KHITTAH.CO, MAKASSAR — Musyawarah Wilayah Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Sulawesi Selatan menetapkan Dr. Panca Nurwahidin, M.Pd. sebagai ketua untuk periode 2026-2031. Musyawarah yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel, Sabtu, 7 November 2026, juga menyepakati sistem formatur proporsional dan merumuskan sejumlah program strategis, mulai dari advokasi kebijakan publik hingga penguatan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Musyawarah wilayah tersebut diikuti perwakilan Pimpinan Daerah Fokal IMM dan pimpinan kampus di Sulawesi Selatan. Setiap tingkatan mengirimkan satu orang perwakilan untuk terlibat dalam pembahasan kepemimpinan dan arah organisasi lima tahun ke depan.
Dalam proses pemilihan kepengurusan, peserta musyawarah menyepakati penggunaan Sistem Formatur Proporsional. Mekanisme ini tetap mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dengan mengedepankan fleksibilitas pembahasan untuk mencapai kesepakatan bersama.
Forum kemudian menetapkan 13 orang sebagai tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan Fokal IMM Sulsel periode 2026-2031.
Berdasarkan hasil pemufakatan tim formatur, susunan pimpinan inti terdiri atas Dr. Panca Nurwahidin, M.Pd. sebagai Ketua, Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H. sebagai Sekretaris, dan Dr. Nirwana, S.Pd., M.Pd. sebagai Bendahara.
Sementara itu, anggota formatur lainnya adalah Fatmawati, Nurwahid, Ahmad Sidik, Ridwan Fawallang, Ahmad, Rizal Fauzi, Hardianto Rahman, Muh. Abduh, Rusli Sirri, Syawalauddin Soadiq, dan Sulaiman Masnan.
Tim formatur selanjutnya bertugas menyusun struktur kepengurusan secara lengkap, termasuk komposisi Dewan Pakar yang akan memberikan pertimbangan strategis bagi organisasi.
Fokal IMM Sulsel Bidik Peran Advokasi dan Think Tank
Selain menetapkan kepemimpinan baru, musyawarah wilayah juga menghasilkan sejumlah rekomendasi pokok pikiran yang akan menjadi landasan penyusunan program strategis Fokal IMM Sulsel selama lima tahun mendatang.
Dalam rekomendasi tersebut, Fokal IMM diarahkan untuk memperluas kontribusinya di ruang publik. Organisasi alumni ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga berperan sebagai katalisator gerakan, pusat pemikiran (think tank), serta aktor advokasi kebijakan publik.
Salah satu agenda yang didorong ialah penyusunan policy brief atau rekomendasi kebijakan sebagai bentuk kontribusi pemikiran alumni IMM terhadap pembangunan bangsa.
Di tingkat internal, Fokal IMM Sulsel juga diarahkan menjadi penyangga kader dan mitra strategis dalam proses kaderisasi IMM. Peran tersebut akan dijalankan melalui kegiatan mentoring, pendampingan kader, serta pemberian bantuan teknis (technical assistance) bagi alumni yang menduduki jabatan politik.
Program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara alumni dan kader IMM sekaligus mendorong kontribusi alumni di berbagai sektor kehidupan, termasuk pemerintahan, politik, pendidikan, dan ruang-ruang pengambilan kebijakan.
Panca Nurwahidin Tekankan Kebersamaan Organisasi
Ketua Fokal IMM Sulsel terpilih, Panca Nurwahidin, menegaskan bahwa kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan organisasi. Menurut dia, Fokal IMM perlu dijaga sebagai ruang kolektif yang mengutamakan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan pribadi.
“Esensi utama organisasi ini adalah menjaga nilai kebersamaan. Jangan sampai Fokal IMM ditumpangi kepentingan personal. Organisasi harus menjadi ruang bersama untuk membangun kontribusi dan kemajuan,” tegas Panca.
Setelah musyawarah wilayah, Panca juga mengimbau seluruh jajaran Fokal IMM di tingkat daerah untuk segera melakukan pembenahan struktur kepengurusan lokal. Konsolidasi tersebut dinilai penting agar gerakan organisasi dapat berjalan lebih terarah dan memiliki daya jangkau yang lebih luas.
Dengan kepemimpinan baru dan sejumlah agenda strategis yang telah dirumuskan, Fokal IMM Sulsel diharapkan mampu memperkuat posisi alumni sebagai kekuatan intelektual, sosial, dan kebangsaan, sekaligus menjaga kesinambungan gerakan kaderisasi IMM.






















