KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan yang diselenggarakan Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Regional Sulawesi menjadi ruang pembelajaran bagi kader perempuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan yang berintegritas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui materi Konsep Dasar Kepemimpinan dan Kepemimpinan Tumbuh dari Hati, peserta diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga keteladanan, tanggung jawab, dan kemampuan menggerakkan perubahan.
Sesi pelatihan difasilitasi oleh Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd. dan Dr. Maesaroh, M.A. dengan pendekatan reflektif dan partisipatif di gedung serbaguna ‘Aisyiyah, Sabtu, 30 Mei 2026.
Kegiatan diawali dengan refleksi sederhana yang mengajak peserta menuliskan satu kata yang dianggap paling menentukan keberhasilan seseorang.
Beragam kata kunci seperti integritas, amanah, komitmen, disiplin, ikhlas, sabar, kerja keras, semangat, dan kejujuran memenuhi papan diskusi. Dari proses tersebut, peserta menyimpulkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh karakter dan nilai yang dipegang teguh dalam kehidupan.
Pada sesi Konsep Dasar Kepemimpinan, peserta diajak mendiskusikan figur-figur inspiratif dalam ‘Aisyiyah yang selama ini menjadi teladan. Melalui diskusi kelompok, peserta mengidentifikasi nilai-nilai kepemimpinan yang mereka kagumi sekaligus mendalami makna pemimpin, memimpin, dan kepemimpinan.
Prof. Mami Hajaroh menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memberi arah, menginspirasi, dan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama.
“Kepemimpinan hari ini tidak cukup hanya mengandalkan otoritas. Pemimpin harus mampu mendengarkan, membangun kepercayaan, dan menghadirkan keteladanan dalam tindakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin dituntut untuk terus belajar, beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki kerendahan hati untuk menerima berbagai perspektif baru. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan juga dipahami sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, sehingga membutuhkan fondasi moral berupa sifat sidiq, amanah, fathanah, dan tabligh.
Sementara itu, pada materi Kepemimpinan Tumbuh dari Hati, peserta diajak melakukan refleksi terhadap pengalaman keberhasilan yang pernah mereka capai dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun organisasi.
Setiap peserta menuliskan pengalaman yang dianggap paling berkesan, kemudian membagikannya kepada peserta lain untuk didiskusikan dalam kelompok kecil. Melalui proses tersebut, peserta menemukan bahwa keberhasilan umumnya lahir dari ketekunan, keberanian mengambil tanggung jawab, dukungan lingkungan, dan komitmen untuk terus berkembang.
Suasana pelatihan berlangsung hangat ketika peserta saling menceritakan kembali pengalaman keberhasilan rekannya kepada kelompok lain. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga membangun empati, kemampuan mendengar, dan penghargaan terhadap pengalaman orang lain.
Dr. Maesaroh menekankan bahwa kepemimpinan sesungguhnya dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri sebelum berkembang ke lingkungan keluarga, masyarakat, dan organisasi.
“Sering kali kita merasa belum mampu menerima amanah. Padahal, orang lain bisa jadi telah melihat potensi dalam diri kita sebelum kita sendiri menyadarinya. Kepercayaan yang diberikan kepada kita adalah kesempatan untuk tumbuh,” katanya.
Menurut Maesaroh, kepemimpinan perempuan berkemajuan harus dibangun di atas kesadaran diri, ketulusan, kepekaan sosial, serta kemauan untuk terus belajar. Pemimpin yang tumbuh dari hati dinilai mampu menghadirkan harmoni di tengah perbedaan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi maupun masyarakat.
Melalui dua materi pembuka tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang kepemimpinan, tetapi juga diajak mengenali potensi diri dan nilai-nilai yang menjadi sumber kekuatan dalam menjalankan amanah. Pelatihan ini diharapkan melahirkan kader-kader perempuan berkemajuan yang mampu memimpin dengan integritas, keteladanan, dan semangat pengabdian.
Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan merupakan bagian dari upaya strategis ‘Aisyiyah dalam memperkuat kapasitas kader perempuan agar mampu mengambil peran lebih luas di organisasi, keluarga, dan kehidupan sosial kemasyarakatan, sekaligus menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa.




















