Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Trilogi IMM Jadi Arah Kaderisasi, PK IMM FMIPA Unhas Lantik Pimpinan Baru

×

Trilogi IMM Jadi Arah Kaderisasi, PK IMM FMIPA Unhas Lantik Pimpinan Baru

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin (Unhas) melantik kepengurusan baru periode 2026–2027 sekaligus menegaskan penguatan kaderisasi sebagai agenda utama organisasi. Pelantikan berlangsung dalam rangkaian Pelantikan, Penataran Pimpinan (TARPIM), dan Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) di Lantai 1 Science Building FMIPA Unhas, Sabtu, 26 September 2026.

Prosesi pelantikan dibuka Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) IMM Makassar Timur, Raihan Renanda Hardinur. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah unsur Muhammadiyah dan sivitas akademika FMIPA Unhas, di antaranya Wakil Ketua PDM Kota Makassar Prof. Syamsir Dewang, M.Eng.Sc. dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FMIPA Unhas Dr. Khaeruddin, M.Sc.

Pelantikan menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus awal kepengurusan baru dalam melanjutkan gerakan IMM di lingkungan FMIPA Unhas.

Dorong Pengurus Aktif Mencari Kader

Dalam sambutannya, Prof. Syamsir Dewang menekankan bahwa kaderisasi menjadi salah satu kunci keberlanjutan organisasi. Ia mendorong pengurus baru tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga aktif mencari dan membina kader.

“Kalau sekarang 15 orang pengurus, masing-masing dari kalian harus mencari 10 orang anggota di IMM ini,” kata Prof. Syamsir kepada pengurus baru.

Menurut dia, pengurus memiliki tanggung jawab untuk memperluas ruang kaderisasi agar semakin banyak mahasiswa FMIPA Unhas terlibat dalam proses pembinaan dan pengembangan organisasi.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan kaderisasi sebagai bagian penting dari kepemimpinan periode 2026–2027. Penambahan anggota tidak hanya diarahkan pada aspek kuantitas, tetapi juga pada proses pembinaan mahasiswa agar memiliki ruang untuk belajar dan berproses dalam organisasi.

Trilogi IMM Jadi Landasan Kader

Sementara itu, Dr. Khaeruddin yang mewakili Dekan FMIPA Unhas menyoroti pentingnya Trilogi IMM, yakni intelektualitas, humanitas, dan religiusitas.

Ia mengatakan ketiga nilai tersebut perlu menjadi landasan kader IMM dalam menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan landasan keagamaan.

Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan tujuan IMM dalam membentuk akademisi Islam yang berakhlak dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Semangat kaderisasi juga diwujudkan melalui ajakan kepada mahasiswa untuk mengajak rekan-rekannya bergabung dengan IMM. Organisasi diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan kapasitas diri.

Hastina Febri Pimpin Periode 2026–2027

Pergantian kepemimpinan juga menjadi momentum evaluasi bagi kepengurusan sebelumnya. Ahmad Firdaus Irianto, demisioner Ketua Umum PK IMM FMIPA Unhas, sebelumnya mengemban amanah selama tiga tahun, yakni periode 2023–2026.

Ahmad menyebut kaderisasi menjadi salah satu tantangan yang dihadapi selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan estafet perjuangan sekaligus memperkuat regenerasi di tubuh PK IMM FMIPA Unhas.

Ia juga berharap Ketua Umum terpilih, Hastina Febri, mampu membawa PK IMM FMIPA Unhas semakin berkemajuan serta memperkuat pengembangan kader dan organisasi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dan serah terima jabatan dari kepengurusan sebelumnya kepada kepengurusan baru. Prosesi tersebut disaksikan Prof. Syamsir Dewang dan Dr. Khaeruddin.

Dalam kepengurusan periode 2026–2027, Hastina Febri resmi menjabat Ketua Umum, Ramlah sebagai Sekretaris Umum, dan Nurul Hanifah sebagai Bendahara Umum.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PK IMM FMIPA Unhas memasuki periode baru dengan agenda penguatan kaderisasi, pengembangan intelektualitas, kepedulian sosial, dan penguatan nilai religiusitas sebagai bagian dari proses pembentukan kader akademisi Islam yang berkemajuan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply