KHITTAH.CO, GOWA — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lempangang menggelar Baitul Arqam pada Sabtu–Ahad, 19–20 September 2026, di Hutan Pinus Suaraka, Tinambung, Desa Bissoloro, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut memperkuat pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan melalui pembinaan kader dalam suasana alam terbuka.
Peserta berasal dari PCM Lempangang, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Lempangang, organisasi otonom Muhammadiyah, serta unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Lempangang. Panitia merancang kegiatan selama dua hari dengan memadukan materi perkaderan dan penyegaran bagi peserta.
Pembukaan dihadiri anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2015–2019, A.M. Iqbal Parewangi. Hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa Basri B. Mattayang dan Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Gowa Arifuddin Abbas.
Perkaderan dalam Suasana Alam
Ketua PCM Lempangang, Asrul Arifin, mengatakan kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman berbeda dibandingkan perkaderan di ruang kelas. Menurut dia, suasana sejuk dan pemandangan alam membantu peserta mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman.
“Baitul Arqam ini juga bagian dari penyegaran, artinya mencari suasana yang sedikit berbeda. Kalau di ruang kelas, kita sudah terbiasa,” kata Asrul saat menyampaikan laporan panitia.
Ia menjelaskan, PCM Lempangang telah beberapa kali menggelar rapat dan pemantapan sebelum melaksanakan kegiatan tersebut. Komunikasi dengan sejumlah pihak juga terus dilakukan agar seluruh agenda dan kehadiran narasumber dapat dipastikan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah terwujud. Kami berharap peserta menikmatinya dengan suasana yang menyejukkan dan tanpa beban,” ujarnya.
Asrul juga menyampaikan bahwa guru atau warga Muhammadiyah yang belum sempat mengikuti Baitul Arqam kali ini tetap diarahkan mengikuti kegiatan serupa pada 2027. Menurut dia, peserta yang berhalangan dapat mengikuti Baitul Arqam yang diselenggarakan cabang lain setelah melalui koordinasi.
Perkuat Pemahaman Kemuhammadiyahan
Wakil Ketua PDM Gowa Basri B. Mattayang mengapresiasi PCM Lempangang yang secara rutin menyelenggarakan Baitul Arqam. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman kader terhadap ideologi, nilai keislaman, dan gerakan Muhammadiyah.
“Kalau mau bahagia bermuhammadiyah, jadikan Muhammadiyah itu sebagai nikmat. Jangan jadikan sebagai hukuman, apalagi paksaan,” kata Basri.
Basri berharap peserta mengikuti Baitul Arqam bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administrasi atau perpanjangan surat keputusan. Menurut dia, tujuan utama perkaderan ialah menanamkan pemahaman kemuhammadiyahan agar tercermin dalam kehidupan dan pengabdian setiap kader.
Ia menekankan bahwa guru di lingkungan AUM memiliki peran strategis sebagai fasilitator perkaderan Muhammadiyah. Karena itu, para guru perlu terus meningkatkan pengetahuan agar mampu mengenalkan nilai dan karakter Muhammadiyah kepada peserta didik.
“Bagaimana mungkin anak-anak diajari bermuhammadiyah kalau gurunya belum memahami Muhammadiyah. Pemahaman kemuhammadiyahan harus terus ditingkatkan dan dipertajam,” ujarnya.
Dorong Kader Aktif Berbuat Baik
Menurut Basri, Baitul Arqam juga menjadi sarana untuk memahami corak Islam yang dikembangkan Muhammadiyah. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong kader menjalankan ibadah, mengembangkan amal usaha, dan aktif berbuat baik di tengah masyarakat.
“Muhammadiyah selalu mengajak kita untuk berbuat baik. Karena itu, jangan pernah merasa perlu beristirahat dari berbuat baik,” tuturnya.
Basri kemudian membuka Baitul Arqam PCM Lempangang secara resmi dengan mengucapkan basmalah. Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian materi secara sungguh-sungguh serta menerapkan hasil perkaderan di lingkungan organisasi, AUM, dan masyarakat.
PCM Lempangang berencana melanjutkan pembinaan bagi kader maupun guru yang belum mengikuti kegiatan tersebut. Langkah itu diharapkan memperluas pemerataan perkaderan dan memperkuat kesinambungan gerakan Muhammadiyah di Cabang Lempangang.






















