KHITTAH.CO, ENREKANG — Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan terdapat pendaftar dari luar negeri. Ratusan mahasiswa baru mengikuti Masa Ta’aruf (MASTA) 2026 di Aula Kampus I UNIMEN, Jalan Jenderal Sudirman No. 17 Enrekang, Rabu, 23 September 2026.
Mahasiswa baru tersebut berasal dari 15 program studi jenjang sarjana (S1) dan dua program studi jenjang magister (S2). Keragaman daerah asal mahasiswa menunjukkan jangkauan penerimaan mahasiswa UNIMEN yang semakin luas, tidak lagi terbatas pada Enrekang dan wilayah di sekitarnya.
Ketua Lembaga Pengembangan Institusi dan Promosi UNIMEN, Dr. Baharuddin, mengatakan jumlah masyarakat yang mendaftar sebagai calon mahasiswa UNIMEN pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Antusias masyarakat untuk kuliah di UNIMEN terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peminat yang mendaftar, meskipun tidak semuanya berhasil menjadi mahasiswa UNIMEN,” kata Baharuddin.
Menurut Baharuddin, mahasiswa baru UNIMEN tahun ini berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi maupun luar Sulawesi. Selain Enrekang, terdapat mahasiswa dari Pinrang, Tana Toraja, Sidrap, Makassar, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Konawe Kepulauan, Bone, Buru Selatan, Bogor, Polewali Mandar, Mamuju, Balikpapan, Wajo, Soppeng, Kolaka Utara, hingga Sidoarjo.
Bahkan, kata Baharuddin, dalam proses penerimaan mahasiswa baru tahun ini terdapat pendaftar dari luar negeri, yakni Pakistan.
“Jangkauan mahasiswa baru UNIMEN semakin luas. Ini menunjukkan bahwa pilihan terhadap UNIMEN tidak hanya datang dari masyarakat Enrekang dan daerah sekitar,” ujarnya.
MASTA menjadi bagian dari proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik UNIMEN. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan sistem pembelajaran, budaya akademik, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai kegiatan nonakademik di kampus.
Rektor UNIMEN, Dr. Syawal Sitonda, mengatakan meningkatnya minat masyarakat menjadi bagian dari kepercayaan yang diberikan kepada institusi.
“Tingginya antusias masyarakat untuk melanjutkan studi di UNIMEN menjadi bukti kepercayaan masyarakat kepada UNIMEN. Karena itu, kami terus melakukan pembenahan secara internal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa,” ujar Syawal.
Ia mengatakan peningkatan mutu menjadi salah satu fokus dalam pembenahan tersebut. Menurut Syawal, UNIMEN saat ini telah memperoleh status akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
“Komitmen mutu menjadi prioritas utama yang terus kami tingkatkan. Alhamdulillah, UNIMEN hari ini telah memperoleh status akreditasi ‘Baik Sekali’ dari BAN-PT. Ini menjadi bukti dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa,” katanya.
Pembukaan MASTA 2026 turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi X Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sulawesi Selatan Tien Suharti, S.Pd., M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Enrekang Muh. Husain Kamaruddin, M.Pd., Ketua dan anggota Badan Pembina Harian serta sejumlah pejabat struktural UNIMEN.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum yang menghadirkan Rijal Djamal, S.S., M.Si., CPT, sebagai narasumber. Rijal dikenal sebagai influencer, motivator, konsultan dan praktisi media sosial, serta public speaker.
MASTA 2026 mengusung tema “Wujudkan Mahasiswa Unggul, Berdampak dan Cerahkan Semesta.” Tema tersebut menempatkan mahasiswa tidak hanya sebagai peserta pendidikan di ruang kuliah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan memberikan manfaat melalui bidang yang digelutinya.
Bertambahnya mahasiswa dari berbagai daerah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi UNIMEN. Perluasan jangkauan penerimaan mahasiswa perlu diikuti dengan penguatan mutu akademik, fasilitas, layanan kemahasiswaan, serta lingkungan pembelajaran.
Dengan demikian, pertumbuhan jumlah dan keragaman mahasiswa tidak hanya menjadi ukuran perluasan jangkauan institusi, tetapi juga menuntut UNIMEN menjaga kualitas pendidikan dan layanan seiring dengan perkembangan kampus.






















