Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Wakil Rektor I Unismuh Tekankan Kolaborasi Lintas Ilmu bagi Mahasiswa S2 dan S3

×

Wakil Rektor I Unismuh Tekankan Kolaborasi Lintas Ilmu bagi Mahasiswa S2 dan S3

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Persoalan di era global semakin kompleks dan tidak lagi dapat diselesaikan dengan satu disiplin ilmu. Karena itu, mahasiswa magister dan doktor dituntut tidak hanya unggul secara individual, tetapi juga mampu bersinergi dan berkolaborasi lintas bidang untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang juga Wakil Rektor I, Prof Andi Sukri Syamsuri, yang akrab disapa Prof Andis, saat membuka Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unismuh Tahun Akademik 2026/2027, Senin, 21 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang I’Gift, lantai 2 Menara Iqra Unismuh itu dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Transformasi Keilmuan dan Tantangan Akademik di Era Global.”

Prof Andis mengatakan perubahan teknologi dan dinamika global menuntut cara baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Mahasiswa pascasarjana tidak dapat lagi memandang persoalan hanya dari sudut disiplin yang ditekuninya.

Ia mencontohkan pandemi Covid-19. Persoalan tersebut memang berkaitan dengan kesehatan, tetapi penyelesaiannya tidak hanya membutuhkan ilmu kedokteran. Statistik, sains, sosiologi, hingga komunikasi dengan masyarakat ikut menentukan keberhasilan penanganannya.

“Persoalan global harus diselesaikan secara kolaborasi. Itulah yang mencirikan era sekarang. Kita tidak perlu lagi hanya bersaing, tetapi harus selalu bersinergi, bersanding bersama, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan,” ujar Prof Andis.

Menurut dia, semangat tersebut penting ditanamkan sejak awal kepada mahasiswa S2 dan S3. Pendidikan pascasarjana bukan sekadar memperdalam satu rumpun ilmu, melainkan juga membentuk kemampuan melihat persoalan secara lebih luas dan membangun kerja bersama dengan keilmuan lain.

Dorong Produktivitas Akademik

Selain kemampuan kolaborasi, Prof Andis menyinggung pentingnya produktivitas akademik mahasiswa pascasarjana.

Ia mengapresiasi kebijakan Program Pascasarjana Unismuh yang mendorong mahasiswa doktoral menghasilkan publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Menurutnya, persyaratan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga mutu lulusan sekaligus memperkuat kinerja akademik universitas.

Mahasiswa juga didorong mengelola masa studi dengan baik. Penyelesaian pendidikan secara terukur, kata dia, perlu berjalan bersama kualitas proses pembelajaran, penelitian, dan publikasi.

Prof Andis mengingatkan bahwa transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan. Mahasiswa pascasarjana harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus tetap menjaga kedalaman ilmu dan kualitas akademik.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Rektor Unismuh Makassar sedang berada di Taiwan untuk menghadiri agenda kerja sama dan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi. Karena itu, Prof Andis mewakili Rektor membuka rangkaian orientasi akademik mahasiswa baru Pascasarjana.

Pascasarjana Unismuh Terima 435 Mahasiswa Baru

Direktur Program Pascasarjana Unismuh Prof Erwin Akib, PhD sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru program magister dan doktor yang tercatat sementara mencapai 435 orang. Pascasarjana Unismuh saat ini mengelola 17 program studi, terdiri atas 14 program magister dan tiga program doktor.

Prof Erwin menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa harus dibarengi dengan penjagaan mutu, penguatan fasilitas, pelayanan akademik, serta penyelesaian studi yang terukur.

Sementara itu, Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Prof dr Budu, PhD, SpM(K), M.Med.Ed. dalam kuliah umumnya mengingatkan mahasiswa pascasarjana agar tidak sekadar mengejar gelar. Mahasiswa S2 dan S3, menurutnya, harus berkembang menjadi knowledge creator yang mampu menghasilkan pengetahuan baru dan solusi bagi masyarakat.

Rangkaian Ta’aruf dan Orientasi Akademik tersebut menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa studi pascasarjana menuntut lebih dari sekadar penguasaan ilmu. Mahasiswa juga dituntut memiliki kemampuan kolaborasi, produktivitas akademik, adaptasi terhadap teknologi, serta tanggung jawab menghadirkan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply