Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Izin Terbit, Unismuh Makassar Siap Menerima Mahasiswa S1 Keperawatan dan Profesi Ners

×

Izin Terbit, Unismuh Makassar Siap Menerima Mahasiswa S1 Keperawatan dan Profesi Ners

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Keperawatan Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi. Kehadiran dua program studi itu memperluas jalur pendidikan tenaga kesehatan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar.

Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 853/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 4 Agustus 2026. Keputusan itu memberikan izin kepada Unismuh Makassar untuk menyelenggarakan Program Sarjana Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners.

Dalam keputusan tersebut, kedua program studi juga dinyatakan telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi. Unismuh diwajibkan memenuhi standar nasional pendidikan tinggi dan melaporkan hasil penyelenggaraan program studi kepada kementerian paling lambat satu bulan setelah berakhirnya setiap semester.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, mengatakan, terbitnya izin tersebut merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang. Pengajuan pembukaan program studi telah dilakukan sejak 2023 dan dilanjutkan dengan pemenuhan berbagai persyaratan akademik maupun kelembagaan.

“Terbitnya izin ini merupakan amanah sekaligus kepercayaan pemerintah kepada Unismuh Makassar. Kami tidak hanya berkewajiban membuka penerimaan mahasiswa, tetapi juga harus memastikan proses pendidikan berlangsung dengan standar mutu yang tinggi,” kata Rakhim, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut dia, pembukaan dua program studi tersebut menjadi bagian dari upaya Unismuh memperkuat kontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan. Lulusan yang dihasilkan diharapkan memiliki kemampuan akademik dan klinis sekaligus menjunjung nilai kemanusiaan, profesionalisme, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Rakhim menambahkan, Unismuh telah mempersiapkan penyelenggaraan pendidikan secara bertahap dan terukur. Kesiapan dosen, kurikulum, laboratorium, rumah sakit pendidikan, wahana praktik, serta sistem penjaminan mutu menjadi unsur yang harus terus dijaga.

“Program studi ini bukan hanya menambah jumlah pilihan pendidikan, tetapi kehadirannya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan terutama di Indonesia bagian timur,” ujarnya.

*Menjawab kebutuhan tenaga kesehatan*

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unismuh Makassar, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, MHum, menilai pembukaan Program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners merupakan langkah strategis dalam pengembangan bidang kesehatan di Unismuh.

Baca juga: Unismuh Jadi Tuan Rumah Rakernas X Ikaprobsi, Perkuat Jejaring Pendidikan Bahasa Indonesia

Menurut Prof Andis, sapaan Warek I Unismuh Makassar itu, penyelenggaraan pendidikan keperawatan akan diarahkan pada pembelajaran berbasis kompetensi. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman klinis dan pembelajaran di tengah masyarakat.

“Kurikulum harus mampu mempertemukan penguasaan ilmu, keterampilan klinis, kemampuan berkomunikasi, pemanfaatan teknologi, dan kepekaan sosial. Perawat bekerja sangat dekat dengan pasien sehingga aspek etik dan kemanusiaan harus menjadi bagian utama pendidikan,” kata Prof Andis.

Ia mengatakan, pembukaan program studi baru juga harus diikuti dengan penguatan kerja sama. Unismuh telah memperluas kemitraan dengan rumah sakit, puskesmas, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Kerja sama tersebut diperlukan untuk menjamin tersedianya wahana pembelajaran klinis sekaligus membuka ruang riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Integrasi pendidikan kesehatan

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof Dr dr Suryani As’ad, MSc, SpGK(K), mengatakan, Program Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners akan menjadi bagian dari pengembangan pendidikan kesehatan yang terintegrasi di lingkungan FKIK.

Kehadiran program tersebut memungkinkan mahasiswa dari berbagai disiplin kesehatan belajar bekerja sama sejak masa pendidikan. Pola itu diperlukan karena pelayanan kepada pasien pada dasarnya melibatkan tenaga kesehatan dengan latar belakang profesi yang berbeda.

“Pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan secara sendiri-sendiri. Dokter, perawat, apoteker, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya harus mampu berkomunikasi dan bekerja sebagai satu tim. Karena itu, pendidikan kolaboratif antarprofesi akan menjadi salah satu perhatian kami,” kata Suryani.

Baca juga: Guru Besar Seoul National University Berbagi Strategi Membangun Reputasi Global di Unismuh

Menurut dia, FKIK akan memastikan ketersediaan dosen, sarana laboratorium, fasilitas pembelajaran, dan jejaring tempat praktik. Pengembangan program juga akan diselaraskan dengan keunggulan FKIK dalam bidang penanganan kegawatdaruratan.

“Perawat sering berada pada garis terdepan pelayanan. Mereka harus mampu mengenali kondisi pasien, mengambil tindakan awal secara tepat, dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Kompetensi kegawatdaruratan menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat,” ujarnya.

Penerimaan mahasiswa disiapkan

Ketua Tim Task Force pembukaan Prodi S1 Keperawatan Nurlina, S.Kep.Ns.M.Kep mengatakan, tim program studi mulai mempersiapkan tahapan operasional setelah izin pembukaan diterbitkan. Persiapan tersebut mencakup penyempurnaan kurikulum, distribusi mata kuliah, penetapan dosen pengampu, penggunaan ruang kelas, laboratorium dan sarana pendukung lainnya termasuk pemetaan wahana praktik.

“Keputusan menteri ini menjadi dasar bagi kami untuk memasuki tahap penyelenggaraan. Semua perangkat akademik harus dipastikan siap sebelum mahasiswa mengikuti perkuliahan,” katanya.

Ia mengatakan, pendidikan akan dirancang secara berkelanjutan dari tahap sarjana hingga profesi. Setelah menyelesaikan pendidikan akademik, mahasiswa dapat melanjutkan ke tahap profesi untuk memperoleh pengalaman klinis dan memenuhi kompetensi sebagai ners.

“Kami ingin menghasilkan perawat yang terampil, memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu menggunakan teknologi kesehatan, serta memberikan pelayanan secara holistik kepada pasien, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Program studi ini juga akan memberikan perhatian pada pendidikan keperawatan dengan penciri utama kegawat daruratan dan Al Islam Kemuhammadiyahan, baik di keluarga maupun komunitas, melalui promosi kesehatan, pencegahan penyakit, dan pelayanan keperawatan, Dengan pendekatan itu, lulusan diharapkan dapat bekerja di rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan komunitas, lembaga pendidikan, maupun bidang pelayanan kesehatan lainnya, sehingga Lulusan juga mampu bersaing di dunia kerja baik dalam maupun di Luar Negeri

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply