KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan melepas kontingen Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II yang berjumlah lebih dari 250 orang menuju Malang, Jawa Timur, Jumat, 18 September 2026. Kontingen tersebut terdiri atas 210 santri dari delapan pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah se-Sulsel yang akan mengikuti KSMN II di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Malang, pada 21–24 September 2026.
Pelepasan dilakukan Wakil Ketua PWM Sulsel, Dr. K.H. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., di Pelataran Terminal Penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Mawardi didampingi sejumlah pimpinan dan pengurus Muhammadiyah Sulsel, yakni Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si., KH. Lukman Abd. Samad, Lc., M.Pd.I., dan Dr. Muhammad Ali Bakri, M.Si.
Rombongan selanjutnya bertolak menuju Surabaya menggunakan kapal laut KM Dharma Kencana. Dari Surabaya, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Bumi Perkemahan Coban Rondo, Pujon, Malang, yang menjadi lokasi pelaksanaan KSMN II.
Ketua Panitia KSMN II Kontingen Sulsel, H. Muhammad Al Ghazali, Lc., menyampaikan apresiasi kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang Makassar yang telah memberikan fasilitas dan dukungan terhadap keberangkatan kontingen.
Ia mengatakan dukungan tersebut bukan kali pertama diberikan kepada kegiatan Muhammadiyah Sulsel.
“PT Pelindo telah berkali-kali membantu dan menyediakan fasilitas untuk acara-acara serupa yang diadakan oleh Muhammadiyah Sulsel,” kata Al Ghazali.
Kontingen Sulsel membawa 210 santri yang dibagi ke dalam 21 regu. Mereka didampingi pembina, mentor, pendamping, dan panitia wilayah sehingga total rombongan mencapai lebih dari 250 orang.
Para santri merupakan utusan delapan pesantren Muhammadiyah dan ’Aisyiyah di Sulawesi Selatan. Mereka berasal dari Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Pesantren Puteri Ummul Mukminin ’Aisyiyah Makassar, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo Luwu Utara, Aisyiyah Boarding School (ABS) Pinrang, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece Enrekang, Pesantren Darul Fallah Muhammadiyah Bissoloro Gowa, serta Muhammadiyah Boarding School (MBS) Rappang Sidrap.
Keberangkatan kontingen merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan selama beberapa pekan. Menjelang keberangkatan, para santri menjalani karantina intensif selama tiga hari di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar.
Karantina tersebut dikoordinasikan Dr. Zainal Abidin dengan dukungan 11 mentor. Selama karantina, peserta mengikuti latihan teknis dan pembinaan mental mulai pagi hingga malam sebagai persiapan menghadapi berbagai cabang kompetisi.
Cabang yang dipersiapkan antara lain Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Dirasah Islamiyah, pidato bahasa Arab dan Inggris, story telling, ilqaul qishshah, PBB Variasi, Jelajah Alam, serta Tali Temali.
Dalam pelepasan tersebut, KH. Lukman Abd. Samad memberikan sejumlah pesan kepada para santri. Ia menekankan lima modal yang perlu dibawa peserta selama mengikuti kompetisi, yakni tekad yang tinggi, keyakinan, keberanian, mental sebagai pelaku, dan doa.
“Lima modal utama itu adalah himmah ‘aliyah, al-yaqin, asy-syaja’ah, fa’il, dan doa,” ujar Lukman.
Sementara itu, Mawardi Pewangi meminta para santri menjaga kondisi fisik selama perjalanan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan percaya diri. Ia juga mengingatkan peserta agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca di Malang yang berbeda dengan Sulawesi Selatan.
“Jaga kondisi fisik, beradaptasi dengan cuaca dingin di Malang, dan percaya diri. Jangan minder menghadapi ribuan peserta dari seluruh Indonesia,” kata Mawardi.
KSMN II mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi”. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–24 September 2026 dan diikuti sekitar 1.700 santri dari berbagai wilayah di Indonesia.
Bagi kontingen Sulsel, keikutsertaan dalam KSMN II tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi dalam berbagai cabang lomba. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembinaan kedisiplinan, kemandirian, keberanian, dan pengalaman berkompetisi bagi para santri.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kontingen Sulsel dijadwalkan kembali ke Makassar pada 25 September 2026.






















