Scroll untuk baca artikel
Berita

PWM Sulsel Jadi Tuan Rumah Rakor MPKS Muhammadiyah Regional IV, Tegaskan Keikhlasan dan Kolaborasi sebagai Kunci Layanan Sosial

×

PWM Sulsel Jadi Tuan Rumah Rakor MPKS Muhammadiyah Regional IV, Tegaskan Keikhlasan dan Kolaborasi sebagai Kunci Layanan Sosial

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Upgrading Pimpinan dan Rapat Koordinasi (Rakor) Regional IV yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua di Lantai 3 Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulawesi Selatan, Sabtu, 11 Juli 2026. Mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi MPKS Regional IV dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat koordinasi, sekaligus meningkatkan kapasitas pimpinan MPKS dalam memperluas pelayanan sosial Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran MPKS PP Muhammadiyah, pimpinan MPKS wilayah dari Sulawesi, Maluku, dan Papua, pimpinan daerah Muhammadiyah, unsur perguruan tinggi Muhammadiyah, serta berbagai majelis di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan.

Ketua MPKS PWM Sulawesi Selatan, Dr. H. M. Arfah Bas’ha, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada MPKS PP Muhammadiyah yang memilih Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah pelaksanaan upgrading dan rapat koordinasi Regional IV. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi PWM Sulsel untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta.

Ia mengungkapkan bahwa suksesnya penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari koordinasi intensif antara panitia pusat dan panitia lokal. Berbagai kebutuhan peserta, mulai dari penjemputan hingga akomodasi, dipersiapkan secara matang sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

“Semua ini dapat terlaksana karena koordinasi yang berjalan dengan baik. Kita boleh merancang kegiatan, tetapi keberhasilan pelaksanaan sangat ditentukan oleh kerja sama panitia yang bekerja tanpa mengenal waktu,” ujarnya.

Arfah juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang berasal dari berbagai unsur, termasuk dosen dan tenaga kependidikan perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama Muhammadiyah dalam menyukseskan setiap agenda persyarikatan.

Ia menilai, koordinasi merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi pelayanan sosial. Tanpa komunikasi yang baik, menurutnya, berbagai program yang telah dirancang tidak akan mampu diwujudkan secara optimal.

“Kita belajar bahwa keberhasilan sebuah kegiatan bukan hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi oleh koordinasi yang terus terbangun di setiap tahapan pelaksanaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arfah juga menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta. Ia menyebut jumlah peserta yang hadir melampaui target awal yang telah ditetapkan panitia. Peserta berasal dari Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, dan berbagai wilayah lainnya di Regional IV.

Baca juga: MPKS PP Muhammadiyah Perkuat Sinergi Regional IV, Dorong Transformasi Layanan Kesejahteraan Sosial Berbasis Keluarga

Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah menjadi bukti besarnya komitmen MPKS dalam memperkuat pelayanan sosial Muhammadiyah secara merata di Indonesia bagian timur.

Selain itu, ia memperkenalkan fasilitas Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang kini semakin berkembang sebagai pusat kegiatan persyarikatan. Gedung tersebut telah dilengkapi ruang pertemuan, kamar penginapan, serta berbagai fasilitas pendukung yang terus dibenahi untuk menunjang kegiatan organisasi.

Arfah berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai sehingga berbagai materi upgrading dan hasil rapat koordinasi mampu melahirkan rekomendasi yang memperkuat program-program MPKS di daerah.

Sementara itu, Bendahara PWM Sulawesi Selatan, Dr. Husain Abd Rahman, S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah selama lebih dari satu abad terletak pada nilai keikhlasan, ketulusan, dan kesungguhan para pengurus dalam menggerakkan amal usaha maupun pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Husain, modal sosial tersebut merupakan warisan langsung dari KH Ahmad Dahlan yang terus dipelihara oleh generasi penerus Muhammadiyah hingga saat ini. Karena itu, berbagai agenda besar persyarikatan dapat terlaksana meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

“Saya meyakini Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari seratus tahun karena para pengurusnya memiliki keikhlasan dan kesungguhan dalam mengurus persyarikatan. Modal inilah yang harus terus diwariskan kepada seluruh kader,” ujarnya.

Ia menilai semangat tersebut sangat relevan dengan tugas MPKS yang setiap hari berhadapan langsung dengan persoalan-persoalan sosial masyarakat, mulai dari pelayanan anak terlantar, penyandang disabilitas, kelompok rentan, hingga berbagai bentuk pelayanan kemanusiaan lainnya.

Menurut Husain, pengabdian di bidang kesejahteraan sosial membutuhkan dedikasi yang jauh lebih besar dibanding sekadar menjalankan program administratif. Pengurus harus memiliki kepedulian yang tinggi karena yang dihadapi adalah persoalan kemanusiaan.

Ia mengingatkan bahwa seluruh aktivitas Muhammadiyah pada hakikatnya merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Karena itu, setiap program harus dilandasi niat yang tulus agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus bernilai ibadah.

“Kita harus menjadikan seluruh aktivitas persyarikatan sebagai ibadah. Nilai ibadah itu sangat ditentukan oleh niat kita dalam memberikan pelayanan kepada umat,” katanya.

Dalam sambutannya, Husain juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dari berbagai provinsi. Ia berharap momentum Rakor Regional IV menjadi ruang bertukar pengalaman, memperkuat jejaring antardaerah, sekaligus melahirkan inovasi pelayanan sosial yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa PWM Sulawesi Selatan saat ini terus mengembangkan Pusat Dakwah Muhammadiyah sebagai pusat aktivitas organisasi. Berbagai agenda yang sebelumnya dilaksanakan di hotel secara bertahap dipindahkan ke kompleks Pusdam agar menjadi pusat pembinaan kader dan penguatan organisasi.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah membangun kemandirian organisasi melalui optimalisasi aset yang dimiliki persyarikatan.

“Kami ingin Pusat Dakwah Muhammadiyah menjadi rumah besar seluruh kegiatan persyarikatan. Fasilitasnya akan terus kami lengkapi sehingga mampu mendukung berbagai agenda nasional maupun regional,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sebelumnya Pusdam telah menjadi lokasi penyelenggaraan Darul Arqam Utama bagi pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah yang diikuti ratusan peserta selama beberapa hari. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa fasilitas persyarikatan mampu menjadi pusat kegiatan berskala besar.

Menutup sambutannya, Husain mengajak seluruh peserta menjaga semangat kebersamaan selama mengikuti upgrading dan rapat koordinasi. Ia optimistis sinergi yang dibangun melalui forum tersebut akan memperkuat peran MPKS sebagai garda terdepan Muhammadiyah dalam menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui kegiatan upgrading dan Rakor Regional IV ini, MPKS PP Muhammadiyah diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, menyamakan arah kebijakan pelayanan sosial, serta memperluas kolaborasi antardaerah sehingga gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply