KHITTAH.CO, GOWA – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa, H. Ardan Ilyas, S.Ag., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Samata dalam menyelenggarakan Gerakan Salat Subuh (GSS) berjamaah secara rutin. Menurutnya, gerakan dakwah yang telah berlangsung tanpa terputus sejak tahun 2025 tersebut layak menjadi contoh bagi seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Gowa.
Apresiasi tersebut disampaikan H. Ardan Ilyas saat memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Salat Subuh (GSS) PRM Samata yang dilaksanakan di Masjid Balda Zakinah, Samata, Kabupaten Gowa, Sabtu (27/6/2026) waktu subuh.
“Saat ini terdapat 144 PRM dan 22 PCM di Kabupaten Gowa. Namun, sejauh ini hanya PRM Samata yang secara konsisten menggerakkan dakwah melalui Gerakan Salat Subuh seperti yang kita saksikan hari ini,” ujar Ardan Ilyas.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena inisiasi kegiatan Gerakan Salat Subuh yang dimulai sejak tahun 2025 di Masjid Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unismuh Samata dapat terus berjalan hingga sekarang tanpa pernah terhenti.
“Tentu saya bersyukur karena PRM Samata terus menggelorakan dakwah Muhammadiyah melalui gerakan salat subuh berjamaah. Sebagai Ketua PDM Gowa, saya berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan dapat diikuti oleh seluruh PRM dan PCM se-Kabupaten Gowa,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Amrah Kasim, M.A., Guru Besar Bahasa Arab UIN Alauddin Makassar sekaligus mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada era 1980-an.
Selama lebih dari satu jam, Prof. Amrah mengulas kandungan sejumlah ayat Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Yasin, Surah Al-Kahfi, dan Surah Al-Furqan ayat 74. Ia menekankan pentingnya mentadabburi Al-Qur’an sebagai jalan untuk memperoleh ketenangan hidup.
“Karena itu, saya selalu mengajak kita semua untuk bersama-sama mentadabburi kandungan Al-Qur’an. Insya Allah, jika kita mampu memahami maknanya, maka akan tercipta ketenangan lahir dan batin,” ujar Prof. Amrah.
Sementara itu, Ketua PRM Samata, Prof. Dr. KH. Mustari Bosrah, M.A., menjelaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Salat Subuh merupakan bagian dari amanah persyarikatan untuk menghidupkan dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Kami memiliki dua tujuan utama dalam Gerakan Salat Subuh ini. Pertama, mempererat silaturahmi sesama warga Muhammadiyah dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya. Kedua, menghidupkan program ranting dalam menggelorakan dakwah Muhammadiyah kepada umat,” ujar Kiai Mustari yang juga menjabat Direktur Akademi Keperawatan Muhammadiyah Makassar.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan jamuan makanan ringan yang disiapkan oleh pengurus Aisyiyah Ranting Samata. Sejumlah tokoh Muhammadiyah turut hadir, di antaranya Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Wakil Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Sulawesi Selatan, Dr. Haidir Fitrah, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Dr. M. Ilham Muchtar, serta sejumlah pengurus Muhammadiyah lainnya.




















