KHITTAH.CO, BUDAPEST — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Hungaria menyiapkan webinar pendampingan beasiswa Stipendium Hungaricum pada November 2026. Kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya ini bertujuan membantu calon mahasiswa Indonesia memahami persyaratan, tahapan seleksi, hingga persiapan studi di berbagai perguruan tinggi di Hungaria.
Program pendampingan tersebut merupakan agenda tahunan PCIM Hungaria sejak organisasi ini berdiri pada 2021. Melalui kegiatan ini, PCIM Hungaria berupaya memperluas akses informasi pendidikan internasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Wakil Ketua PCIM Hungaria, Kharisma Pratama, mengatakan kegiatan pendampingan dirancang untuk memberikan pemahaman praktis kepada calon pendaftar mengenai proses seleksi beasiswa.
“Kami berharap pengalaman diaspora Muhammadiyah dan Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Hungaria dapat membantu calon pendaftar mempersiapkan diri dengan lebih baik. Informasi dan pengalaman ini ingin kami bagikan kepada masyarakat luas,” ujar Haris, Ahad, 1 November 2026.
Peluang Beasiswa dan Pengembangan Riset di Hungaria
Stipendium Hungaricum merupakan program beasiswa Pemerintah Hungaria yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan pada jenjang sarjana, magister, dan doktoral.
Beasiswa ini mencakup pembebasan biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, dukungan akomodasi, serta perlindungan kesehatan sesuai ketentuan program.
Selain memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi, mahasiswa di Hungaria juga dapat mengakses berbagai program pengembangan akademik dan penelitian. Salah satunya Egyetemi Kutatói Ösztöndíj Program (EKÖP), yang menyediakan hibah penelitian bagi mahasiswa dan peneliti muda.
Kesempatan mobilitas akademik juga tersedia melalui Pannónia Scholarship Programme dan Central European Exchange Programme for University Studies (CEEPUS), dengan persyaratan yang berbeda pada setiap program.
Mahasiswa juga berpeluang mengikuti forum penelitian, seperti Scientific Students’ Associations Conference (TDK) dan National Scientific Students’ Associations Conference (OTDK), serta menjajaki kesempatan magang melalui jaringan perguruan tinggi.
Ketua Majelis Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat PCIM Hungaria, Windia Hadi, menilai berbagai peluang tersebut penting diketahui calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan studi.
“Studi di Hungaria bukan hanya kesempatan memperoleh gelar akademik. Ada peluang mengembangkan penelitian, mengikuti kegiatan ilmiah internasional, serta membangun jejaring yang bermanfaat bagi pengembangan karier,” ujar Windia.
Menurut dia, pengalaman akademik dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan ilmiah dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri dan memperluas jejaring internasional.
Webinar Bahas Persyaratan hingga Kehidupan Mahasiswa
Webinar pendampingan yang direncanakan berlangsung pada November 2026 akan membahas sejumlah aspek penting dalam proses pendaftaran beasiswa.
Materi yang disiapkan meliputi persyaratan beasiswa, pemilihan universitas dan program studi, persiapan dokumen, serta tahapan pendaftaran dan seleksi. Peserta juga akan memperoleh informasi mengenai kehidupan akademik, adaptasi budaya, dan gambaran biaya hidup selama berada di Hungaria.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Hungaria, Try Hardyanthi, mengatakan kemudahan memperoleh informasi menjadi salah satu hal yang ingin diwujudkan melalui kegiatan tersebut.
“Kami ingin informasi beasiswa lebih mudah dipahami, sehingga calon pendaftar tahu apa yang perlu dipersiapkan dan dapat belajar langsung dari pengalaman mahasiswa di Hungaria,” ujar Try Hardyanthi.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut dapat diperoleh melalui media sosial dan situs web resmi PCIM Hungaria.
Pendampingan ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, lulusan perguruan tinggi, hingga pekerja profesional yang memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Perkuat Kontribusi Pendidikan dan Kolaborasi Akademik
Rencana pendampingan beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya PCIM Hungaria memperkuat kontribusi di bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Sebelumnya, pada 17 Oktober 2026, PCIM Hungaria berkolaborasi dengan John von Neumann University, Hungaria, menyelenggarakan kegiatan bertajuk Beyond Motivation: Turning Ideas Into Impact dengan tema Motivation and Academic Writing di Budapest.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua akademisi John von Neumann University, Prof. Dr. Anna Dunay dan Prof. Dr. Csaba Bálint Illés. Keduanya turut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan harapan agar kegiatan akademik serupa dapat kembali dilaksanakan melalui kolaborasi antara PCIM Hungaria dan pihak universitas.
Melalui pendampingan beasiswa, forum akademik, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, PCIM Hungaria berupaya membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh pengalaman pendidikan internasional.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam memperluas kesempatan belajar, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.






















