamah dalam perjuangan.
Mari menjadikan setiap rumah sebagai pusat ketakwaan, setiap ranting sebagai pusat pemberdayaan, dan setiap amal usaha sebagai pusat pelayanan kemanusiaan.
Dengan semangat hijrah, tauhid, dan rahmah, insya Allah kita akan meraih sukses di dunia dan sukses di akhirat.
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.
Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing langkah kita dalam memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian.




















