Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

SatuMu Jadi Langkah Muhammadiyah Soppeng Perkuat Data dan Kaderisasi Organisasi

×

SatuMu Jadi Langkah Muhammadiyah Soppeng Perkuat Data dan Kaderisasi Organisasi

Share this article

KHITTAH.CO, Soppeng — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Soppeng menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen dan Verifikator SatuMu sebagai bagian dari upaya memperkuat pendataan, administrasi, dan tata kelola organisasi berbasis digital. Kegiatan berlangsung di Saromase Coffee & Resto, Kabupaten Soppeng, Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan tersebut diikuti unsur PDM Kabupaten Soppeng, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta peserta yang mendapat tugas sebagai agen dan verifikator SatuMu.

Ketua PDM Kabupaten Soppeng, Drs. H. Muhammad Arsyad Makmur, M.Pd., mengatakan keberadaan SatuMu diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pendataan, tetapi juga mendukung penguatan organisasi dan kaderisasi Muhammadiyah.

Ia berharap para agen dan verifikator yang mengikuti bimtek dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga data organisasi di Soppeng semakin tertata dan mudah diakses ketika dibutuhkan.

“Kita berharap data-data kita nanti bisa menjadi baik dan tidak ada lagi istilah tiba masa tiba akal. Ada verifikator dan mudah-mudahan agen-agen kita betul-betul bisa merekrut banyak kader,” kata Arsyad.

Menurutnya, sistem data yang tertata akan memudahkan Muhammadiyah dalam mengakses informasi organisasi sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan kelembagaan.

Arsyad juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Muhammadiyah dari tingkat wilayah yang memberikan penguatan terkait pengelolaan SatuMu kepada PDM Soppeng.

Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. Hadisaputra, M.Si., menjelaskan SatuMu merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk mentransformasikan tata kelola organisasi dari sistem administrasi berbasis dokumen fisik menuju sistem digital yang lebih terintegrasi.

“Satu Data Muhammadiyah atau yang kita sebut SatuMu adalah ikhtiar untuk memastikan Muhammadiyah tetap relevan dengan perkembangan zaman di abad ke-21,” ujar Hadisaputra.

Menurutnya, kebutuhan terhadap basis data yang kuat semakin penting di tengah perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence dan big data.

Ia mencontohkan persoalan administrasi organisasi yang masih kerap bergantung pada dokumen fisik. Surat keputusan kepengurusan maupun dokumen organisasi dapat sulit ditemukan ketika terjadi pergantian pengurus.

“Semangat kita adalah mentransformasikan, memindahkan kantor kita dari kantor fisik ke kantor digital,” katanya.

Hadisaputra mengatakan SatuMu nantinya diharapkan menjadi basis data yang dapat mendukung berbagai keputusan dan program Muhammadiyah. Data mengenai anggota, pimpinan, cabang, ranting, amal usaha, hingga aset organisasi secara bertahap dapat diintegrasikan dalam sistem tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan data organisasi untuk memperkuat perencanaan dan konsolidasi Muhammadiyah.

“Kalau database kita terkonsentrasi, ini enak sekali. Kalau kita mau membangun bargaining position, misalnya ada yang ingin investasi dan mengajak Muhammadiyah berkolaborasi, kita bisa menunjukkan data anggota yang tersebar di berbagai cabang,” jelasnya.

Namun, Hadisaputra mengingatkan bahwa penguatan data tidak boleh dipisahkan dari persoalan kaderisasi dan penguatan organisasi di tingkat akar rumput.

Ia menyoroti pentingnya memperluas pintu masuk Muhammadiyah melalui pengajian, sekolah, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai aktivitas sosial organisasi.

Menurutnya, keberadaan data yang baik harus berjalan beriringan dengan upaya memperluas basis anggota dan menghidupkan kembali aktivitas organisasi di cabang dan ranting.

“Yang harus menjadi pekerjaan rumah sebelum kita bicara tentang SatuMu adalah memperbanyak pintu-pintu masuk Muhammadiyah. Kalau sudah masuk, bagaimana caranya mereka betah dalam rumah,” katanya.

Hadisaputra juga mengingatkan agar agen dan verifikator SatuMu tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana administrasi. Mereka diharapkan ikut mendorong penguatan aktivitas Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.

“Jangan agen dan verifikator ini hanya ditugasi mengurus administrasi. Mereka ditugasi bikin pengajian,” ujarnya.

Ia mendorong para agen dan verifikator untuk mengidentifikasi ranting maupun masjid Muhammadiyah yang membutuhkan pendampingan dan penguatan kegiatan.

Menurut Hadisaputra, penguatan tersebut dapat dilakukan melalui pengajian, pendampingan kader, pengiriman mahasiswa untuk kegiatan pengabdian, maupun penempatan kader Muhammadiyah untuk membantu menghidupkan aktivitas dakwah dan organisasi di daerah.

Dalam aspek teknis, Hadisaputra menjelaskan terdapat dua hal penting yang perlu dipastikan agar pengelolaan SatuMu di tingkat cabang dan ranting dapat berjalan.

Pertama, agen dan verifikator perlu memastikan proses migrasi Nomor Baku Muhammadiyah ke Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (E-KTAM). Migrasi tersebut, kata dia, tidak hanya berlaku bagi agen dan verifikator, tetapi juga perlu dilakukan oleh pimpinan dan anggota Muhammadiyah.

Kedua, diperlukan surat tugas bagi admin, agen, dan verifikator di tingkat cabang maupun ranting sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menambahkan, proses pendataan organisasi akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, data yang perlu dipastikan masuk ke dalam sistem antara lain Surat Keputusan (SK) pendirian organisasi dan SK kepengurusan.

“SK pendirian organisasi dengan SK pengurus. Itu dulu yang paling minimal di direktori organisasi,” katanya.

Selanjutnya, sistem diharapkan dapat berkembang dengan mengintegrasikan data amal usaha, aset, serta berbagai kebutuhan organisasi lainnya.

Hadisaputra menegaskan, SatuMu pada akhirnya bukan sekadar aplikasi pendataan, tetapi bagian dari transformasi tata kelola Muhammadiyah agar keputusan organisasi dapat ditopang oleh data yang akurat dan terintegrasi.

Melalui Bimtek tersebut, Muhammadiyah Soppeng diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi dan pemutakhiran data sekaligus menjadikan agen dan verifikator sebagai penggerak penguatan organisasi di tingkat cabang dan ranting.

Pelaksanaan Bimtek SatuMu di Soppeng, PWM Sulsel menugaskan Tim Pendamping Bimtek SatuMu yang terdiri atas Hadisaputra, Arinal Hidayah, Ikhwan Aulia, dan Andi Asywid Nur.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply