Scroll untuk baca artikel
Berita

Wisuda Ke-88 Unismuh, Mahasiswa Kedokteran Nur Afiq Zaki Ananda Raih Wisudawan Terbaik Universitas

×

Wisuda Ke-88 Unismuh, Mahasiswa Kedokteran Nur Afiq Zaki Ananda Raih Wisudawan Terbaik Universitas

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Nur Afiq Zaki Ananda, lulusan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), ditetapkan sebagai wisudawan berprestasi peringkat pertama tingkat Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) pada Wisuda Ke-88, Sabtu, 20 Juni 2026.

Penetapan wisudawan berprestasi tersebut dibacakan Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Andi Sukri Syamsuri, dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Ke-88 Unismuh Makassar di Balai Sidang Muktamar, Kampus Unismuh Makassar.

Nur Afiq meraih IPK 3,92 dengan masa studi 3 tahun 6 bulan. Ia memperoleh nilai 94,57 dan berasal dari Kabupaten Takalar. Atas capaian tersebut, Nur Afiq mendapatkan beasiswa studi lanjut dan diprioritaskan menjadi dosen tetap Persyarikatan Unismuh Makassar setelah menyelesaikan pendidikan program strata dua.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU, menyebut capaian Nur Afiq sebagai prestasi yang istimewa. Menurut Rakhim, lulusan Pendidikan Dokter dengan IPK tinggi dan masa studi yang relatif singkat merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

“Ini sangat istimewa. Pendidikan Dokter jarang IP untuk pendidikan dokternya seperti itu. IPK-nya 3,92, masa studinya 3 tahun 6 bulan,” ujar Rakhim dalam pidato wisuda.

Rakhim juga mengungkapkan bahwa Nur Afiq memiliki sejumlah prestasi internasional dan karya ilmiah yang telah diterbitkan pada jurnal bereputasi. Menurutnya, profil Nur Afiq menjadi gambaran lulusan Unismuh yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing ilmiah.

Selain Nur Afiq, dua lulusan lain turut ditetapkan sebagai wisudawan berprestasi tingkat universitas. Peringkat kedua diraih Andi Shadiqah Muamwalah, lulusan Program Studi Ahwal Syakhshiyah Fakultas Agama Islam, dengan IPK 3,92, masa studi 3 tahun 8 bulan, nilai 91,73, dan berasal dari Kabupaten Bulukumba.

Adapun peringkat ketiga diraih Andi Ade Wahyudi Asdar, lulusan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan IPK 3,89, masa studi 3 tahun 5 bulan, nilai 91,96, dan berasal dari Kabupaten Bulukumba.

Pada tingkat fakultas, Unismuh juga menetapkan sembilan wisudawan berprestasi. Mereka adalah Widia Astuti dari FISIP, Andi Ade Wahyudi Asdar dari FEB, Andi Shadiqah Muamwalah dari FAI, Nur Afiq Zaki Ananda dari FKIK, Sri Wahyuni dari Fakultas Pertanian, Ade Nirwani Abdurrahman Muttalib dari Fakultas Teknik, Sitti Rahmayanti D dari FKIP, Elviana dari Fakultas Hukum, serta Dr Ir Mirfan dari Program Pascasarjana.

Dalam pesan dan kesannya mewakili wisudawan berprestasi, Nur Afiq menegaskan bahwa prestasi tidak boleh dipahami sebagai tujuan akhir. Menurutnya, prestasi merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Prestasi itu bukanlah tujuan akhir. Prestasi itu adalah sebuah amanah, adalah sebuah kepercayaan yang harus kita pertanggungjawabkan dengan cara kita melalui kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujar Nur Afiq.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua. Bagi Nur Afiq, gelar akademik yang diraih para wisudawan bukan hanya milik pribadi, melainkan juga milik keluarga yang telah berkorban, mendoakan, dan mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

“Gelar yang kami sandang hari ini sesungguhnya adalah gelar milik kalian,” katanya.

Nur Afiq mengingatkan sesama wisudawan agar tidak menjadikan ijazah sebagai batas akhir perjuangan. Menurutnya, nilai sejati pendidikan akan terlihat dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan para lulusan kepada masyarakat.

“Gelar ini tidak ada nilainya, tidak ada maknanya jika ia hanya berhenti pada selembar ijazah. Nilai sejati dari pendidikan kita akan diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, wisuda merupakan puncak pencapaian akademik, tetapi bukan akhir dari perjalanan hidup. Setelah hari wisuda, para lulusan justru harus kembali menapaki tangga kehidupan dari bawah dengan semangat, kerendahan hati, dan kesiapan untuk terus belajar.

“Hari ini kita berdiri di puncak pencapaian, namun esok hari kita harus kembali menapaki tangga dari bawah,” ujarnya.

Nur Afiq juga mengajak para lulusan untuk membawa nama baik orang tua, keluarga, dan almamater melalui karya serta kebermanfaatan yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unismuh Makassar menjadi ilmu yang berkah dan memberi manfaat yang luas.

 

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply