Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Opini

Login Muhammadiyah

×

Login Muhammadiyah

Share this article

Oleh: Kasri Riswadi
(Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel)

KHITTAH.CO — Muhammadiyah tidak pernah berhenti mengejutkan ruang publik. Di saat banyak organisasi sosial-keagamaan terjebak dalam romantisme masa lalu atau sekadar menjadi pemadam kebakaran atas isu-isu politik sesaat, persyarikatan ini justru tampil dengan wajah yang semakin “jernih”. Kejernihan ini bukan lagi soal keriuhan Muktamar, melainkan tentang bagaimana nilai-nilai amar ma’ruf nahi munkar diterjemahkan ke dalam bahasa zaman yang lebih segar, santun, dan sangat teknologis.

Belakangan ini, kita menyaksikan fenomena unik yang bermula dari percakapan organik di media sosial: gelombang “Login Muhammadiyah”. Istilah ini awalnya populer di platform X (Twitter) dan TikTok sebagai respons spontan publik terhadap gaya dakwah Muhammadiyah yang dinilai moderat, rasional, dan jauh dari narasi konfrontatif. Namun, yang luar biasa adalah fenomena ini tidak berhenti sebagai tagar atau gimik digital semata.

Diskusi hangat di ruang siber tersebut bertransformasi menjadi aksi nyata. Data menunjukkan adanya lonjakan signifikan pendaftaran anggota baru melalui aplikasi MASA (Muhammadiyah Super Apps). Ribuan orang dari berbagai latar belakang, anak muda, profesional, hingga masyarakat umum, memilih untuk “login” secara formal. Fenomena ini adalah dampak organik dari konsistensi Muhammadiyah dalam menampilkan wajah Islam yang solutif. Publik melihat sebuah organisasi yang tidak sibuk memperebutkan panggung kekuasaan, melainkan sibuk membangun pusat-pusat keunggulan.

KHGT dan Ijtihad Tanpa Henti

Kejernihan Muhammadiyah juga terpancar dari keberaniannya melakukan pembaharuan (tajdid) yang visioner. Langkah penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah bukti nyata. Muhammadiyah tidak sekadar mengikuti arus emosional, melainkan berupaya memberikan kepastian bagi umat manusia lewat integrasi ilmu pengetahuan (astronomi) dan agama yang kokoh.

Spirit KHGT adalah spirit kemajuan. Ia mengajarkan bahwa beragama haruslah berkepastian, saintifik, dan melampaui batas-batas teritorial yang sempit. Langkah ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tetap setia pada khittah-nya sebagai gerakan pembaharu. Dakwah dilakukan dengan santun melalui argumen ilmu, bukan dengan paksaan. Konsistensi inilah yang membuat mereka yang “melek” logika merasa bahwa “Login Muhammadiyah” melalui aplikasi MASA adalah keputusan intelektual yang tepat.

Tantangan Baru Kaderisasi di Tubuh Ortom

Namun, gelombang pendaftaran massal ini membawa konsekuensi besar bagi struktur internal, terutama pada jajaran Organisasi Otonom (Ortom). Fenomena “Login Muhammadiyah” adalah peluang sekaligus ujian besar bagi IPM, IMM, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah.

Selama ini, pola kaderisasi cenderung sangat formalistik dan birokratis. Tantangan hari ini adalah bagaimana Ortom mampu mengelola ribuan pendaftar baru di aplikasi MASA tersebut agar tidak sekadar menjadi angka statistik. Ortom tidak boleh lagi hanya asyik dengan urusan administratif atau seremoni pelantikan. Mereka harus menjadi jembatan bagi para profesional muda yang baru bergabung agar merasa memiliki rumah untuk tumbuh tanpa harus merasa terasing oleh kakunya birokrasi organisasi.

IPM dan IMM ditantang menciptakan ruang kreativitas yang lebih inklusif bagi pelajar dan mahasiswa yang tertarik karena faktor rasionalitas organisasi. Sementara Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah harus mampu mentransformasi simpati publik ini menjadi aksi nyata di bidang ekonomi dan sosial. Kita sedang melihat arah baru kaderisasi: pergeseran dari pola instruksi menuju kaderisasi berbasis nilai dan kemanfaatan.

Menjaga Kesegaran Gerakan

Potensi “Login Muhammadiyah” adalah bukti bahwa kesantunan dalam berdakwah dan keteguhan dalam pembaharuan adalah kunci relevansi. Muhammadiyah akan selalu jernih selama ia tetap menjaga kebersihan niat dalam berkhidmat dan keberanian dalam berinovasi.

Fenomena hari ini adalah buah dari benih yang ditanam dengan kesantunan intelektual. Tugas kita sekarang adalah memastikan bahwa setiap yang telah mengetuk pintu melalui aplikasi MASA akan menemukan sebuah rumah besar yang mencerahkan semesta. Muhammadiyah harus tetap menjadi oase yang segar; tempat di mana akal sehat dan iman yang tulus bertemu dalam satu tarikan napas pembaharuan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply