KHITTAH.CO, PINRANG — Rektor Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS), Dr. Nurhayati Azis, S.E., M.Si., menghadirkan ruang kolaborasi dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui penyelenggaraan ‘Aisyiyah Creative Fest (ACF) 2026 di ‘Aisyiyah Boarding School (ABS), Kabupaten Pinrang, Sabtu-Ahad,30-31 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti kader dan pengurus ‘Aisyiyah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan itu menjadi wadah penguatan usaha perempuan, promosi produk UMKM, serta perluasan jejaring ekonomi berbasis komunitas.
ACF 2026 diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) dengan mengusung tema “Perempuan Berkemajuan: Menggerakkan Ekonomi, Menginspirasi Negeri”. Festival ini dirancang sebagai sarana memperkuat kapasitas ekonomi perempuan melalui kolaborasi, inovasi, dan pertukaran praktik baik antarwilayah.
Dalam sambutannya, Nurhayati Azis yang juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi kader sekaligus memperluas akses pemasaran produk usaha perempuan.
“Hari ini juga ada pelantikan Iswara (Ikatan Saudagar Wirausaha ‘Aisyiyah). Kita mengharapkan lahirnya Iswara-Iswara yang ada di kabupaten dan kota, apalagi saat ini kita sudah punya Sekolah Wira Usaha ‘Aisyiyah, hasil produknya itulah yang dipamerkan,” ujar Nurhayati.
Menurut dia, ACF menjadi inovasi baru dalam upaya membangun kekuatan ekonomi kader melalui pengembangan usaha dan jejaring pemasaran yang lebih luas.
“Ini menjadi awal inovasi kita dari Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan mengadakan ‘Aisyiyah Creative Fest. Karya-karya terbaik para pengusaha Iswara ini diharapkan menjadi kekuatan besar untuk mengembangkan dan memasarkan produk secara lebih luas,” katanya.
Nurhayati juga mengapresiasi tingginya partisipasi daerah dalam festival tersebut. Sebanyak 24 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Sulawesi Selatan hadir dan terlibat dalam berbagai agenda kegiatan, mulai dari pameran ekonomi hingga sesi berbagi pengalaman usaha.
Ketua Panitia ACF 2026, Musdalifah Yacop, S.Pd., M.Pd., melaporkan bahwa area expo ekonomi dan pameran telah siap sepenuhnya sebelum pembukaan kegiatan.
“Untuk sektor penguatan ekonomi, Alhamdulillah area pameran telah siap 100 persen. Tenda sudah terpasang semua dan diisi lebih dari 13 stan pameran dari berbagai unsur pimpinan wilayah, daerah, dan organisasi lainnya,” ujar Musdalifah.
Ia menjelaskan bahwa peserta pameran berasal dari berbagai daerah, di antaranya Bone, Gowa, Pinrang, Bantaeng, Soppeng, Bulukumba, Pangkep, Sidrap, Parepare, Kepulauan Selayar, dan Jeneponto. Produk yang dipamerkan meliputi hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerajinan tangan, kuliner, hingga berbagai inovasi ekonomi keluarga binaan ‘Aisyiyah.
Selain expo dan pasar murah, ACF 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan inspiratif, seperti sesi praktik baik, talkshow kewirausahaan, edukasi kecantikan, pelantikan Ikatan Saudagar Wirausaha ‘Aisyiyah (ISWARA), serta peluncuran program ketahanan pangan.
Musdalifah menuturkan bahwa sejumlah inovasi yang dipresentasikan peserta mendapat respons positif dari kader maupun santri ABS. Beberapa di antaranya adalah pengolahan daun kelor menjadi produk pangan bernilai tambah serta pemanfaatan karung beras bekas menjadi tas dan keranjang yang memiliki nilai ekonomi.
“Praktik-praktik baik ini menjadi inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis potensi lokal yang tersedia di daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., mengapresiasi pelaksanaan ACF 2026 yang dikoordinasikan oleh Nurhayati Azis bersama jajaran Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan.
“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya ‘Aisyiyah Creative Fest yang diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan yang dikoordinatori oleh Ibu Rektor INASS,” kata Salmah.
Menurut Salmah, festival tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM dan penguatan jejaring usaha antarkader. Praktik-praktik baik yang dipertukarkan selama kegiatan dinilai dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain sekaligus memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha perempuan.
Ia berharap jejaring yang terbentuk melalui ACF mampu meningkatkan daya saing UMKM ‘Aisyiyah di tingkat daerah maupun nasional.
“Tidak bisa kita sendiri, harus berjejaring dan berkolaborasi sehingga UMKM ‘Aisyiyah menjadi semakin maju dan semakin berdaya,” ujarnya.
Rangkaian ACF 2026 ditutup dengan pelaksanaan Milad ke-109 ‘Aisyiyah serta Wisuda Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) yang diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Melalui festival ini, ‘Aisyiyah berharap lahir semakin banyak perempuan pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan mampu menggerakkan ekonomi keluarga maupun masyarakat secara berkelanjutan.




















