Scroll untuk baca artikel
Berita

Pesan PDM Tana Toraja pada Penamatan Santri Muhammadiyah: Iman dan Ilmu Jadi Kunci Kemajuan Generasi Muda

×

Pesan PDM Tana Toraja pada Penamatan Santri Muhammadiyah: Iman dan Ilmu Jadi Kunci Kemajuan Generasi Muda

Share this article

KHITTAH.CO, TANA TORAJA — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tana Toraja, Drs. Ahmad Gazali, menegaskan bahwa keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan penguatan pembelajaran Al-Qur’an merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi unggul dan berakhlak. Pesan itu disampaikannya pada acara penamatan 81 santri Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja yang berlangsung di Tana Toraja, Senin, 15 Juni 2026.

Penamatan yang mengusung tema “Mencerdaskan Umat, Memajukan Toraja dengan Iman dan Ilmu” tersebut dihadiri unsur Muhammadiyah, pimpinan pesantren, perwakilan Kementerian Agama, orang tua santri, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ahmad Gazali mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Mujadilah ayat 11 yang menyatakan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Menurut dia, pesan tersebut menjadi pedoman dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Ia mengatakan, perkembangan Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja saat ini merupakan hasil dari proses panjang sejak lembaga tersebut berdiri pada dekade 1990-an. Berbagai tantangan yang dihadapi para pendiri, pengelola, guru, dan masyarakat tidak menghalangi pesantren untuk terus tumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkembang di Tana Toraja.

Kepada para santri yang ditamatkan, Ahmad Gazali berpesan agar terus melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kamu telah melewati proses selama enam tahun di tempat ini. Mudah-mudahan ketika keluar, ilmu itu terus ditingkatkan dan Insya Allah akan menjadikan kalian orang-orang yang memiliki derajat lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Ahmad Gazali mencontohkan kisah Thomas Alva Edison untuk menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sesuai.

“Kita tidak boleh mengatakan anak-anak kita bodoh atau tidak bisa diajar. Setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda,” tegasnya.

Selain itu, Ahmad Gazali mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk memperkuat ibadah serta meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an. Menurut dia, program tahfiz perlu terus dikembangkan agar menjadi salah satu ciri khas Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja.

“Alhamdulillah sudah ada hafiz yang mampu menghafal 30 juz, tetapi ini perlu dikembangkan lagi sebagai ciri khas pondok pesantren kita,” katanya.

Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja, H. Herman Tahir, M.Pd., mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya pengembangan lembaga. Salah satunya melalui pembelian lahan seluas 625 meter persegi yang berada di sekitar kompleks pesantren.

Menurut Herman Tahir, lahan tersebut dibeli dengan nilai sekitar Rp 440 juta untuk mendukung pengembangan kawasan pendidikan yang lebih terintegrasi. Pengadaan lahan itu mendapat dukungan pembiayaan awal dari PWM Sulawesi Selatan dan Lazismu Tana Toraja, sementara pelunasannya direncanakan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang berkenan untuk berinvestasi akhirat dengan mendukung pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tana Toraja,” ujarnya.

Pada penamatan tahun ini, Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja meluluskan 81 santri yang terdiri dari 17 santri TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), 19 santri Madrasah Ibtidaiyah (MI), 20 santri SMP, 11 santri Madrasah Aliyah (MA), dan 14 santri SMK.

Ahmad Gazali menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Mudir Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja, seluruh guru, panitia, dan orang tua santri yang telah berkontribusi dalam proses pendidikan.

Ia berharap sinergi antara Muhammadiyah, pesantren, pemerintah, dan masyarakat terus terjaga sehingga pesantren dapat berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing di masa depan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply